Carrick Terancam Pemecatan, Eks Pemain Manchester United Membela

Carrick mulai digoyang sebagai manajer Manchester United akibat start buruk di awal Liga Inggris musim 2026/2027.

oleh ThomasDiterbitkan 15 September 2026, 14:30 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, tampak memperhatikan situasi usai pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 13 September 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Michael Owen, angkat bicara mengenai tekanan yang kini mengarah kepada Michael Carrick. Owen menilai desakan agar Carrick dipecat setelah start buruk Setan Merah di Premier League 2026/2027 terlalu berlebihan.

Manchester United memang sedang berada dalam sorotan. Kekalahan 0-1 dari Manchester City pada laga derby, Minggu (13/9/2026), membuat MU baru mengoleksi empat poin dari empat pertandingan Premier League.

Situasi tersebut membuat sebagian suporter mulai mempertanyakan masa depan Carrick. Namun, Owen justru meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Menurut mantan striker Timnas Inggris itu, pembicaraan mengenai pemecatan Carrick saat ini merupakan sesuatu yang tidak masuk akal.

"Orang-orang yang mengatakan empat poin dari empat pertandingan berarti dia harus dipecat adalah pemikiran yang gila," ujar Owen dalam wawancara eksklusif dengan Tribal Football.

Owen: Terlalu Dini Pecat Carrick

Owen menegaskan Carrick seharusnya masih mendapatkan kesempatan untuk membangun Manchester United.

Carrick sebelumnya dipercaya sebagai pelatih permanen setelah menjalankan tugas sebagai caretaker dan membawa MU meraih 12 kemenangan dalam 17 pertandingan. Prestasi tersebut turut membantu Setan Merah mengamankan tiket kembali ke Liga Champions.

Karena itu, Owen menilai terlalu dini jika masa depan Carrick sudah dipertanyakan hanya karena hasil buruk dalam empat pertandingan awal musim.

"Dalam hal Michael Carrick dan posisinya, saya pikir sangat konyol untuk mengatakan bahwa pekerjaannya berada di bawah ancaman," kata Owen.

"Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa sejauh ini di klub dan ini masih terlalu dini untuk membicarakan hal tersebut," lanjutnya.

Kartu Merah Justru Bikin MU Kesulitan

Pelatih Manchester United, Michael Carrick. (Darren Staples / AFP)

Owen juga memberikan perspektif berbeda mengenai kekalahan MU dari Manchester City.

Dalam pertandingan tersebut, City harus bermain dengan 10 pemain setelah Phil Foden mendapat kartu merah. Secara teori, kondisi tersebut seharusnya memberikan keuntungan besar bagi Manchester United.

Namun, MU justru kesulitan menciptakan peluang berbahaya dan akhirnya kalah akibat gol Erling Haaland.

Owen menilai kartu merah tersebut malah mengubah pertandingan menjadi situasi yang tidak ideal bagi United.

"Saat kartu merah ditunjukkan, saya langsung mengatakan ini mungkin tidak membantu Manchester United," ujar Owen.

Ia menilai MU selama ini lebih efektif ketika bermain dengan pendekatan serangan balik. Ketika City kehilangan satu pemain dan United mendapatkan lebih banyak penguasaan bola, karakter permainan tersebut justru berubah.

"Manchester United telah menjadi tim yang mengandalkan serangan balik selama beberapa waktu. Di situlah mereka berada dalam kondisi terbaik," tutur Owen.

 

 

Masalah MU Bukan Hanya Lini Depan

Owen juga menolak anggapan bahwa lini depan merupakan persoalan utama Manchester United.

Menurutnya, MU memang terlihat tumpul ketika menghadapi City. Namun, situasi tersebut tidak bisa dijadikan kesimpulan bahwa lini serang United bermasalah secara keseluruhan.

Sebab, hanya sekitar sepekan sebelumnya, MU mampu tampil impresif ketika menghadapi Ipswich Town.

Owen menyebut performa United saat itu menunjukkan bahwa tim asuhan Carrick masih memiliki kemampuan menyerang yang cukup baik.

"Saya pikir serangan adalah masalah yang paling kecil bagi mereka, meskipun memang terlihat tumpul kemarin," katanya.

Pertahanan Jadi Pekerjaan Rumah

Jika ada area yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius, Owen justru menunjuk lini pertahanan.

Manchester United telah kebobolan tujuh gol dalam empat pertandingan Premier League musim ini. Owen melihat komposisi lini belakang MU relatif tidak banyak berubah dalam beberapa tahun terakhir.

"Kalau Anda melihat lima tahun ke belakang, praktis mereka masih menggunakan pertahanan yang sama," ujar Owen.

Menurut dia, konsistensi memang bisa menjadi keuntungan. Namun, ketika hampir seluruh bagian tim telah mengalami perubahan, lini belakang juga pada akhirnya membutuhkan penyegaran.

Karena itu, Owen menilai pertahanan berpotensi menjadi area yang diperkuat Manchester United ketika bursa transfer kembali dibuka.

Bagi Carrick, tekanan tentu belum akan menghilang. Namun, dukungan dari sosok seperti Owen menjadi suntikan moral penting bagi sang pelatih untuk membuktikan bahwa kesuksesan musim lalu bukan sekadar kebetulan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya