Christopher Nkunku Bongkar Alasan Sulit Bersinar di Chelsea, Nama Enzo Maresca Disebut

Christopher Nkunku lebih nyaman main di RB Leipzig ketimbang saat berseragam Chelsea.

oleh Aulia RafaDiterbitkan 16 September 2026, 18:30 WIB
AC Milan meraih kemenangan 3-0 atas Hellas Verona pada laga pekan ke-17 Serie A di San Siro, Minggu (28/12/2025) malam WIB. Dua dari tiga gol Milan disumbangkan Christopher Nkunku. (AFP/Piero CRUCIATTI)

Liputan6.com, Jakarta - Christopher Nkunku menilai gaya bermain Enzo Maresca turut mempengaruhi kesulitan selama memperkuat Chelsea. Setelah tiga tahun yang penuh tantangan di Stamford Bridge, pemain berusia 28 tahun itu akhirnya meninggalkan klub dan kembali ke RB Leipzig.

Keputusan tersebut mulai menunjukan hasil positif. Nkunku telah mencatatkan satu gol dan dua assist dalam empat pertandingan bersama RB Leipzig, membuka peluang baginya untuk kembali menemukan performa terbaik setelah periode sulit di Inggris.

Selama berada di Chelsea, perjalanan Nkunku memang tidak berjalan mulus. Cedera serta keputusan memainkan dirinya di luar posisi terbaik membuat kontribusinya tidak maksimal. Meski mampu mencetak 18 gol dan memberikan lima assist dari 62 penampilan, hanya enam gol dan dua assist yang ia hasilkan dalam dua musim Premier League.

Christopher Nkunku Tidak Terbiasa Dengan Skema Enzo Maresca

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, memberikan instruksi selama laga Liga Champions melawan Atalanta di Bergamo, Italia, Rabu, (10/12/2025). (AP Photo/Antonio Calanni)

Christopher Nkunku menjelaskan bahwa sistem Enzo Maresca membuat ruang geraknya jadi lebih terbatas. Dalam wawancara dengan media The Athletic, ia mengaku terbiasa mendapatkan kebebasan untuk bergerak dan menciptakan peluang, tetapi situasi tersebut tidak sepenuhnya ia dapatkan selama berada di Chelsea.

Menurut pemain asal Prancis tersebut, pemain yang ditempatkan sebagai winger dituntut untuk menjaga posisinya dan lebih banyak terlibat dalam duel satu lawan satu. Ia sebenarnya mampu menjalankan peran tersebut, tetapi bisa terus bermain dengan pola yang sama sepanjang pertandingan karena membutuhkan kebebasan untuk berpindah posisi dan mencari ruang.

Nkunku juga menyadari bahwa Maresca memiliki sistem dan keputusan sendiri dalam menentukan posisi pemain. Ia sempat menyampaikan kemungkinan bermain di posisi lain, tetapi tetap menghormati keputusan sang pelatih. Bagi Nkunku, Maresca merupakan sosok yang memiliki wewenang penuh dalam menentukan bagaimana dirinya bermain di atas lapangan.

Nyaman di RB Leipzig

Chelsea menang lima gol tanpa balasa. Christopher Nkunku memborong tiga gol alias hattrick. Dua gol lainnya lahir berkat bunuh diri Paul Farman dan aksi Pedro Neto. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Setelah menjadi pilar penting RB Leipzig selama beberapa musim, Christopher Nkunku memang sempat memilih tantangan baru dengan pindah ke Chelsea. Ia kemudian kembali ke Jerman karena merasa RB Leipzig merupakan tempat yang ideal untuk bermain dan menemukan ritme terbaiknya.

Perjalanan Nkunku di Chelsea dan AC Milan tidak bisa disebut sepenuhnya gagal. Ia mencatatkan total 26 gol dan delapan assist dalam 97 penampilan untuk kedua klub tersebut. Namun, cedera hamstring pada akhir musim pertamanya bersama Chelsea menjadi salah satu momen yang membuat perjalanan karirnya di Inggris berjalan berbeda dari yang diharapkan.

Kini, Nkunku kembali ke RB Leipzig dengan status pemain senior sekaligus sosok yang memiliki pengalaman besar di klub tersebut. Selain berkontribusi di atas lapangan, pemain berusia 28 tahun tersebut diharapkan dapat membantu perkembangan para pemain muda RB Leipzig melalui pengalaman yang dimilikinya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya