Ngebet Tinggalkan Manchester United, JJ Gabriel Dapat Peringatan Keras

JJ Gabriel berniat pindah dari Manchester United. Banyak klub yang berminat kepadanya.

oleh ThomasDiterbitkan 23 September 2026, 18:30 WIB
Aksi wonderkid Manchester United JJ Gabriel (Instagram JJ Gabriel)

Liputan6.com, Jakarta - Masa depan wonderkid Manchester United, JJ Gabriel, tengah menjadi sorotan setelah pemain berusia 15 tahun itu meminta meninggalkan klub. Sejumlah raksasa Eropa, termasuk Real Madrid dan Barcelona, disebut tertarik mendapatkan tanda tangannya.

Situasi tersebut turut mengundang perhatian mantan pemain Chelsea dan juara Piala Dunia 1998 bersama Timnas Prancis, Frank Leboeuf. Ia mengingatkan bahwa kepindahan ke klub sebesar Real Madrid atau Barcelona tidak otomatis menjamin kesuksesan karier Gabriel.

Gabriel sebelumnya meminta Manchester United membatalkan registrasinya. Permintaan tersebut datang ketika sang pemain belum mendapatkan kesempatan tampil bersama tim utama secara kompetitif.

Manchester United dilaporkan masih berusaha mempertahankan pemain muda tersebut. Di sisi lain, sejumlah klub elite Eropa disebut memantau perkembangannya, termasuk Real Madrid, Barcelona, Paris Saint-Germain, Chelsea, dan Manchester City.

Leboeuf menilai situasi Gabriel cukup unik karena sang pemain masih berusia sangat muda. Menurutnya, keputusan mengenai masa depan seorang pemain berusia 15 tahun seharusnya tidak semata-mata didasarkan pada kesempatan bermain di level senior.

"Ini situasi regulasi yang aneh. Tidak ada yang memperkirakan pemain berusia 15 tahun memiliki pilihan untuk meninggalkan Manchester United menuju klub seperti Real Madrid hanya karena dia belum bermain untuk tim utama," ujar Leboeuf seperti dikutip dari Tribal Football.

Tekanan Besar Leboeuf juga menyoroti besarnya tekanan yang harus dihadapi Gabriel, keluarganya, serta pihak yang mewakilinya dalam menentukan langkah berikutnya. Menurutnya, seorang manajer tidak bisa dipaksa menurunkan pemain berusia 15 tahun ke tim utama hanya untuk mempertahankan sang talenta di klub. "Anda tidak bisa memaksa seorang manajer tim utama memainkan pemain berusia 15 tahun hanya untuk mempertahankannya. Hal itu memberikan tekanan besar kepada pemain, keluarganya, dan orang-orang yang mewakilinya untuk mengambil keputusan yang tepat," kata Leboeuf. Mantan bek Timnas Prancis itu kemudian memberikan pesan penting terkait kemungkinan Gabriel pindah ke salah satu klub raksasa Spanyol. "Pindah ke Real Madrid atau Barcelona, alih-alih bertahan di Manchester United, tidak menjamin kesuksesan," ujarnya. Leboeuf menilai usia Gabriel menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan dalam situasi tersebut. "Ini sangat disayangkan bagi sepak bola karena dia masih terlalu muda untuk menghadapi keputusan seperti ini," sambungnya.

Leboeuf juga menyoroti besarnya tekanan yang harus dihadapi Gabriel, keluarganya, serta pihak yang mewakilinya dalam menentukan langkah berikutnya.

Menurutnya, seorang manajer tidak bisa dipaksa menurunkan pemain berusia 15 tahun ke tim utama hanya untuk mempertahankan sang talenta di klub.

"Anda tidak bisa memaksa seorang manajer tim utama memainkan pemain berusia 15 tahun hanya untuk mempertahankannya. Hal itu memberikan tekanan besar kepada pemain, keluarganya, dan orang-orang yang mewakilinya untuk mengambil keputusan yang tepat," kata Leboeuf.

Mantan bek Timnas Prancis itu kemudian memberikan pesan penting terkait kemungkinan Gabriel pindah ke salah satu klub raksasa Spanyol.

"Pindah ke Real Madrid atau Barcelona, alih-alih bertahan di Manchester United, tidak menjamin kesuksesan," ujarnya.

Leboeuf menilai usia Gabriel menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan dalam situasi tersebut.

"Ini sangat disayangkan bagi sepak bola karena dia masih terlalu muda untuk menghadapi keputusan seperti ini," sambungnya.

Real Madrid dan Barcelona Memantau

JJ Gabriel, pemain muda Manchester United. (Dok. manutd.com)

Gabriel dikenal sebagai salah satu talenta paling menonjol di akademi Manchester United. Namanya semakin mencuat setelah mendapat kesempatan berlatih bersama tim utama dan masuk dalam rencana klub untuk mendapat menit bermain.

Real Madrid dilaporkan menjadi salah satu klub yang serius memantau situasi Gabriel. Barcelona juga tertarik, sementara sejumlah klub besar Eropa lainnya ikut mengamati perkembangan sang pemain.

Gabriel bahkan sempat berada di Barcelona untuk membicarakan kemungkinan langkah berikutnya. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai klub yang akan menjadi pelabuhan berikutnya bagi pemain muda tersebut.

Faktor usia juga membuat proses perpindahan Gabriel tidak sederhana. Regulasi FIFA memiliki pembatasan terhadap transfer internasional pemain di bawah 18 tahun, sehingga status kewarganegaraan dan persyaratan lain menjadi bagian penting dalam kemungkinan kepindahannya ke klub Eropa.

Untuk sementara, masa depan JJ Gabriel masih menjadi tanda tanya. Manchester United masih berupaya mempertahankannya, sedangkan Real Madrid, Barcelona, dan sejumlah klub elite lainnya terus dikaitkan dengan pemain yang digadang-gadang sebagai salah satu prospek muda menarik di sepak bola Inggris tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya