Liputan6.com, Jakarta - Persija Jakarta menemukan variasi baru di lini belakang pada tiga pertandingan pembuka BRI Super League 2026/2027. Kyohei Yoshino, gelandang asal Jepang berusia 31 tahun, diproyeksikan sebagai bek sayap dan membalas kepercayaan itu dengan penampilan yang solid.
Kesempatan pertama hadir saat menghadapi Borneo FC Samarinda pada pekan perdana. Yoshino masuk di babak kedua menggantikan Rio Fahmi dan menutup sisi kiri pertahanan.
Advertisement
Sepekan berikutnya, perannya bergeser. Ia tampil sejak menit awal sebagai bek sayap kanan ketika Persija Jakarta bertemu Persib Bandung.
Pertama Kali Menjaga Sisi Pertahanan
Penempatan sebagai bek sayap kembali diberikan saat bersua Java United FC. Yoshino kembali menjadi starter di sisi kanan dan menyelesaikan pertandingan hingga usai.
Serangkaian penampilan tersebut menyoroti fleksibilitasnya. Pengalaman bersaing di J1 League dan K League 1 membentuk kemampuannya membaca permainan, kuat dalam duel, serta disiplin menjaga area bertahan.
“Sejujurnya, ini adalah posisi yang belum pernah saya mainkan sepanjang karier. Sebenarnya, masih banyak tantangan yang saya hadapi dalam tiga pertandingan itu. Namun, saya dituntut untuk memberikan kemampuan terbaik saya pada posisi dan tugas yang diinstruksikan oleh Pelatih Shin Tae-yong. Saya memiliki tekad kuat untuk menjalankan peran saya di posisi mana pun demi membantu tim meraih kemenangan dan terus berkembang,” tutur Yoshi.
Variasi Umpan Jarak Jauh
Bagi Kyohei Yoshino, menerima peran berbeda bukan sekadar urusan adaptasi. Ia ingin tetap memberi aksen dalam permainan Persija Jakarta melalui keahlian yang dimilikinya.
Pemain yang pernah memperkuat Cerezo Osaka, Yokohama, dan Tokyo Verdy itu terus mengasah variasi, termasuk mengandalkan umpan jarak jauh untuk membuka ruang dan memulai serangan.
“Sembari menjaga ritme permainan, saya ingin memberikan variasi melalui operan jarak jauh yang dapat menjadi titik awal serangan sekaligus menciptakan alur permainan yang dinamis,” ucap Yoshi.