Persik Kediri Genjot Fisik di Jeda FIFA Matchday Sambut Jadwal Padat Oktober

Persik Kediri memanfaatkan jeda BRI Super League 2026/2027 untuk mengasah kebugaran.

oleh Gatot SumitroDiterbitkan 26 September 2026, 22:30 WIB
Laga Garudayaksa FC kontra Persik Kediri pada pekan kedua BRI Super League 2026, Jumat (11-9-2026). (Dok. ileague.id)

Liputan6.com, Jakarta - Persik Kediri memaksimalkan jeda panjang BRI Super League 2026/2027 bertepatan kalender FIFA Matchday September–Oktober dengan fokus pada penguatan kondisi fisik skuad. Langkah ini diambil karena Oktober akan diisi empat pertandingan, termasuk duel kontra Madura United di Kediri serta lawatan ke markas Persija dan Persib.

Pelatih Persik, Marcos Reina, menilai kebugaran Bayu Otto dan rekan-rekan masih bisa ditingkatkan menuju level puncak agar sanggup menjaga tempo permainan sepanjang bulan yang padat tersebut. Ia menekankan program latihan fisik intens sebagai prioritas selama tim liga lain jeda karena FIFA ASEAN Cup 2026.

“Fisik pemain sudah bagus. Tapi kami perlu menggunakan minggu ini untuk mengangkat lebih fit lagi. Karena jadwal mendatang padat dan kami butuh vitalitas tubuh prima,” katanya.

Intens Jalani Latihan

Persik Kediri justru memanfaatkan jeda panjang BRI Super League 2026/2027 dengan menempa fisik pemainnya. (Doc Persik)

Reina, pelatih asal Spanyol, mengaitkan penguatan faal tubuh dengan karakter permainan yang ia terapkan. Menurutnya, intensitas tinggi menuntut daya tahan optimal agar tim dapat menjaga kualitas permainan sejak awal hingga akhir laga.

Pada tiga pertandingan awal musim, Persik menunjukkan pendekatan spartan: disiplin saat bertahan dan agresif ketika menekan lawan. Pola ini, kata Reina, menguras energi dan mengharuskan pemain berada dalam kondisi terbaik di setiap momen pertandingan.

“Kami ingin menjadi tim yang intens di semua momentum. Untuk itu, kami harus punya tim dengan kondisi terbaik,” ujarnya.

Kondisi Fisik Baik

Reina menyebut kebugaran para pemain berada pada level yang baik meski tim sempat mendapat libur singkat usai bermain imbang 1-1 di kandang Arema FC. Sesi evaluasi tetap dilakukan untuk memetakan detail kondisi fisik individual sebelum memasuki rangkaian laga Oktober.

Dari hasil tes fisik internal, dua legiun asing Persik, Imanol Garcia dan Ernesto Gomes, mencatat nilai tertinggi. Data tersebut dijadikan acuan untuk menaikkan standar latihan agar merata di seluruh posisi.

“Dari hasil tes itu, nilai Imanol Garcia dan Ernesto Gomez terbaik. Kita upayakan pemain lain juga bisa mencapai puncak kebugaran yang kita inginkan," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya