Liputan6.com, Jakarta - PSS Sleman memilih memanfaatkan jeda FIFA Matchday untuk memperbaiki performa. Setelah start buruk di BRI Super League 2026/2027, Super Elja langsung menggelar sesi evaluasi dan latihan guna mengembalikan ritme tim.
Rangkaian hasil negatif datang beruntun: kalah 1-2 dari Bali United, takluk 1-3 dari Madura United, dan kembali tumbang 1-2 saat menghadapi Dewa United. Posisi PSS terpuruk di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan nol poin, baru mencetak tiga gol dan sudah kebobolan tujuh kali.
Advertisement
Skuad tidak mendapat libur panjang setelah laga terakhir kontra Dewa United pada Minggu (20/9/2026). Pelatih Pieter Huistra hanya memberi waktu istirahat dua hari sebelum tim kembali berlatih sejak Rabu.
"Mereka tampak tidak terpengaruh. Kami sudah mulai berlatih lebih awal. Sebagian besar tim memiliki waktu libur selama satu pekan, sedangkan kami memilih hanya dua hari. Kami sudah kembali berlatih sejak Rabu kemarin," ujar Huistra pada Sabtu (26/9/2026).
Jeda FIFA, Fokus Fisik dan Pola Main
Jeda FIFA Matchday sepanjang tiga pekan menjadi ruang penting bagi PSS untuk pembenahan. Agenda latihan diarahkan guna meningkatkan kondisi fisik sekaligus menajamkan detail permainan tim.
Huistra ingin periode ini dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman skuad terhadap gaya bermain yang diterapkan, terlebih ada pemain yang melewati pramusim relatif singkat sehingga butuh adaptasi lebih.
"Bagi kami, ini penting. Kami memiliki waktu tiga pekan untuk meningkatkan kebugaran pemain dan memastikan mereka yang hanya menjalani pramusim dalam waktu singkat dapat semakin terbiasa dengan cara bermain yang kami inginkan," katanya.
PSS masih memiliki waktu menuju laga pekan keempat pada 11 Oktober 2026. Super Elja akan menjamu PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Huistra Tetap Percaya Diri Meski Start Berat
Pelatih asal Belanda itu menilai awal musim yang sulit tidak lepas dari kualitas lawan yang dihadapi. Dalam tiga pekan, PSS bertemu tim-tim kuat dan dua pertandingan berlangsung di kandang lawan.
"Kepercayaan diri kami tetap tinggi. Kami tahu tim ini memiliki kualitas. Kami juga sudah menghadapi tiga tim yang kuat, dua laga di antaranya berlangsung tandang. Jadi, secara permainan kami sebenarnya tidak tampil terlalu buruk," tuturnya.
Kompetisi baru berjalan tiga pekan dan masih banyak pertandingan menanti Laskar Sembada pada musim 2026/2027, sehingga ruang untuk berbenah dinilai masih lebar.
"Kami masih memiliki banyak kepercayaan diri untuk terus berkembang sepanjang kompetisi dan musim ini. Kami yakin bisa tampil baik bersama tim ini," tegasnya.