Manchester City Menanti Hukuman: Deretan Klub Eropa yang Pernah Terjerat Sanksi Pengurangan Poin

Manchester City sedang menunggu hukuman yang akan diberikan terkait 115 tuduhan yang menjerat mereka sejak 3 tahun lalu.

oleh Deniz AkbarDiterbitkan 30 September 2026, 10:30 WIB
Manchester City. Serupa dengan Real Madrid, Manchester City sepanjang tahun 2022 juga berhasil mencetak 37 kemenangan dari total 54 laga di semua ajang domestik maupun Eropa. Klub asuhan Pep Guardiola tersebut hanya berhasil meraih satu trofi sepanjang tahun 2022, yaitu juara Premier League 2021/2022. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester City tengah dilanda kecemasan usai Komite Independen Premier League memutuskan bahwa mereka bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Situasi tersebut membuat The Citizens kini harus menunggu hukuman apa yang akan menjerat mereka dalam beberapa waktu ke depan.

Kasus seperti yang dialami Manchester City bukanlah yang pertama kali menggemparkan dunia sepak bola. Sebelumnya, sejumlah klub Eropa lain juga pernah tersandung perkara yang membuat mereka dihukum. Salah satu sanksi yang paling sering diberikan adalah pengurangan poin.

Mulai dari tim di kompetisi domestik Inggris, Italia, hingga Ukraina pernah merasakan pahitnya pengurangan poin. Mereka akhirnya harus memulai liga di musim baru dengan selisih poin yang jauh dari tim lain.

Berikut adalah daftar klub Eropa yang mendapatkan sanksi pengurangan poin terbesar sepanjang sejarah. Berkaca dari nama-nama di bawah, nasib serupa dapat diterima oleh Manchester City dalam kasusnya kali ini. 

1. Luton Town (30 Poin)

Luton Town rayakan sukses promosi ke Liga Inggris pada musim 2023/2024. (ADRIAN DENNIS / AFP)

Sanksi pengurangan poin menimpa salah satu klub Inggris Luton Town memasuki musim 2008/2009. Tim yang pernah mencicipi Premier League pada musim 2023/2024 tersebut dinyatakan melanggar transaksi transfer serta administrasi liga yang membuat mereka dikurangi 30 poin.

Keputusan tersebut membuat perjalanan The Hatters kian suram. Mereka menuntaskan liga di peringkat terakhir dan mesti turun kasta ke National League. Luton menghabiskan total 5 musim sebelum dapat kembali promosi ke EFL League Two pada musim 2013/2014.

2. AC Milan, Fiorentina, dan Lazio (30 Poin)

Bintang AC Milan dari 1999 hingga 2006. Andriy Shevchenko. (AFP/Paco Serinelli)

Saat skandal Calciopoli terbongkar di tahun 2006, sejumlah tim Serie A mendapatkan imbas yang berat. Di samping Juventus yang didegradasi ke Serie B, klub top lain seperti AC Milan, Fiorentina, dan Lazio harus rela menerima pemangkasan poin yang terbilang tak sedikit.

Meski tak ikut terelegasi ke Serie B, dampak pengurangan poin tak main-main. Lazio, Fiorentina, dan AC Milan memulai musim berikutnya dengan poin masing-masing -15, -8, dan -3.

3. FC Dnipro (24 Poin)

FC Dnipro.

Krisis finansial berkepanjangan adalah awal petaka runtuhnya kejayaan FC Dnipro di kompetisi domestik Ukraina. Hukuman yang dijatuhkan pada musim 2016/2017 tersebut membuat mereka mengakhiri musim di peringkat 11, terpaut 3 poin dari Volyn Lutsk yang mengisi posisi paling buncit.

Setelahnya, kondisi keuangan klub tak kunjung membaik. FC Dnipro kemudian harus rela diturunkan ke kasta ketiga Ukraina dan kembali berjuang dari kasta bawah. Klub tersebut akhirnya resmi dinyatakan bangkrut pada tahun 2018.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya