IOAC 2026 Sukses, PB Akuatik Indonesia Sambut Munculnya Talenta Baru

PB Akuatik Indonesia menilai IOAC 2026 berjalan lancar. Sembilan rekor nasional pecah, pembinaan jangka panjang untuk atlet muda ditegaskan Harlin Rahardjo.

oleh Farrel Mido DestianoDiterbitkan 06 November 2026, 22:30 WIB
Indonesia Open Aquatic Championships 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2026 mendapat penilaian positif dari PB Akuatik Indonesia. Ajang di Jakarta ini melahirkan sembilan rekor nasional, dengan mayoritas datang dari kelompok usia muda.

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, menyebut rangkaian lomba berlangsung mulus sekaligus menandai kemajuan pembinaan akuatik nasional, khususnya di level junior.

"Alhamdulillah dari segi penyelenggaraan sangat baik ya, jadi lancar. Dari prestasi ada sembilan pemecahan rekor nasional, jadi itu merupakan kemajuan dari atlet-atlet kita, atlet-atlet junior kita," ujar Harlin Rahardjo usai perlombaan IOAC 2026 di GBK Akuatik Stadium, Jumat (6/11/2026).

Asah Diri, Bersaing di Level Internasional

Indonesia Open Aquatic Championships 2026, Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, GBK Akuatik Stadium, Jumat (6/11/2026).

Harlin mengingatkan para perenang muda agar tidak cepat puas dengan capaian di tingkat nasional. Ia menekankan pentingnya konsistensi latihan dan peningkatan kemampuan teknis untuk menghadapi kompetisi yang lebih ketat.

"Mudah-mudahan tidak berhenti di sini karena mereka harus lebih mengasah kemampuan lagi di event selanjutnya, terutama internasional," ujar Harlin.

"Kita tidak ingin mereka cuma jago kandang. Di sini mereka sudah yang terbaik, tapi di Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia mereka masih harus bersaing," lanjutnya.

Ia juga menyoroti potensi di Kelompok Umur (KU) 3, salah satunya perenang 15 tahun bernama Suarez. Menurut Harlin, talenta seperti ini perlu pengawalan ketat agar grafik performa terus naik hingga mencapai puncak.

Pembinaan Atlet: LTAD dan Disiplin Pelatih

Tingginya minat peserta di IOAC 2026 dinilai sebagai sinyal sehatnya ekosistem olahraga akuatik. PB Akuatik Indonesia mendorong pola pengembangan jangka panjang yang sesuai tahapan usia.

Harlin menekankan penerapan konsep Long Term Athlete Development (LTAD) secara tepat, disertai kontrol beban latihan agar perkembangan atlet muda berlangsung aman dan berkelanjutan.

"Dengan banyak peserta, berarti ekosistem akuatik makin berkembang. Kita harus menerapkan long term athlete development sejak dini, namun harus sesuai dengan kelompok umurnya. Jangan sampai perenang masih muda kita genjot seakan-akan sudah mature," ujar Harlin.

Prinsip pembinaan berjenjang, terstruktur, dan berkesinambungan disebut sebagai kunci untuk melahirkan atlet kelas dunia. Harlin meminta pelatih disiplin menjalankan rencana tersebut agar potensi tidak padam sebelum waktunya.

"Jangan sampai layu sebelum berkembang. Nah itu yang menjadi PR untuk pelatih-pelatih kita. Pembinaan harus berjenjang dan terstruktur, nanti baru kita petik hasilnya di ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade," tambah Harlin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya