Kejar Mimpi Tembus Level Dunia, Pembalap Indonesia Rela Tinggal di Italia Sejak Usia 10 Tahun

Oliver Sini merupakan salah satu pembalap muda potensial Indonesia. Demi ambisi besarnya, Oliver rela tinggal di Italia menimba ilmu.

OlehThomas
Diterbitkan 06 November 2026, 10:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Demi mewujudkan impian menjadi pembalap profesional dunia, Oliver Sini rela menjalani kehidupan berbeda dibandingkan remaja seusianya. Pembalap karting muda asal Indonesia tersebut telah menetap di Italia sejak usia 10 tahun untuk mengembangkan kemampuan dan meniti karier di tengah ketatnya persaingan motorsport Eropa.

Sejak 2022, Oliver menjalani aktivitas balap secara penuh waktu di Eropa. Italia dipilih sebagai tempat tinggal sekaligus pusat pengembangan kariernya karena negara tersebut merupakan salah satu pusat perkembangan motorsport dunia.

Keputusan besar itu tidak lepas dari peran Haridarma Manoppo, pembalap profesional yang turut membimbing Oliver sejak masih berusia tujuh tahun. Haridarma melihat potensi besar dalam diri Oliver sehingga mendorongnya untuk mengembangkan bakat di kompetisi Eropa.

"Saya mentoring Oliver kira-kira sejak umur tujuh tahun. Dia fast learner. Selama kurang lebih tiga tahun saya sudah melihat bakat dan potensinya luar biasa. Karakter balapnya juga matang, jadi dengan karakteristik itu saya merasa sayang jika kemampuannya tidak diasah di event balap Eropa full time," ujar Haridarma.

Menjalani kehidupan sebagai pembalap muda di Eropa tentu bukan perkara mudah. Oliver harus beradaptasi dengan lingkungan internasional, menghadapi jadwal latihan dan kompetisi yang padat, serta bersaing dengan pembalap-pembalap muda berbakat dari berbagai negara.

Persiapannya pun tidak sebatas mengasah kemampuan mengemudi di lintasan. Oliver secara rutin mempelajari data balapan bersama race engineer, berdiskusi dengan mekanik untuk memahami karakteristik gokart, menggunakan simulator guna mempelajari sirkuit baru, hingga menjalani program latihan fisik secara mandiri.

Berbagai proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan teknis, kedisiplinan, kemandirian, dan mentalitas yang dibutuhkan untuk menapaki jenjang motorsport profesional.

Berawal dari Sentul, Oliver Sini Tembus Persaingan Karting Eropa

Perjalanan Oliver di dunia balap dimulai ketika usianya masih lima tahun. Saat itu, dia mengikuti jejak sang kakak yang lebih dahulu mengenal olahraga karting di Sirkuit Sentul.

Ketertarikannya terhadap dunia balap semakin berkembang hingga akhirnya mulai mengikuti kompetisi karting pada usia tujuh tahun.

Kesempatan besar datang ketika Oliver berusia 10 tahun. Dia mendapat peluang bergabung dengan Tony Kart Racing Team, salah satu langkah penting yang membawanya semakin dekat dengan persaingan karting internasional.

Sejumlah prestasi pun berhasil ditorehkan. Oliver beberapa kali meraih gelar juara Kejurnas Eshark ROK Cup Indonesia pada periode 2020-2022 di kelas Cadet dan Mini.

Pada 2024, dia juga mengoleksi lima podium di kelas Mini Gr.3 bersama Tony Kart dalam sejumlah kompetisi bergengsi, yakni WSK Open Series, Italian Championship, dan Trofeo Margutti.

Sementara pada 2026, Oliver berhasil meraih gelar juara Asia ROK Cup di kelas Junior yang berlangsung di Sentul.

Musim 2026 menjadi tantangan berikutnya bagi Oliver. Dia melanjutkan karier bersama Prema dengan bendera KR Motorsport dan mengikuti sejumlah kejuaraan internasional, termasuk WSK, Champions of the Future, European Championship, hingga World Championship di kelas OK.

Jadi Satu-satunya Pembalap Indonesia di FIA Karting World Championship 2026

Tantangan terbesar Oliver pada musim ini adalah tampil di FIA Karting World Championship 2026. Kejuaraan tersebut berlangsung pada 5-8 November 2026 di kategori OK.

Oliver menjadi satu-satunya pembalap Indonesia yang berkompetisi dalam ajang tersebut. Meski baru menjalani persaingan di kategori OK, dia memasang target tinggi untuk bisa menembus babak final dan finis di posisi lima besar.

"Minggu ini aku balap di FIA Karting World Championship 2026 di kategori OK dari tanggal 5-8 November. Walaupun di kejuaraan ini aku baru di kategori itu, sebagai satu-satunya pembalap Indonesia aku akan berusaha maksimal dengan target masuk final dan bisa finish Top 5," ujar Oliver.

Haridarma menilai Oliver sudah memiliki bekal pengalaman untuk menghadapi persaingan di level dunia. Pengalaman naik podium di sejumlah kejuaraan Eropa sebelumnya menjadi modal penting bagi pembalap muda tersebut.

Namun, persaingan di FIA Karting World Championship memiliki tantangan tersendiri. Oliver harus berhadapan dengan 104 pembalap yang memiliki kemampuan kompetitif di kategori OK.

"Oliver sudah punya pengalaman ketatnya kompetisi balap di Eropa, bekalnya sudah ada, sudah beberapa kali podium juga di kelas sebelumnya OK-J dan Mini. Untuk kejuaraan FIA World Championship ini memang sedikit berbeda, satu kali dalam setahun dan sangat sengit kompetisinya," kata Haridarma.

"Kali ini dia balapan di kelas OK dengan pesaing yang luar biasa sebanyak 104 pembalap. Saya yakin dengan strategi yang baik dan kerja sama dengan semua yang terlibat, harapannya Oliver masuk final dan finish di posisi Top 5," tambahnya.

Tetap Menikmati Kehidupan Remaja di Balik Helm Balap

Di balik kesibukannya menjalani kehidupan sebagai atlet internasional, Oliver tetaplah seorang remaja berusia 14 tahun yang memiliki kegemaran seperti anak seusianya.

Dia mengidolakan pembalap Formula 1 Lewis Hamilton dan merupakan penggemar klub sepak bola Liverpool. Selain dunia balap, Oliver juga menyukai bermain game serta menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Lingkungan balap internasional juga memberinya kesempatan untuk menjalin pertemanan dengan pembalap muda dari berbagai negara. Pengalaman tersebut membantu Oliver beradaptasi dengan perbedaan budaya dan karakter.

Perpaduan antara kehidupan remaja dan tanggung jawab sebagai atlet internasional menjadi bagian dari perjalanan Oliver dalam mengejar cita-citanya.

Bagi Oliver, karting bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi untuk membangun karier jangka panjang di dunia motorsport. Dengan pengalaman berkompetisi di Eropa sejak usia muda, dia terus berusaha meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri untuk melangkah ke jenjang balap yang lebih tinggi.

Perjuangan meninggalkan Indonesia sejak usia 10 tahun menjadi bagian dari pengorbanan Oliver untuk mengejar mimpi. Kini, tantangan di FIA Karting World Championship 2026 menjadi kesempatan berikutnya bagi pembalap muda Indonesia tersebut untuk menunjukkan kemampuannya di panggung dunia.