Retak! Hubungan Kylian Mbappe dan Real Madrid Berada di Titik Rawan

Krisis Real Madrid dengan Kylian Mbappe memanas usai cedera dan konflik internal. Hubungan keduanya kini berada di titik kritis.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 06 Mei 2026, 10:40 WIB
Penyerang Real Madrid asal Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, mengontrol bola selama pertandingan Liga Spanyol antara Real Betis dan Real Madrid CF di stadion La Cartuja di Sevilla pada 25 April 2026. (CRISTINA QUICLER/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Situasi panas melanda Real Madrid setelah hubungan dengan Kylian Mbappe mengalami keretakan serius. Ketegangan ini semakin terasa di tengah absennya sang pemain akibat cedera.

Perjalanan Mbappe ke Italia saat masih dalam masa pemulihan memicu reaksi keras dari suporter dan internal klub. Keputusan tersebut dianggap tidak mencerminkan komitmen penuh terhadap tim.

Ketidakpuasan juga muncul dari kedua pihak, baik dari sisi pemain maupun manajemen klub. Situasi ini berkembang menjadi konflik terbuka yang memengaruhi suasana ruang ganti.

Awal Konflik dari Pergantian Pelatih

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memeluk Kylian Mbappe setelah laga melawan Marseille dalam laga matchday 1 League Phase Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Rabu (17/9/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Masalah mulai muncul sejak pemecatan Xabi Alonso pada Januari lalu. Mbappe secara jelas menunjukkan dukungannya kepada pelatih tersebut sebelum keputusan diambil.

Keputusan Florentino Perez memecat Alonso tidak diterima dengan baik oleh Mbappe. Ia juga merasa tidak nyaman bermain di bawah arahan Alvaro Arbeloa.

Situasi ini menciptakan jarak emosional antara pemain dan klub sejak awal tahun. Ketidakcocokan visi mulai terlihat dalam berbagai aspek permainan dan kebijakan tim.

Cedera dan Tuduhan Internal

Real Madrid harus puas bermain imbang 1-1 kontra Girona pada laga pekan ke-31 La Liga di Santiago Bernabeu, Sabtu (11/04/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Ketegangan meningkat saat Mbappe mengalami cedera lutut dalam beberapa waktu terakhir. Ia merasa kondisi kesehatannya tidak ditangani dengan optimal oleh pihak klub.

Kekecewaan tersebut ia sampaikan secara terbuka kepada rekan setim dan staf internal. Hal ini semakin memperburuk hubungan yang sudah retak sebelumnya.

Di sisi lain, klub mengklaim bahwa Mbappe hanya mengalami cedera otot ringan. Namun, tidak semua pihak di dalam klub percaya sepenuhnya pada kondisi tersebut.

Ruang Ganti Terbelah

Dalam acara tersebut dihadiri Presiden Real Madrid Florentino Perez dan legenda klub Zinedine Zidane. (AP Photo/Andrea Comas)

Perjalanan ke Italia menjadi titik balik yang memperparah situasi di ruang ganti. Beberapa pemain mulai mempertanyakan komitmen Mbappe terhadap tim.

Perbandingan dengan Vinicius Junior pun muncul di internal tim. Pemain asal Brasil itu dinilai lebih konsisten dalam kontribusi bertahan dibanding Mbappe.

Ketegangan ini menciptakan suasana tidak sehat di dalam skuad. Tidak adanya komunikasi terbuka membuat masalah terus berlarut.

Hubungan antara Mbappe dan Real Madrid kini berada di titik rawan. Kedua pihak sama-sama menunjukkan ketidakpuasan, menandakan adanya keretakan yang sulit diperbaiki dalam waktu dekat.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya