Meski Juara, Arsenal Belum Layak Disebut Tim Hebat!

Legenda MU Paul Scholes melontarkan kritik pedas terhadap Arsenal. Ia menilai gelar juara The Gunners musim ini diraih karena performa buruk rival-rival mereka.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 08 Mei 2026, 16:02 WIB
Selebrasi Bukayo Saka dkk. dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (AP Photo/Alastair Grant)

Liputan6.com, Jakarta - Paul Scholes kembali memberikan pernyataan tajam mengenai Arsenal. Walaupun skuad didikan Mikel Arteta tengah berada di ambang juara Liga Inggris musim ini, Scholes tetap belum mau mengakui The Gunners sebagai tim yang hebat.

Saat ini, Arsenal tengah memimpin persaingan gelar Premier League sekaligus berhasil melangkah ke partai final Liga Champions untuk berhadapan dengan PSG. Dengan menyisakan tiga pertandingan melawan West Ham, Burnley, dan Crystal Palace, Arsenal sangat diunggulkan untuk menyudahi puasa gelar liga yang telah berjalan lebih dari dua dekade.

Namun, segala pencapaian tersebut ternyata belum mampu membuat Scholes merasa terkesan.

Penegasan Scholes

Gelandang Arsenal asal Inggris #07, Bukayo Saka, merayakan gol kedua tim dari titik penalti dalam pertandingan Premier League antara Arsenal dan West Ham United di Stadion Emirates, London, pada 4 Oktober 2025. (HENRY NICHOLLS/AFP)

Dalam sebuah sesi diskusi bersama Gary Neville, Ian Wright, dan Roy Keane, Scholes kembali mempertegas pernyataannya yang sempat viral beberapa waktu lalu.

“Kalau Arsenal juara liga, rasanya bukan karena mereka tim terbaik, tetapi karena tim-tim lain tampil buruk,” ujar Neville yang mengulang kembali ucapan Scholes sembari membuat Wright tertawa hingga menundukkan kepala ke meja.

Meski mendapatkan banyak kecaman dari para suporter Arsenal, Scholes memilih untuk tetap pada pendiriannya dan tidak menarik ucapannya.

“Saya masih berdiri dengan sebagian besar pendapat itu,” kata Scholes.

Scholes Bandingkan Arsenal dengan Man City

Jeremy Doku berduel dengan Martin Zubimendi dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026. (AP Photo/Richard Pelham)

Walau melontarkan kritik, pria yang pernah mengoleksi 11 trofi Liga Inggris bersama Manchester United ini mengakui adanya perkembangan pada tubuh Arsenal dalam beberapa tahun belakangan.

Ia berpendapat bahwa label "bottlers" atau tim yang sering kali kandas di momen krusial tidak sepenuhnya pantas disematkan kepada Arsenal. Baginya, membentuk sebuah tim juara memang memerlukan proses dan waktu.

Scholes lantas memberikan perbandingan antara kondisi Arsenal saat ini dengan perjalanan Manchester City sewaktu mulai tumbuh menjadi kekuatan yang dominan di kompetisi Inggris.

“Saya ingat ketika City mulai datang dan finis di posisi kedua, ketiga, atau keempat. Proses itu memang perlu waktu,” ucapnya.

Arsenal Bukan Tim Hebat

Akan tetapi, Scholes tetap merasa Arsenal belum memperlihatkan kapasitas sebagai kesebelasan besar lantaran tidak mampu menumbangkan rival-rival utama seperti Manchester City dan Liverpool pada musim ini.

“Untuk menjadi tim hebat, Anda harus mengalahkan tim hebat,” tegasnya.

Roy Keane kemudian berusaha memberikan sudut pandang yang berbeda. Menurutnya, Arsenal masih mempunyai kesempatan untuk tumbuh menjadi tim yang jauh lebih dominan dalam beberapa tahun mendatang.

Scholes pun menyatakan kesepakatannya atas hal tersebut. “Ada peluang besar ke arah sana. Itu yang mungkin akan membuat mereka menjadi tim hebat,” katanya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya