Real Madrid Semakin Memanas: Orang Tua Pemain Ikut Protes ke Florentino Perez

Situasi internal Real Madrid dikabarkan semakin memanas, kondisi ruang ganti Los Blancos disebut sedang tidak harmonis.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 08 Mei 2026, 16:39 WIB
Dua pemain Real Madrid, Kylian Mbappe dan Vinicius Junior, menjadi sosok penting kemenangan Los Blancos atas Deportivo Alaves di Santiago Bernabeu, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Situasi internal Real Madrid dikabarkan semakin memanas jelang akhir musim 2025/2026. Bukan hanya soal performa tim di lapangan yang terancam tanpa gelar, kondisi ruang ganti Los Blancos juga disebut sedang tidak harmonis.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa orang tua dari dua pemain Real Madrid sampai turun tangan langsung untuk menyampaikan keluhan kepada presiden klub, Florentino Perez. Mereka dikabarkan tidak puas dengan minimnya kesempatan bermain yang diterima anak mereka sepanjang musim ini.

Menurut laporan Cadena Cope yang dikutip Mundo Deportivo, identitas dua pemain tersebut memang tidak diungkapkan. Namun, aksi protes itu memperlihatkan bahwa ketegangan di internal klub kini sudah merembet hingga ke pihak keluarga pemain.

Internal Real Madrid Kacau

Presiden Real Madrid, Florentino Perez. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Dalam beberapa bulan terakhir, suasana di tubuh Real Madrid memang disebut semakin tidak kondusif. Banyak pemain mulai merasa kecewa dengan pembagian menit bermain yang dilakukan pelatih Alvaro Arbeloa.

Beberapa nama seperti Dani Carvajal dan Alvaro Carreras juga dikabarkan mulai frustrasi karena jarang mendapat kepercayaan tampil. Situasi itu membuat ruang ganti Madrid perlahan terbelah menjadi beberapa kubu.

Puncak ketegangan disebut terjadi pada Kamis lalu ketika Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni terlibat pertengkaran hebat. Insiden tersebut bahkan dikabarkan membuat Valverde harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Meski belum ada pernyataan resmi dari klub terkait kabar tersebut, berbagai laporan media Spanyol menyebut hubungan antar pemain mulai memburuk akibat tekanan hasil buruk sepanjang musim.

Masa Depan Arbeloa

Pelatih kepala Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyaksikan pertandingan La Liga Spanyol antara Real Madrid dan Levante dari pinggir lapangan di Madrid, Spanyol, Sabtu, 17 Januari 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Real Madrid sendiri berada dalam situasi sulit karena berpotensi mengakhiri musim tanpa satu pun trofi besar. Kondisi itu semakin memperbesar tekanan terhadap Arbeloa yang dinilai gagal mengendalikan atmosfer tim.

Masa depan Arbeloa di Santiago Bernabeu kini mulai dipertanyakan. Pelatih asal Spanyol itu disebut berpeluang besar meninggalkan kursi pelatih pada akhir musim apabila gagal mempersembahkan gelar.

Namun pergantian pelatih diyakini belum tentu langsung menyelesaikan masalah. Florentino Perez disebut harus mengambil keputusan besar pada bursa transfer musim panas nanti demi meredam konflik internal.

Kemungkinan melepas beberapa pemain yang dianggap menjadi pusat perpecahan ruang ganti mulai muncul. Meski demikian, Perez kabarnya masih ingin mempertahankan sebanyak mungkin pemain bintang Real Madrid.

Klasemen Liga Spanyol 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya