4 Pemain Real Madrid yang Bisa Dicoret dari Skuad Piala Dunia 2026 Akibat Performa Menurun

Kuartet Real Madrid ini berisiko tidak bisa tampil di Piala Dunia 2026 akibat penurunan performa yang signifikan.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 10 Mei 2026, 14:00 WIB
Arda Guler dari Real Madrid (kanan) merayakan bersama Franco Mastantuono dan Trent Alexander-Arnold setelah mencetak gol yang kemudian dianulir dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Mallorca di Madrid, Sabtu, 30 Agustus 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta - Dengan hanya menyisakan tiga laga di La Liga untuk musim ini, nasib perjalanan Real Madrid tampaknya sudah berada di penghujung jalan.

Setelah tersingkir dari perempat final Liga Champions dan hampir dipastikan tidak dapat mengejar Barcelona dalam perburuan gelar liga, musim Los Blancos beralih menjadi periode yang sangat mengecewakan.

Keadaan ini membuat perhatian banyak pemain mulai beralih ke Piala Dunia 2026, yang akan dimulai pada 11 Juni di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Piala Dunia 2026 merupakan kesempatan bagi beberapa bintang Madrid untuk mengakhiri musim yang buruk dengan catatan yang lebih baik bersama tim nasional mereka masing-masing.

Akan tetapi, tidak semua pemain dari Madrid merasa tenang. Menjelang pengumuman skuad akhir tim nasional, beberapa nama ternyata masih dalam posisi yang tidak aman untuk meraih tiket menuju Amerika Utara.

Dari 24 pemain yang tergabung dalam tim utama Madrid, hanya Andriy Lunin yang sudah dipastikan absen karena negara asalnya, Ukraina, gagal lolos ke putaran final.

Tiga pemain lainnya juga dipastikan tidak akan mengikuti turnamen akibat cedera, yaitu Ferland Mendy dari Timnas Prancis serta dua pemain Brasil, Eder Militao dan Rodrygo.

Di sisi lain, Raul Asencio, Alvaro Carreras, dan Gonzalo Garcia belum pernah tampil di level senior bersama Spanyol, sehingga peluang mereka untuk masuk skuad sangat kecil. Nasib yang sama juga dialami oleh Dani Ceballos dan Fran Garcia, yang terakhir kali dipanggil timnas pada tahun 2023.

Real Madrid sebenarnya masih memiliki potensi untuk mengirim sekitar 15 pemain ke Piala Dunia 2026. Namun, jumlah tersebut sangat bergantung pada kemampuan beberapa nama berikut untuk meyakinkan pelatih tim nasional mereka dalam sisa musim ini.

1. Dani Carvajal (Spanyol)

Dani Carvajal, bek kanan Real Madrid, terpilih sebagai MVP dalam final Liga Champions 2023/2024. (AFP/Ina Fassbender)

Musim ini ternyata tidak berjalan mulus bagi Dani Carvajal. Bek kanan berusia 34 tahun tersebut sebelumnya diharapkan dapat memimpin tim sebagai kapten Real Madrid saat memasuki tahun terakhir kontraknya pada musim panas lalu. Namun, alih-alih menikmati akhir karier yang cemerlang di La Liga dan Liga Champions, Carvajal justru menghadapi tantangan besar dengan peran yang semakin terbatas.

Pada bulan Maret lalu, pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, bahkan tidak menyertakan namanya dalam daftar pemain untuk agenda internasional. Sebagai gantinya, De la Fuente lebih memilih Marcos Llorente dan Pedro Porro untuk mengisi posisi bek kanan.

Keadaan Carvajal semakin sulit ketika ia mengalami cedera pada bagian kaki saat berlatih, yang berdampak pada berkurangnya waktu bermainnya hingga akhir musim. Meskipun mengalami berbagai kesulitan, De la Fuente tetap memberikan dukungan kepada Carvajal.

"Dani adalah figur yang sangat penting di ruang ganti kami. Dia aset besar dalam segala aspek," ungkap De la Fuente.

2. Trent Alexander-Arnold (Inggris)

Pemain Real Madrid dari Inggris, Trent Alexander-Arnold #12, tampak beraksi dalam laga Liga Spanyol melawan CA Osasuna di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid.

Trent Alexander-Arnold menghadapi situasi yang berbeda saat ini. Meskipun ia mulai menunjukkan kemampuannya di Madrid, bek asal Inggris ini belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan dari pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel.

Setelah mengalami kesulitan dalam beradaptasi di awal kedatangannya, Alexander-Arnold perlahan-lahan menunjukkan kemampuan umpan jarak jauh dan kreativitas yang menjadi ciri khasnya. Namun, keraguan terhadap kemampuan bertahannya masih terus menjadi perhatian.

Tuchel bahkan tidak menyertakan mantan pemain Liverpool tersebut dalam daftar sementara yang terdiri dari 35 pemain untuk laga internasional pada bulan Maret melawan Uruguay dan Jepang. Hal ini menjadi sinyal bahwa peluangnya untuk masuk ke skuad final cukup kecil.

"Semua pemain masih punya peluang. Tapi, saat ini ada beberapa pemain lain yang berada di depannya," ungkap Tuchel untuk menjelaskan keputusannya. Tuchel juga hadir secara langsung untuk menyaksikan kekalahan Madrid 3-4 dari Bayern Munchen pada leg kedua perempat final Liga Champions bulan lalu.

Namun, masih belum jelas apakah penampilan Alexander-Arnold dalam pertandingan tersebut cukup untuk mengubah pandangan Tuchel mengenai kemampuannya. Dengan berbagai faktor yang memengaruhi keputusan pelatih, masa depan Alexander-Arnold di timnas masih dipertanyakan.

3. Eduardo Camavinga (Prancis)

Eduardo Camavinga, talenta muda Prancis, diprediksi akan menjadi bintang masa depan Real Madrid. Meskipun baru berusia 19 tahun, Camavinga sudah menunjukkan kualitas seorang bintang.

Musim ini, Eduardo Camavinga menghadapi tantangan yang cukup berat. Gelandang asal Prancis tersebut tidak berhasil mendapatkan posisi starter, baik di bawah kepemimpinan Xabi Alonso maupun Alvaro Arbeloa. Posisinya bahkan mulai terancam oleh gelandang muda berusia 18 tahun, Thiago Pitarch.

Setelah kekalahan dari Mallorca pada bulan April lalu, Arbeloa sempat memberikan kritik terhadap performa dan etos kerja Camavinga, yang sebelumnya merupakan pemain Rennes. Meski begitu, pelatih tetap memberikan dukungan kepada Camavinga setelah insiden kartu merah yang kontroversial saat Real Madrid tersingkir dari Bayern Munchen di Liga Champions.

Keadaan ini memicu spekulasi bahwa Camavinga mungkin akan dijual pada bursa transfer musim panas mendatang. Beberapa klub di Premier League dilaporkan sedang memantau situasinya. Menurut laporan dari Prancis, penampilan buruk yang ditunjukkan musim ini membuat peluang Camavinga untuk masuk ke dalam skuad Didier Deschamps semakin menipis.

Saat ini, ia berada di belakang N'Golo Kante, Manu Kone, Adrien Rabiot, serta rekannya di Madrid, Aurelien Tchouameni dan Warren Zaire-Emery dalam persaingan untuk posisi lini tengah. Meskipun Camavinga tetap dipanggil untuk laga internasional Prancis pada bulan Maret lalu, sayangnya ia tidak mendapatkan kesempatan bermain. Sejauh ini, pemain berusia 23 tahun itu telah mencatatkan 29 penampilan bersama Les Bleus.

4. Franco Mastantuono (Argentina)

Franco Mastantuono, pemain asal Argentina, melakukan pemanasan sebelum pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 melawan Chile di Santiago, Chile, pada Kamis, 5 Juni 2025. (Foto AP/Luis Hidalgo)

Franco Mastantuono tiba di Madrid pada musim panas lalu dengan reputasi yang sangat mengesankan sebagai salah satu talenta muda terbaik dari Argentina. Sebelum bergabung dengan Madrid, ia sudah melakukan debut di tim senior Argentina dan mencatatkan namanya sebagai debutan termuda dalam sejarah negaranya, setelah tampil melawan Chile pada usia 17 tahun 296 hari dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sayangnya, perkembangan Mastantuono tampak mengalami penurunan. Penyerang muda ini perlahan kehilangan posisi di tim sejak Alvaro Arbeloa mengambil alih kepemimpinan. Di sepanjang musim ini, ia hanya berhasil mencetak satu gol. Selain itu, ia juga menerima kritik tajam dari pelatihnya setelah mendapatkan kartu merah akibat berteriak kepada wasit saat Madrid mengalami kekalahan dari Getafe.

Dalam beberapa bulan terakhir, Mastantuono lebih sering tampil sebagai pemain pengganti dengan waktu bermain yang terbatas. Meskipun ia pernah bermain selama 45 menit bersama Argentina saat melawan Mauritania pada jeda internasional terakhir, peluangnya untuk masuk dalam daftar akhir pilihan Lionel Scaloni semakin mengecil. Hal ini menunjukkan bahwa perjalanan kariernya di Madrid dan tim nasional saat ini tidak berjalan sesuai harapan.

 

Sumber: Aning Jati (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya