Rentetan Hasil Negatif Chelsea pun Terhenti

Chelsea menahan Liverpool 1-1 di Anfield dan mengakhiri enam kekalahan beruntun di Liga Inggris era Calum McFarlane.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 09 Mei 2026, 22:38 WIB
Liverpool gagal memetik poin penuh saat menjamu Chelsea dalam laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Sabtu (09/05/2026) waktu setempat. (AFP/Peter Powell)

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea akhirnya menghentikan rentetan hasil negatif setelah bermain imbang 1-1 melawan Liverpool di Anfield. Hasil ini menjadi angin segar bagi tim asuhan Calum McFarlane setelah enam kekalahan beruntun di Liga Inggris.

Liverpool sempat unggul lebih dulu melalui Ryan Gravenberch pada awal pertandingan. Namun, Chelsea mampu bangkit dan menyamakan skor lewat tendangan bebas Enzo Fernandez sebelum turun minum.

Hasil tersebut membuat Liverpool tetap berada di posisi keempat klasemen sementara. Sementara itu, Chelsea masih tertahan di peringkat kesembilan, tetapi berhasil menghentikan tekanan besar yang terus membayangi tim dalam beberapa pekan terakhir.

Chelsea Mulai Bangkit di Tengah Tekanan

Kiper Liverpool, Giorgi Mamardashvili, hanya bisa mematung melihat bola masuk ke dalam gawangnya setelah gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, melepas tendangan bebas dalam laga Premier League di Anfield, Sabtu (9/5/2026) malam WIB. (PETER POWELL / AFP)

Chelsea datang ke Anfield dengan situasi yang tidak ideal setelah kalah 1-3 dari Nottingham Forest pekan lalu. Tekanan terhadap pelatih interim Calum McFarlane juga semakin besar menjelang final Piala FA melawan Manchester City.

Meski demikian, Chelsea tampil lebih disiplin dan terorganisasi di laga ini. Perubahan formasi dengan tiga bek membantu lini belakang tampil lebih solid sepanjang pertandingan.

Kembalinya Levi Colwill setelah absen selama 10 bulan memberi dampak positif bagi pertahanan Chelsea. Tim tamu memang kebobolan lebih dulu, tetapi mampu merespons permainan dengan lebih tenang.

Enzo Fernandez menjadi figur penting di lini tengah Chelsea sepanjang laga berlangsung. Selain mencetak gol penyama kedudukan, gelandang Argentina itu juga hampir membawa timnya berbalik unggul.

Liverpool Gagal Maksimalkan Momentum

Duel sengit Liverpool vs Chelsea (AFP)

Liverpool memulai pertandingan dengan intensitas tinggi di depan pendukung sendiri. Ryan Gravenberch membuka skor lewat tendangan melengkung setelah menerima umpan dari Rio Ngumoha.

Namun, setelah unggul cepat, permainan Liverpool perlahan menurun. Chelsea memanfaatkan situasi tersebut untuk mengembangkan permainan dan meningkatkan tekanan.

Liverpool sebenarnya sempat dua kali mencetak gol tambahan pada babak kedua. Akan tetapi, gol Curtis Jones dan Cole Palmer sama-sama dianulir akibat posisi offside dalam proses serangan.

Keputusan Arne Slot menarik keluar Rio Ngumoha pada menit ke-67 memicu reaksi negatif dari suporter tuan rumah. Sorakan kekecewaan terdengar cukup keras dari tribune Anfield setelah pergantian tersebut dilakukan.

McFarlane Bawa Chelsea Keluar dari Krisis

Manajer sementara Chelsea, Calum McFarlane. (Chelsea)

Hasil imbang ini memang belum mengangkat posisi Chelsea secara signifikan di klasemen. Akan tetapi, satu poin di Anfield memberi dorongan moral penting menjelang final Piala FA akhir pekan depan.

Chelsea juga berhasil menghindari catatan buruk tujuh kekalahan beruntun di liga untuk pertama kalinya dalam 74 tahun terakhir. Situasi itu menjadi penting karena tekanan terhadap klub terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Permainan Cole Palmer juga mulai menunjukkan perkembangan positif meski belum maksimal. Chelsea memanfaatkan sisi kiri serangan melalui Marc Cucurella untuk menciptakan peluang berbahaya.

Calum McFarlane kini memiliki modal penting untuk membangun kembali kepercayaan diri tim. Chelsea memang masih memiliki banyak pekerjaan rumah, tetapi hasil di Anfield memberi tanda awal kebangkitan yang sangat dibutuhkan.

Sumber: BBC Sport

Klasemen Premier League/Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya