Pemain Real Madrid Disoraki Fans Sendiri, Florentino Perez: Ini Bernabeu atau Sirkus Romawi?

Presiden Real Madrid, Florentino Perez mengecam keras aksi fans Madrid yang mencemooh pemain. Ia menuding Ultras Sur sebagai provokator di Santiago Bernabeu.

oleh Afdholud DzikryDiterbitkan 13 Mei 2026, 12:05 WIB
Presiden Real Madrid, Florentino Perez dalam sesi konferensi pers. (AP Photo/Bernat Armangue)

Liputan6.com, Jakarta - Gelombang protes dari tribune Santiago Bernabeu memicu reaksi keras Florentino Perez. Presiden Real Madrid ini mengecam aksi suporter yang terus mencemooh para pemain.

Penampilan buruk tim belakangan ini memang membuat pendukung setia merasa kecewa. Teriakan yang menuntut Perez untuk segera mundur juga mulai menggema kuat.

Sang bos besar menuding ada kelompok tertentu yang sengaja memprovokasi keadaan. Ia menyebut sisa-sisa Ultras Sur kembali berusaha merusak atmosfer dukungan stadion. Pihak klub kini bekerja sama dengan kepolisian untuk mengatasi masalah ini.

Tekanan psikologis ini dinilai sangat merugikan mental bertanding para penggawa tim. Perez mengibaratkan cemoohan tersebut seperti orang tua yang sedang memarahi anaknya sendiri.

Bernabeu Bukan Sirkus Romawi

Kandang Real Madrid, Stadion Santiago Bernabeu. (AFP/Gerard Julien)

Manajemen klub tidak akan membiarkan aksi protes ini terus merajalela. Fans seharusnya memberikan dukungan penuh saat tim sedang dalam masa sulit.

Tindakan menyoraki pemain sendiri dianggap sebagai sebuah kemunduran bagi budaya klub. Perez bahkan menyamakan situasi stadion saat ini layaknya arena sirkus kuno. Ia merasa sedih melihat pemainnya dihujat hanya karena sebuah kesalahan kecil.

"Saya sangat kritis terhadap anggota. Anggota Real Madrid tidak seharusnya mengkritik pemain mereka atau mencemooh mereka," ujar Florentino Perez.

"Mereka seharusnya ada di sana untuk mendukung. Tapi apa ini, sirkus Romawi atau semacamnya?" keluhnya.

Dalang di Balik Layar

Tiga gol Federico Valverde di babak pertama mengantar Los Blancos selangkah lebih dekat lolos ke perempat final Liga Champions 2025/2026. Tampak dalam foto, pemain Real Madrid, Federico Valverde, merayakan golnya pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 melawan Manchester City di stadion Santiago Bernabeu, Rabu 11 Maret 2026 waktu setempat atau Kamis 12 Maret 2026 dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Provokasi massal di stadion ini diyakini tidak terjadi secara kebetulan semata. Perez menunjuk kelompok garis keras sebagai dalang utama dari kericuhan tersebut.

Kelompok Ultras Sur diklaim sedang mencoba menyusup kembali ke dalam stadion. Mereka menggunakan gerakan tersembunyi untuk menghasut penonton agar terus menyuarakan rasa tidak puas.

"Tetapi ada juga orang jahat di dalam klub, yang telah kami identifikasi sejak kami mengusir Ultras Sur," bebernya.

"Semuanya dipengaruhi oleh ultras, oleh gerakan Amber ini, yang mengacaukan situasi untuk pertandingan hari Kamis," sambungnya.

Tantangan Terbuka untuk Pembenci

Presiden Real Madrid, Florentino Perez dalam sesi konferensi pers. (AP Photo/Bernat Armangue)

Seruan mundur dari jabatan presiden ditanggapi Perez dengan sangat berani. Ia sama sekali tidak gentar menghadapi ancaman dari pihak oposisi klub.

Pemilihan presiden baru akan segera digelar sebagai ajang pembuktian paling adil. Perez mempersilakan para pengkritiknya untuk maju mencalonkan diri dalam bursa pemilihan resmi.

"Biarkan mereka meneriakkan 'Florentino mundur'. Biarkan mereka ikut pemilihan ini dan menantang saya," tantang sang presiden.

"Saya melakukan apa yang terbaik untuk Real Madrid. Saya harus membela Real Madrid," tegasnya.

Laga kandang melawan Real Oviedo pada hari Jumat dini hari mendatang akan menjadi ujian nyata. Respons publik Santiago Bernabeu bakal menentukan arah dinamika antara suporter dan manajemen klub.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya