Mungkinkah Piala Indonesia Digelar Lagi setelah Vakum 7 Tahun?

Piala Indonesia terakhir kali bergulir pada musim 2018/2019 dengan PSM Makassar keluar sebagai juara.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 18 Mei 2026, 18:30 WIB
PSM Makassar menjuara Piala Indonesia setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan agregat 2-1. (Bola.com/Abdi Satria)

Liputan6.com, Jakarta - Tujuh tahun sudah Piala Indonesia menghilang dari peredaran sepak bola nasional. Turnamen pendamping liga reguler itu terakhir bergulir pada musim 2018/2019.

Saat itu, PSM Makassar keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta di final. Ajang tersebut hingga kini menjadi edisi terakhir yang pernah dilaksanakan. 

Belakangan beredar kabar bahwa ketiadaan Piala Indonesia karena ketidakmampuan I.League selaku operator kompetisi menyusun jadwal. I.League disebut kebingungan mencari jadwal untuk turnamen pendamping kompetisi tersebut.

Asep Saputra selaku Direktur Kompetisi I.League memberikan bantahan. Dengan tegas ia menyatakan bahwa pihaknya tak pernah mengatakan hal itu.

"Saya melihat ada narasi begini, seolah-olah I.Leeague, kebingungan taruh kompetisi. Kami tidak pernah berstatement bahwa Liga kebingungan mencari tempat (jadwal)," kata Asep, dipetik Senin (18/5).

Lagi Disiapkan

Wiljan Pluim dan rekan-rekannya di PSM Makassar merayakan keberhasilan merebut trofi Piala Indonesia pada 2019 lalu. (Bola.com/Abdi Satria)

Justru, kata Asep, I.League sudah menyiapkan rencana untuk menghidupkan Piala Indonesia lagi. Hal ini sesuai dengan arahan dari Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang meminta pihaknya untuk mencari solusi minimnya menit dan waktu bermain para pemain.

"Justru kita sudah menyiapkan. Sekali lagi, Pak Ketua Umum sudah menyampaikan bahwa Liga diminta untuk bisa memberikan solusi atas bagaimana kita menambah jumlah main," jelas Asep.

"Kalendernya sudah kita punya, planningnya sudah ada. Tapi detailnya seperti apa, saya belum sampaikan. Pada waktunya kita akan satukan karena kita butuh sesuatu yang memang betul-betul terukur, jadi bukan kita kebingungan ya," tambahnya.

Ingin Sinkronisasi Semua Kompetisi

Layvin Kurzawa menjalani debut bersama Persib Bandung saat bersua Ratchaburi FC pada laga leg pertama 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026 di Ratchaburi Stadium, Rabu (11/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya, laga perdana Kurzawa bersama Persib berakhir dengan kekalahan 0-3. (dok. Persib Bandung)

Asep menuturkan bahwa fokus I.League adalah menyinkronkan semua kompetisi yang ada, terutama Super League dan Championship agar bisa menyelenggarakan Piala Indonesia.

Bahkan I.League juga mesti menyesuaikan jadwal dengan kompetisi internasional baik AFC Champions League Two, AFC Challenge League, maupun ASEAN Club Championship.

"Kami ingin memastikan sinkronisasi semua, Super League-nya, Championship-nya kalau pun ada turnamen yang memang kita akan launching kemudian hari, termasuk sinkronisasi dengan AFC dan juga ASEAN," katanya.

Segera Diumumkan

Lebih jauh, Asep menyatakan bahwa kepastian Piala Indonesia akan disampaikan oleh I.League secepatnya. Operator kompetisi perlu memastikan persiapannya secara matang terlebih dahulu sebelum diumumkan.

"Sekali lagi itu memang membutuhkan satu persiapan yang harus betul-betul terukur dan pada waktunya kita akan umumkan. Saya juga pernah bilang kemarin, bisa dimonitor kalender kompetisi seperti apa di website-nya I.League ya, mungkin dalam satu minggu terdepan," ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya