Gasak Malaysia 3-0, Garuda Pertiwi Lolos Semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026

Garuda Pertiwi selalu menang dari dua laga yang dijalani di fase grup Srikandi Merdeka Cup 2026.

OlehThomas
Diterbitkan 17 Agustus 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Putri U-16 Indonesia atau Garuda Pertiwi memastikan tiket ke semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Kepastian itu didapat setelah mereka tampil perkasa dengan mengalahkan Malaysia 3-0 pada laga lanjutan Grup B di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (16/8/2026).

Bermain di fasilitas milik Bakti Olahraga Djarum Foundation, skuad asuhan Timo Scheunemann tampil dominan sejak awal pertandingan. Nafeeza Ayasha Nori dan Kesya Arabela Manisya Nian menjadi motor serangan yang membuat lini pertahanan Malaysia kerepotan.

Garuda Pertiwi membuka keunggulan pada menit ke-14. Akselerasi Anya Gabriella Chandra di sisi serangan diakhiri dengan umpan terobosan matang. Fadilla kemudian menunjukkan ketenangannya di depan gawang.

Sang penyerang lebih dulu mengolah bola dan mengecoh kiper Malaysia sebelum menceploskan si kulit bundar ke gawang yang sudah kosong. Garuda Pertiwi pun unggul 1-0.

Tekanan Indonesia terus berlanjut. Hasilnya, gol kedua lahir pada menit ke-32 melalui titik putih.

Berawal dari sepak pojok Nafeeza Ayasha Nori, terjadi kemelut di depan gawang Malaysia. Setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR), wasit menilai Dishana Nagarajan Pillay melakukan pelanggaran terhadap Jazlyn Kayla Firyal.

Jazlyn yang dipercaya menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya menggetarkan gawang Malaysia dan membawa Garuda Pertiwi unggul 2-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Indonesia tetap memegang kendali permainan. Malaysia mulai tampil lebih terbuka dan berusaha membangun serangan, tetapi sejumlah peluang yang mereka dapatkan belum cukup membahayakan gawang Garuda Pertiwi yang dikawal Alleana Ayu Arumy.

Indonesia akhirnya memastikan kemenangan telak pada menit ke-80.

Nafeeza Ayasha Nori mencatatkan namanya di papan skor melalui situasi bola mati. Mengambil tendangan sudut dari sisi kanan pertahanan Malaysia, pemain bernomor punggung 10 itu melepaskan bola melengkung dengan kaki kirinya.

Bola meluncur indah dan langsung bersarang di tiang jauh gawang Malaysia yang dikawal Putri Aina Husna binti Mohd Subri. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan tersebut membuat Garuda Pertiwi mengoleksi enam poin dari dua pertandingan. Mereka semakin kokoh di puncak klasemen Grup B dan hanya membutuhkan hasil imbang kontra Hong Kong, China pada laga terakhir untuk memastikan status juara grup.

Timo Scheunemann Minta Pemain Tak Terlena

Pelatih Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, menyebut kemenangan atas Malaysia menjadi kado istimewa menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Meski demikian, Timo mengingatkan para pemain agar tidak terlena setelah memastikan tiket semifinal. Menurutnya, masih ada sejumlah aspek yang harus dibenahi, terutama bagaimana pemain mengatasi ketegangan pada menit-menit awal pertandingan.

"Intinya mereka harus bisa lebih tenang. Tidak bisa 30 menit baru menemukan bentuk permainan. Mereka harus belajar mengatasi ketegangan di menit-menit pertama," ujar Timo.

Dia juga meminta anak asuhnya menjaga fokus karena perjalanan Garuda Pertiwi di Srikandi Merdeka Cup masih berlanjut.

"Kami juga harus jaga euforia karena sudah memastikan lolos. Mereka harus belajar untuk tetap fokus pada pertandingan berikutnya," sambungnya.

Nafeeza Tak Menyangka Gol dari Tendangan Sudut

Sementara itu, Nafeeza Ayasha Nori mengaku bangga bisa ikut berkontribusi membawa Indonesia meraih tiga poin.

Gol ketiga yang dicetaknya melalui tendangan sudut menjadi momen spesial bagi pemain bernomor 10 tersebut. Nafeeza mengaku sebenarnya hanya berniat mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti.

"Jujur, aku nggak nyangka bisa cetak gol dari corner. Dari awal aku cuma mau umpan lambung, tapi ternyata Tuhan kasih keberuntungan ke aku, bolanya berbelok dan masuk ke gawang," kata Nafeeza.

Pelatih Malaysia Akui Garuda Pertiwi Lawan Berat

Di kubu Malaysia, Pelatih Kepala Fairuz Montana bin Zainal Abidin mengaku kecewa dengan hasil pertandingan. Ia sebelumnya optimistis timnya mampu memberikan perlawanan kepada Garuda Pertiwi.

Namun, Montana tetap mengapresiasi perjuangan para pemain mudanya. Menurut dia, pertandingan menghadapi Indonesia memberikan pengalaman penting bagi skuad Malaysia.

"Mungkin keberuntungan belum memihak kami malam ini. Ternyata tim Garuda Pertiwi merupakan lawan yang berat bagi kami," ujar Montana.

"Menurut saya, perlawanan kami malam ini terasa seperti babak final melihat tim berjuang di lapangan. Malam ini pemain muda kami mendapat pengalaman berharga menghadapi tim yang bagus. Insyaallah, para pemain muda ini bisa lebih matang di masa depan," tuturnya.