Akuatik Indonesia Yakin Kejuaraan Renang Internasional di Bali Bakal Beri Efek Ganda

Akuatik Indonesia optimistis Kejuaraan Renang Internasional di Bali bakal dongkrak ekonomi dan wisata, meningkatkan sport tourism, serta mempromosikan budaya.

oleh ThomasDiterbitkan 20 Mei 2026, 17:19 WIB
Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) Pusat dan PB AI Provinsi Bali, melakukan kunjungan dan audiensi resmi ke Gubernur Bali, Wayan Koster, di Kantor Gubernur Bali, di Kota Denpasar, pada Rabu (20/5). (merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Bali akan menjadi tuan rumah dua ajang renang perairan terbuka internasional yang sangat dinantikan, yakni A-stream Open Water Swimming Series dan 12th Asian Open Water Swimming Championships 2026. Kedua kompetisi bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 13 hingga 15 Juni 2026 di Pantai Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada karakteristik perairan yang relatif tenang, menjadikannya ideal dan aman untuk menggelar pertandingan renang perairan terbuka.

Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) bersama Pengprov Akuatik Indonesia Bali telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk memastikan kesuksesan acara. Audiensi resmi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster, pada Rabu (20/5/2026) menjadi langkah penting dalam mematangkan persiapan.

Akuatik Indonesia sangat optimistis bahwa kejuaraan ini tidak hanya akan meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap sektor ekonomi dan pariwisata Bali. Konsep sport tourism yang diusung diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal secara luas.

Persiapan Matang Kejuaraan Renang Internasional di Bali

Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) Pusat bersama PB AI Provinsi Bali melakukan kunjungan dan audiensi resmi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (20/5/2026). (Merdeka.com)

Dua event renang perairan terbuka internasional, A-stream Open Water Swimming Series dan 12th Asian Open Water Swimming Championships 2026, siap digelar di Pantai Jimbaran, Bali. Perhelatan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Juni 2026, menarik perhatian komunitas olahraga air global.

Pantai Jimbaran di Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, dipilih sebagai arena utama perlombaan karena kondisi perairannya yang tenang dan aman bagi para atlet. Karakteristik ini sangat mendukung penyelenggaraan kejuaraan renang perairan terbuka bertaraf internasional.

Kesiapan penuh untuk menyukseskan agenda besar ini disampaikan oleh Ketua Pengprov Akuatik Indonesia Bali, Komang Takuaki Banuartha, setelah audiensi dengan Gubernur Bali. Pihaknya menyatakan antusiasme tinggi dalam mengawal jalannya kompetisi internasional tersebut.

"Kita sangat antusias dan dengan senang hati ikut mensukseskan event ini. Hari ini kita juga audiensi dengan Gubernur Bali," kata Banuartha.

Promosi Budaya dan Peningkatan Prestasi Atlet

Penyelenggaraan kompetisi akbar ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek persaingan olahraga semata, tetapi juga akan mengolaborasikan promosi pariwisata dan sektor ekonomi lokal. Panitia berencana menyuguhkan kesenian tradisional khas Bali kepada para delegasi dan atlet.

Selain itu, peserta dan tamu diharapkan dapat berbelanja oleh-oleh khas Bali, yang secara tidak langsung akan memperkenalkan produk kerajinan dan kuliner daerah. Hal ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat citra Bali sebagai destinasi wisata olahraga dunia.

Kejuaraan ini diperkirakan akan diikuti oleh 300 hingga 400 atlet dari lebih dari 17 negara, yang akan meningkatkan jumlah kunjungan ke Pulau Dewata secara signifikan. Kedatangan rombongan tim pendukung juga akan turut meramaikan dan memberikan kontribusi pada sektor pariwisata.

"Memang ingin membangkitkan sport tourism di Bali. Jadi tepat sekali moment-nya, iya kita berusaha kerja keras agar event ini sukses dan berkelanjutan event berikutnya, khususnya renang," imbuh Komang.

"Apalagi ini venuenya di Bali. Saya berharap nanti event kita combine dengan tour memperkenalkan tempat-tempat wisata di Bali, memperkenalkan produk-produk UMKM di Bali. Jadi itu akan kita kemas menjadi kolaborasi antara UMKM, tourism dan sport," ujar Komang.

Di samping dampak ekonomi dan pariwisata, ajang ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi atlet-atlet renang Bali di kancah nasional maupun internasional. Ini menjadi panggung motivasi bagi para perenang daerah untuk mengembangkan bakat mereka.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya