Barcelona Belanja Besar, Bagaimana Mereka Bisa Melakukannya?

Barcelona kembali agresif di bursa transfer dengan Anthony Gordon dan memburu Julian Alvarez. Bagaimana kondisi finansial mereka berubah?

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 03 Juni 2026, 12:26 WIB
Setelah resmi berseragam Barcelona, selanjutnya Anthony Gordon akan bergabung bersama Timnas Inggris untuk mempersiapkan diri jelang bergulirnya Piala Dunia 2026. (AP Photo/Joan Mateu)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona kembali menjadi kekuatan besar di bursa transfer musim panas 2026. Klub asal Catalunya itu kini berani mengeluarkan dana besar setelah beberapa tahun terakhir dibatasi masalah finansial.

Langkah pertama Barcelona adalah merekrut Anthony Gordon dari Newcastle United dengan nilai transfer 80 juta euro (sekitar Rp1,66 triliun). Nilai tersebut hampir menyamai total pengeluaran transfer klub sejak era pelatih Hansi Flick dimulai.

Barcelona juga belum berhenti bergerak di pasar pemain. Tawaran awal sebesar 100 juta euro (sekitar Rp2,08 triliun) untuk Julian Alvarez telah ditolak Atletico Madrid, tetapi proses negosiasi masih berlanjut.

Kunci Utama Ada pada Aturan 1:1 La Liga

Barcelona merampungkan transfer winger Timnas Inggris, Anthony Gordon, dari Newcastle United. (Doc Barcelona)

Masalah terbesar Barcelona dalam beberapa musim terakhir bukan semata-mata kekurangan uang. Hambatan utama mereka berasal dari kegagalan memenuhi aturan Financial Fair Play La Liga, khususnya regulasi 1:1.

Aturan tersebut memungkinkan klub membelanjakan satu euro untuk setiap satu euro pendapatan yang diperoleh. Ketika belum memenuhi syarat itu, Barcelona kesulitan mendaftarkan pemain baru meski mampu mencapai kesepakatan transfer.

Presiden klub, Joan Laporta, sejak lama meyakini Barcelona akan kembali memenuhi aturan 1:1 pada musim panas ini. Keyakinan tersebut kini mulai terbukti setelah pihak La Liga memberikan lampu hijau bagi klub untuk beroperasi dengan ruang gerak yang lebih luas.

Pendapatan Baru dan Pengurangan Beban Gaji

Robert Lewandowski mengucapkan salam perpisahan kepada fans Barcelona di Camp Nou. (JAIME REINA / AFP)

Salah satu faktor penting adalah kembalinya aktivitas di Camp Nou yang sedang direnovasi. Pendapatan dari stadion, termasuk penjualan kursi VIP yang kini diakui sebagai pemasukan oleh La Liga, meningkatkan kemampuan finansial klub.

Barcelona juga memperoleh ruang tambahan dalam struktur gaji setelah beberapa pemain meninggalkan tim. Kepergian Robert Lewandowski menjadi salah satu faktor yang membantu menurunkan beban pengeluaran rutin klub.

Pada periode sebelumnya, Barcelona mengandalkan berbagai "palancas" atau tuas finansial untuk mendapatkan dana tambahan. Kini, perbaikan kondisi keuangan dinilai berlangsung melalui jalur yang lebih stabil dan sehat.

Barcelona Ingin Memanfaatkan Momen

Para pemain FC Barcelona merayakan kemenangan dalam pertandingan liga sepak bola Spanyol antara FC Barcelona dan Real Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 10 Mei 2026. Barcelona menang 2-0. (Lluis GENE / AFP)

Meski situasi keuangan membaik, Barcelona memahami peluang ini mungkin tidak bertahan lama. Klub merasa harus bergerak agresif sekarang untuk mendapatkan pemain kelas dunia yang dibutuhkan.

Renovasi Camp Nou masih berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Pada musim panas 2027, Barcelona diperkirakan kembali menggunakan Estadi Olimpic Lluis Companys untuk sementara saat pemasangan atap stadion dilakukan.

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pendapatan pertandingan dan memengaruhi kemampuan klub memenuhi aturan Financial Fair Play. Oleh karena itu, Barcelona menjadikan musim panas 2026 sebagai momentum penting untuk membangun skuad yang siap bersaing dalam dua musim ke depan.

Perbaikan sumber pendapatan membuat Barcelona kembali aktif di pasar transfer. Namun, jika kesempatan ini tidak dimanfaatkan secara maksimal, klub kemungkinan harus menunggu hingga setidaknya 2028 untuk kembali belanja besar dengan keleluasaan yang sama.

Sumber: Sports Illustrated

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya