Barcelona Cari Pengganti Lewandowski: Julian Alvarez atau Harry Kane yang Paling Ideal?

Barcelona mulai mencari penerus Robert Lewandowski. Julian Alvarez dan Harry Kane masuk radar, tetapi keduanya menghadirkan tantangan berbeda.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 05 Juni 2026, 10:06 WIB
Striker asal Polandia itu resmi menjalani laga terakhirnya bersama Barcelona di Camp Nou saat menaklukkan Real Betis 3-1, Senin (18/5/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Mateu Parra)

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona mulai menyusun rencana untuk era setelah Robert Lewandowski. Klub asal Catalunya itu kini mengarahkan perhatian kepada dua penyerang kelas dunia yang memiliki karakteristik sangat berbeda.

Julian Alvarez dan Harry Kane muncul sebagai kandidat utama untuk memperkuat lini depan Barcelona pada bursa transfer musim panas mendatang. Keduanya dinilai mampu menghadirkan kualitas yang dibutuhkan untuk menjaga ketajaman tim.

Namun, proses mendapatkan salah satu dari dua nama tersebut diperkirakan tidak mudah. Faktor harga, usia, dan sikap klub pemilik menjadi hambatan yang harus dihadapi manajemen Blaugrana.

Julian Alvarez, Investasi Jangka Panjang yang Sulit Direalisasikan

Penyerang Atletico Madrid asal Argentina #19, Julian Alvarez, merayakan gol ketiganya dalam pertandingan Liga Spanyol antara Atletico Madrid dan Rayo Vallecano di Stadion Metropolitano, Madrid, Kamis (25-9-2025). (Javier SORIANO/AFP)

Julian Alvarez menawarkan profil yang sangat menarik bagi Barcelona. Penyerang asal Argentina berusia 26 tahun itu masih berada dalam masa emas karier dan dapat menjadi solusi jangka panjang.

Selain produktif dalam mencetak gol, Alvarez dikenal aktif melakukan tekanan kepada lawan. Ia juga mampu bermain di berbagai posisi di lini serang sehingga memberi fleksibilitas bagi pelatih.

Rekam jejak prestasinya juga mengesankan untuk pemain seusianya. Alvarez sudah meraih gelar Liga Champions dan Piala Dunia bersama tim yang dibelanya.

Meski demikian, kendala terbesar berada pada nilai transfer. Atletico Madrid tidak ingin kehilangan salah satu aset terbaiknya kepada rival langsung di La Liga.

Laporan yang beredar mengungkapkan tawaran senilai 100 juta euro (sekitar Rp2,08 triliun) telah ditolak.

Situasi semakin rumit karena Arsenal dan PSG memiliki kekuatan finansial yang lebih besar untuk ikut bersaing. Kondisi itu berpotensi membuat Barcelona kesulitan memenuhi harga yang diminta Atletico.

Keinginan Alvarez untuk berganti klub dapat menjadi keuntungan bagi Barcelona. Namun, Atletico Madrid dikabarkan hanya bersedia membuka negosiasi jika ada pembayaran besar di muka.

Harry Kane, Jaminan Gol dengan Risiko Usia

Harry Kane (kanan) dari Bayern Munchen memberikan isyarat saat berbicara dengan rekan setimnya, Michael Olise, dalam pertandingan Grup C Piala Dunia Antarklub antara Bayern Munchen dan Boca Juniors di Miami Gardens, Florida, Jumat, 20 Juni 2025. (AP Photo/Lynne Sladky)

Harry Kane hadir sebagai alternatif yang berbeda dibanding Alvarez. Kapten Timnas Inggris itu menawarkan pengalaman dan kemampuan mencetak gol yang sudah terbukti di level tertinggi.

Musim lalu, Kane membantu Bayern Munchen meraih gelar Bundesliga. Ia juga mencetak hattrick pada final DFB Pokal yang berakhir dengan kemenangan 3-0 atas VfB Stuttgart.

Penyelesaian akhirnya masih termasuk yang terbaik di dunia. Selain itu, kualitas permainan kombinasi Kane membuatnya cocok berperan sebagai titik fokus serangan.

Di sisi lain, usia menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Kane kini berusia 32 tahun dan telah menjalani musim dengan beban pertandingan yang tinggi.

Bayern Munchen merekrutnya dari Tottenham Hotspur dengan biaya lebih dari 100 juta euro ditambah bonus 10 juta euro (sekitar Rp2,29 triliun). Oleh karena itu, klub Jerman tersebut hampir pasti tidak akan melepasnya dengan harga murah.

Investasi besar terhadap pemain berusia di atas 30 tahun juga memiliki risiko ekonomi. Barcelona akan kesulitan mendapatkan keuntungan penjualan kembali apabila performanya menurun dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, Barcelona masih menunggu peluang terbaik untuk bernegosiasi dengan Atletico Madrid maupun Bayern Munchen. Jika harga kedua target tetap terlalu tinggi, manajemen kemungkinan akan mengalihkan fokus kepada opsi lain yang lebih realistis.

Sumber: Barca Blaugranes

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya