Fokus Olimpiade 2028, Pemilihan Ketua KOI Digeser ke Maret 2029

KOI (Komite Olimpiade Indonesia) baru akan menggelar pemilihan ketua dan komite eksekutif pada 2029 karena di 2028 fokus persiapan Olimpiade Los Angeles.

OlehThomas
Diterbitkan 21 Juli 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) resmi menetapkan Kongres yang memuat agenda pemilihan eksekutif termasuk ketua umum akan digelar pada Maret 2029. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) 2026 yang dihadiri lebih dari tiga perempat anggota.

Penetapan jadwal Kongres dilakukan sebagai upaya menyelaraskan siklus kepengurusan NOC Indonesia dengan siklus Olimpiade. Langkah ini diharapkan membuat organisasi dapat memusatkan perhatian pada pembinaan atlet dan persiapan kontingen Indonesia menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles tanpa terganggu agenda pemilihan.

Ketua Pelaksana RALB NOC Indonesia 2026, Jadi Rajagukguk, mengatakan keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Rapat Anggota yang digelar pada 9 Mei 2026 di Jakarta.

"Selain membahas kesiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026, RALB juga mengesahkan penggunaan klausul pengecualian terkait penyelenggaraan Kongres serta menetapkan jadwal pelaksanaannya pada Maret 2029. Rapat juga memutuskan membentuk tim penyempurnaan AD/ART yang terdiri dari unsur anggota dan para pakar agar tata kelola organisasi semakin kuat," ujar Jadi.

Bukan Perpanjangan Masa Jabatan

Jadi menegaskan keputusan tersebut bukan berarti memperpanjang masa bakti Ketua Umum maupun jajaran pengurus NOC Indonesia. Menurut dia, yang disesuaikan adalah waktu penyelenggaraan Kongres agar organisasi tetap fokus menghadapi kalender olahraga internasional yang padat hingga Olimpiade Los Angeles 2028.

"Yang diputuskan bukan memperpanjang masa jabatan, tetapi menyesuaikan waktu penyelenggaraan Kongres. Kalender olahraga internasional hingga Olimpiade Los Angeles 2028 sangat padat. Karena itu, anggota berpandangan Kongres lebih tepat dilaksanakan setelah Olimpiade selesai agar organisasi dapat memusatkan perhatian pada pembinaan atlet dan pencapaian prestasi Indonesia," katanya.

Keputusan tersebut ditempuh melalui penggunaan klausul pengecualian yang sebelumnya telah diamanatkan dalam Rapat Anggota. Mekanisme ini dipilih karena ketentuan AD/ART sebelumnya hanya mengakomodasi penundaan Kongres maksimal satu tahun, sementara anggota menghendaki pelaksanaan Kongres paling lambat enam bulan setelah Olimpiade Los Angeles 2028.

Selaraskan Siklus dengan Olimpiade

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Wijaya Noeradi, menjelaskan penyesuaian jadwal Kongres bertujuan menyelaraskan siklus kepengurusan dengan siklus Olimpiade, sebagaimana diterapkan oleh banyak organisasi olahraga internasional.

Menurut Wijaya, pola tersebut memungkinkan pengurus bekerja secara optimal selama satu siklus Olimpiade tanpa terganggu proses pemilihan ketika persiapan atlet memasuki fase krusial.

"Esensi utamanya adalah menyelaraskan siklus kepengurusan dengan siklus Olimpiade. IOC sendiri juga melaksanakan pemilihan Presiden setelah Olimpiade Paris 2024, di awal 2025. Pendekatan ini juga telah kami konsultasikan kepada IOC dan memperoleh dukungan," ujarnya.

Ia juga menegaskan keputusan tersebut tidak mengubah struktur kepengurusan maupun isi AD/ART organisasi. Seluruh pengurus tetap menjalankan mandat hingga Kongres dilaksanakan pada Maret 2029.

Momentum Perkuat Tata Kelola

Sementara itu, Ketua Dewan Etik NOC Indonesia, Anthony C. Sunarjo, menilai penyesuaian jadwal Kongres menjadi momentum memperkuat fondasi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola.

Menurut Anthony, persiapan menuju Olimpiade idealnya dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan sehingga organisasi membutuhkan stabilitas kepemimpinan selama satu siklus penuh.

Selain itu, NOC Indonesia juga akan menyempurnakan AD/ART agar selaras dengan perkembangan Undang-Undang Keolahragaan, Olympic Charter, regulasi Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta ketentuan internasional lainnya.

"Sebagai National Olympic Committee yang merupakan bagian dari IOC, Komite Olimpiade Indonesia harus memastikan seluruh tata kelola organisasinya tetap sejalan dengan Olympic Charter dan prinsip-prinsip good governance," kata Anthony.