FIP Promises Diikuti Banyak Talenta Muda, Padel Indonesia Optimistis Tembus Olimpiade 2032

Padel hampir pasti akan dipertandingkan di Olimpiade 2032. Indonesia terus mempersiapkan talenta berbakat dengan FIP Promises.

OlehThomas
Diterbitkan 13 Juli 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) sukses menggelar FIP Bronze dan Promises Jakarta di Rana Grounds Mampang. Ajang resmi Federasi Internasional Padel (FIP) itu diikuti atlet padel dari 31 negara. PBPI pun percaya diri masa depan padel di Indonesia cerah sehingga bisa meloloskan atlet di Olimpiade 2032.

FIP Bronze dan Promises Jakarta 2026 berakhir pada 12 Juli 2026. Penutupan turnamen internasional itu turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansyah, serta perwakilan KONI Pusat Tubagus Ade Lukman.

Total 190 atlet ikut di ajang tersebut sehingga menjadi salah satu turnamen padel terbesar yang pernah digelar di Indonesia. FIP Promises ini diikuti oleh atlet-atlet belia padel. Ajang ini pun menjadi tolok ukur keberhasilan PBPI dalam membangun sistem pembinaan atlet sejak usia dini.

Ketua PB PI Galih Dimuntur Kartasasmita mengungkapkan FIP Promises untuk pertama kali digelar di Indonesia dengan mempertandingkan kelompok usia U-12, U-14, U-16, hingga U-18. Ini momen istimewa bagi PBPI karena menjadi wadah untuk memantau bibit-bibit terbaik Indonesia menuju level internasional.

"Hari ini sangat spesial bagi PBPI. Kami akhirnya bisa menggelar FIP Promises yang memang diperuntukkan bagi atlet usia muda. Dari sinilah kami mulai melihat calon-calon pemain yang akan dipersiapkan menuju Youth Asia Cup dan berbagai kejuaraan internasional lainnya," ujar Galih.

Target PBPI di Olimpiade 2032

Melihat antusiasme pemain remaja mengikuti FIP Promises Jakarta, Galih semringah. PBPI semakin optimistis Indonesia akan bisa terus berprestasi di kancah internasional padel. PBPI terus mengenjot pembinaan agar bisa meloloskan wakil saat padel resmi dipertandingkan di Olimpiade 2032.

"Saya benar-benar terkejut dengan perkembangan mereka. Memang di beberapa kategori kami belum mampu mengalahkan pemain-pemain terbaik dunia, tetapi kemajuannya luar biasa. Khusus kelompok U-12 dan U-14, mereka sudah memainkan padel dengan teknik yang sangat baik. Ini membuat kami semakin optimistis terhadap masa depan padel Indonesia," ujarnya.

"Kalau target jangka panjang, tentu kami ingin lolos ke Olimpiade 2032. Karena itu kami harus mempersiapkan atlet sejak sekarang. Anak-anak yang saat ini berusia 14 hingga 18 tahun akan berada pada usia emas ketika Olimpiade berlangsung. Kami tidak boleh terlambat mempersiapkan mereka," tegas Galih.

Pengurus federasi padel Thailand dan Direktur Pengembangan Junior Federasi Padel Internasional (FIP) asal Spanyol yang hadir langsung di Rana Grounds Mampang menyaksikan pertandingan terkejut dengan perkembangan atlet padal Indonesia.

"Mereka mengaku terkejut melihat antusiasme padel di Indonesia. Selama ini mereka hanya melihat dari media sosial, tetapi setelah datang langsung mereka melihat perkembangan padel Indonesia memang nyata," tutur Galih.

Optimisme PBPI Soal Olimpiade 2032

Sementara itu Wakil Ketua Umum II Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), Akash Prem Nathani melihat kemampuan atlet padel muda Indonesia sudah sangat berkembang. Akash percaya diri di Olimpiade 2032, Indonesia akn bisa memiliki wakil di cabor padel.

"Animo U-12, U-14, U-16, hingga U-18 semakin berkembang. Sekarang juga banyak akademi-akademi padel yang muncul. Jadi menurut saya ini titik awal. Saya sangat yakin masa depan padel ini sangat cerah. Bisa dilihat juga dari performa atlet kita saat ini. Skill setnya semakin bagus. Jadi saya yakin 2032 kita akan bisa masuk Olimpiade. Itu rencana kita dan target kita. Saya sangat yakin akan terwujud," papar Akash.

Sementara itu, Head of FIP Promises Jaume Campistol memberikan apresiasi atas perkembangan padel Indonesia. Menurutnya, FIP Promises Jakarta menjadi salah satu turnamen usia muda terbesar di Asia dengan lebih dari 100 peserta internasional dari 31 negara serta delapan kategori usia yang seluruhnya berhasil dipertandingkan.