Laws of the Game Selaras, BRI Super League 2026/27 Makin Profesional

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menilai kesamaan pemahaman mengenai regulasi pertandingan sangat penting.

OlehThomas
Diterbitkan 04 September 2026, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PSSI bersama I.League dan PSSI Pers menggelar Refereeing Workshop for Media sebagai bagian dari persiapan menyambut kompetisi BRI Super League 2026/27 dan Championship 2026/27.

Kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (3/9/2026), tersebut menjadi momentum untuk menyamakan pemahaman mengenai Laws of the Game atau peraturan permainan sepak bola, khususnya bagi media, komentator, sportscaster, hingga para pemangku kepentingan kompetisi.

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menilai kesamaan pemahaman mengenai regulasi pertandingan sangat penting. Menurut dia, bukan hanya wasit yang harus memahami aturan permainan, tetapi juga pemain, pelatih, ofisial klub, media, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi.

"Wasit, pemain, pelatih, ofisial klub, media, dan seluruh stakeholder kompetisi perlu memiliki pemahaman yang selaras mengenai Laws of the Game," ujar Ogawa di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

"Kesamaan pemahaman ini akan membantu kita menjelaskan pertandingan dengan lebih baik, mengurangi kesalahpahaman, serta mendukung terciptanya kompetisi yang profesional dan berkualitas," sambungnya.

Workshop tersebut membahas sejumlah pembaruan Laws of the Game yang akan diterapkan pada musim 2026/27. Materi diberikan untuk membantu media dan pengisi siaran memahami aspek penting dalam penerapan peraturan serta konteks di balik keputusan wasit di lapangan.

Dengan demikian, publik diharapkan mendapatkan informasi yang lebih objektif ketika terjadi sebuah keputusan kontroversial dalam pertandingan.

Naufal Adya Fairuski Naik Level

Dalam workshop tersebut, PSSI juga mengungkap pencapaian penting wasit Indonesia, Naufal Adya Fairuski.

Pada pertengahan 2026, Naufal resmi menyandang status sebagai AFC Elite Referee. Predikat tersebut diraihnya melalui jalur AFC Referee Academy.

Pencapaian ini menjadi gambaran bahwa tuntutan terhadap perangkat pertandingan Indonesia semakin tinggi seiring meningkatnya level kompetisi.

Status AFC Elite Referee sekaligus memberikan perspektif mengenai standar, kesiapan, dan profesionalisme yang harus dimiliki seorang wasit ketika memimpin pertandingan dengan tingkat persaingan tinggi.

Workshop tidak hanya diikuti awak media. Sejumlah komentator dan sportscaster yang akan bertugas di BRI Super League dan Championship juga ambil bagian.

Di antaranya terdapat Coach Supriyono Prima, Edwin Setyadinata, dan Gita Suwondo.

Keterlibatan para pengisi siaran tersebut dinilai penting agar penjelasan mengenai keputusan wasit dan penerapan regulasi kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih tepat dan objektif.

"Persiapan wasit untuk Super League dan Championship berjalan seiring dengan upaya memberikan pemahaman kepada media dan klub. Kami ingin semua pihak memahami standar yang sama sebelum kompetisi dimulai," kata Ogawa.

"Sehingga perhatian utama dapat diarahkan pada kualitas pertandingan dan perkembangan sepak bola Indonesia," imbuhnya.

Klub Juga Dibekali Pemahaman Regulasi

Upaya menyamakan persepsi mengenai peraturan pertandingan sebenarnya telah dilakukan PSSI dan I.League sejak awal pekan.

Pada 1 dan 2 September 2026, I.League bersama PSSI menggelar Laws of the Game Workshop yang ditujukan kepada head coach dan manajer seluruh klub peserta BRI Super League dan Championship.

Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pembaruan Laws of the Game, tetapi juga berbagai aspek match operation yang berhubungan dengan penyelenggaraan pertandingan.

Forum tersebut menjadi ruang bagi penyelenggara kompetisi, perangkat pertandingan, pelatih, manajer, serta unsur klub untuk berdiskusi dan menyamakan pemahaman mengenai prosedur pertandingan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi pada hari pertandingan, meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur kompetisi, sekaligus meminimalkan perbedaan interpretasi terhadap regulasi.

Dengan semakin banyak pihak yang memiliki pemahaman seragam, PSSI dan I.League berharap penyelenggaraan BRI Super League 2026/27 serta Championship 2026/27 dapat berjalan lebih profesional, kompetitif, dan berkualitas.

Keselarasan pemahaman antara wasit, klub, media, dan seluruh pemangku kepentingan pun menjadi salah satu fondasi penting untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia.