Mau Tinggalkan Piala Dunia 2026 demi Temani Istri Lahiran, Winger Belgia Dikritik

Jeremy Doku sempat mengungkap rencananya untuk menemani istri melahirkan anak pertamanya dan meninggalkan Belgia di Piala Dunia 2026.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 22 Juni 2026, 08:00 WIB
Jeremy Doku dari Timnas Belgia memperhatikan jalannya pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 antara Belgia dan Mesir di Stadion Seattle pada 16 Juni 2026 di Seattle, Washington. (Fran Santiago/Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Winger Jeremy Doku tengah menjadi sorotan dan menuai kecaman buntut rencananya meninggalkan tim nasional Belgia di tengah Piala Dunia 2026. Pemain Manchester City itu jadi sasaran kritik karena ingin menemani istrinya melahirkan anak pertama.

Jeremy Doku jadi salah satu pemain penting Belgia di Piala Dunia 2026. Performanya yang mentereng bersama Manchester City pada musim 2025/2026 membuat dia diharapkan bisa membawa De Rode Duivels.

Di sisi lain, komitmen Jeremy Doku untuk Belgia mendadak dipertanyakan setelah mengungkapkan bahwa istrinya, Shireen, akan melahirkan pada pekan kedua Juli 2026. Waktu tersebut bertepatan dengan fase gugur Piala Dunia 2026, tepatnya babak perempat final dan semifinal.

Doku mengatakan bahwa dirinya ingin menemani sang istri melahirkan anak pertamanya. Artinya, dia berpotensi meninggalkan skuad Belgia jika masih bertahan dan beraksi di fase gugur Piala Dunia 2026.

"Itu anak pertama saya, jadi tentu saja saya ingin berada di sana," kata Doku pekan ini, seperti dipetik dari Sport Bible, Minggu (21/6).

Tak Boleh Dilewatkan

Martin Baturina, Josip Stanisic, dan Jeremy Doku beraksi dalam laga uji coba internasional antara Kroasia vs Belgia di Stadion Rijeka, 2 Juni 2026. (AP Photo/Darko Bandic)

Dalam kesempatan itu, Doku mengatakan kelahiran anak pertama adalah sesuatu yang penting dan tidak bisa ditinggal. Ia pun mengisyaratkan sudah meminta izin terkait hal itu kepada Federasi Sepak Bola Belgia, Royal Belgian FA.

Di sisi lain, Doku sadar rencananya itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab hal ini berkaitan dengan tim nasional yang berjuang di Piala Dunia 2026.

"Kalau ditanya apa yang saya inginkan, jawaban saya adalah tidak ada seorang pun yang ingin melewatkan kelahiran anak pertamanya," kata Doku.

"Namun, saya juga tahu sepak bola melibatkan banyak pertimbangan lain. Saya tahu federasi mendukung para pemain dan memahami situasi mereka. Kita lihat saja nanti apa yang bisa dilakukan," tambahnya.

Tuai Kritik

Pemain Timnas Belanda U-21, Mees Hilgers (kiri) berebut bola dengan pemain Timnas Belgia U-21, Jeremy Doku pada laga persahabatan yang berlangsung di Heverlee, Belanda, 23 September 2022. (AFP/Belga/John Thys)

Rencana Doku tersebut menuai pro dan kontra. Presenter media Prancis L’Equipe, France Pierron, mempertanyakan keputusannya untuk menghadiri "momen menjijikkan" alih-alih berada di Piala Dunia.

"Anda tidak bisa melewatkan Piala Dunia. Dan sekarang, Anda tidak akan pergi ke pertandingan untuk memotong tali pusar?" kata Pierron.

Menueut Pierron, Doku seharusnya tak boleh memiliki rencana tersebut. Sebab, bermain untuk negara di Piala Dunia adalah kesempatan langka yang tidak bisa dimiliki oleh banyak pesepak bola profesional.

"Kamu punya kesempatan untuk berpartisipasi di Piala Dunia, dan ada ratusan pemain sepak bola yang rela melakukan apa saja untuk berada di posisimu, tetapi kamu malah meninggalkan semua itu untuk menyaksikan kelahiran anakmu, yang merupakan momen menjijikkan, maaf, di mana sang ayah tidak berguna, dia hanya berperan sebagai figuran," jelas Pierron.

Pierron Minta Maaf

Komentar Pierron tersebut langsung jadi sorotan dan memunculkan perdebatan di media sosial. Dirinya pun melakukan klarifikasi.

"Niat saya tidak pernah untuk mengecilkan posisi atau peran ayah terhadap pasangan dan anaknya. Saya hanya menyampaikan pendapat pribadi dalam konteks perdebatan yang cukup panas," kata Pierron.

Presenter itu kemudian menegaskan bahwa pandangan tersebut murni pendapat pribadi, bukan sikap kolektif pihak lain. Pierron juga meminta maaf atas pernyataannya.

"Saya memahami bahwa komentar tersebut mungkin mengejutkan, menyakiti, atau melukai sebagian dari Anda, dan saya meminta maaf untuk itu," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya