Pelatih Timnas Inggris Jelaskan Dampak Buruk Jeda Minum Piala Dunia 2026

Thomas Tuchel memberikan pendapatnya mengenai aturan hydration break yang diterapkan FIFA sepanjang Piala Dunia 2026.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 24 Juni 2026, 08:00 WIB
Ekspresi Thomas Tuchel pada laga Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026 - AP Photo/Julio Cortez

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel berpendapat bahwa penerapan kebijakan jeda minum atau hydration break di Piala Dunia 2026 telah menghilangkan salah satu elemen penting dalam permainan sepak bola. Menurutnya, kebijakan ini berdampak negatif terhadap karakter asli dari olahraga yang sangat digemari ini.

FIFA telah menetapkan jeda selama tiga menit di tengah setiap babak pertandingan guna membantu para pemain beradaptasi dengan cuaca panas yang ekstrem. Meskipun demikian, aturan ini menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk pemain dan penggemar, selama sepuluh hari awal penyelenggaraan turnamen.

Selain itu, jeda minum juga diterapkan pada laga-laga yang tidak mengalami masalah suhu tinggi, yang semakin menambah ketidakpuasan di kalangan pengamat sepak bola. 

Merugikan Sepak Bola

Crysencio Summerville, pemain nomor 24 Timnas Belanda, sedang minum saat jeda hidrasi dalam laga Grup F Piala Dunia 2026 melawan Jepang di Stadion Dallas pada 15 Juni.

Tuchel menyatakan bahwa ia menikmati kesempatan untuk memberikan arahan kepada para pemain selama jeda berlangsung. Meskipun demikian, ia secara keseluruhan memiliki pandangan yang kurang positif terhadap kebijakan ini.

"Saya pikir itu mengganggu dan mengubah identitas pertandingan sepak bola lebih besar daripada yang saya bayangkan," ungkap Tuchel. "Tentu saja saya pernah mengalami hydration break sebelumnya ketika cuaca benar-benar panas dan memang dibutuhkan, tetapi durasinya lebih singkat."

Menurutnya, sebelumnya hydration break hanya terjadi di beberapa pertandingan saja. Namun kini, hal tersebut menjadi bagian dari prinsip keadilan untuk semua tim.

"Akibatnya, pertandingan seolah terbagi menjadi empat bagian dan karakter pertandingan berubah lebih besar daripada yang saya kira," tuturnya. Dengan kata lain, perubahan ini memberikan dampak yang signifikan terhadap dinamika pertandingan yang selama ini dikenal.

Perubahan Momentum Pertandingan

Pemain Spanyol sedang menikmati minuman saat jeda dalam pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 melawan Cabo Verde di Stadion Atlanta pada 16 Juni 2026.

Meskipun ia mengakui bahwa ada keuntungan bagi pelatih, Tuchel menegaskan bahwa ia lebih menyukai pertandingan yang berjalan tanpa gangguan. "Saya menyukainya sebagai pelatih karena bisa memberi pengaruh dan mengumpulkan tim saya. Namun, secara keseluruhan, saya lebih menyukai sepak bola yang dimainkan terus menerus dalam satu babak," ucapnya.

"Pertandingan membangun momentum, dan itu bagian dari permainan. Membangun momentum sulit, mempertahankannya juga sulit. Itulah pertarungan yang terjadi di lapangan antarpemain dalam rentang waktu yang panjang."

"Itu menambah karakteristik sepak bola yang indah. Dengan adanya jeda ini, sebagian karakteristik tersebut justru hilang. Tetapi, dari sisi keadilan, tentu masuk akal jika semua tim mendapat perlakuan yang sama," sambung Tuchel.

 

Sumber: Aning Jati (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya