Maroko Terpukul, Ismael Saibari Fix Absen Lawan Prancis

Ismael Saibari, gelandang utama Maroko, dipastikan tidak bisa bermain melawan Prancis pada perempat final Piala Dunia 2026.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 09 Juli 2026, 16:30 WIB
Gabriel Magalhaes (kanan) gagal mencegah Ismael Saibari (kedua dari kanan) di laga Brasil vs Maroko di Grup C Piala Dunia 2026, New York New Jersey Stadium, East Rutherford, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026). (AP Photo/Matt Slocum)

Liputan6.com, Jakarta - Jelang pertandingan perempat final melawan Prancis pada Jumat (10/7/2026) dini hari WIB, Maroko menerima berita yang kurang menggembirakan. Gelandang serang andalan, Ismael Saibari, dipastikan tidak dapat bermain karena masih dalam proses pemulihan dari cedera hamstring.

Saibari mengalami cedera ketika Maroko meraih kemenangan 3-0 atas Kanada di babak 16 besar. Pelatih Mohamed Ouahbi menyatakan bahwa pemain berusia 24 tahun tersebut belum sepenuhnya pulih untuk tampil melawan Les Bleus.

"Semua pemain berada dalam kondisi 100 persen, kecuali Saibari. Pertandingan ini datang terlalu cepat baginya, tetapi saya berharap dia tidak harus mengakhiri turnamen lebih awal," kata Ouahbi dalam konferensi pers yang dilansir oleh AFP.

Ketiadaan Saibari merupakan kerugian signifikan bagi Maroko. Pemain yang baru saja bergabung dengan Bayern Munchen dari PSV Eindhoven ini telah menunjukkan performa yang sangat baik sepanjang Piala Dunia 2026.

Ia berhasil mencetak gol dalam tiga laga di fase grup dan menjadi penendang penalti yang menentukan saat Maroko mengalahkan Belanda di babak 32 besar melalui adu penalti. Namun, saat melawan Kanada, ia terpaksa ditarik keluar lebih awal akibat cedera hamstring yang didapatnya.

Pelatih Ouahbi berharap Saibari dapat sembuh tepat waktu jika Maroko berhasil mencapai semifinal. "Saat ini dia belum siap, tetapi saya berharap turnamen ini belum berakhir untuknya," ungkap sang pelatih.

Soufiane Rahimi memiliki peluang untuk kembali menjadi pemain inti menggantikan Saibari setelah ia masuk dari bangku cadangan dalam pertandingan melawan Kanada dan berhasil mencetak gol ketiga untuk Maroko.

Hasrat Balas Dendam

Ismael Saibari mencetak gol untuk Timnas Maroko, yang merayakan keberhasilan tersebut di Boston Stadium, Foxborough, pada Sabtu pagi (20/6/2026). (AP Photo/Martin Meissner)

Pertandingan melawan Prancis kali ini menjadi momen penting bagi Maroko untuk membalas kekalahan 0-2 yang mereka alami di semifinal Piala Dunia 2022. Pada saat itu, Atlas Lions menciptakan sejarah sebagai tim pertama dari Afrika dan Arab yang mencapai semifinal Piala Dunia.

Kini, mereka memiliki tekad kuat untuk mengulangi prestasi gemilang tersebut. Ouahbi menegaskan bahwa timnya tidak puas hanya dengan mencapai perempat final.

"Kami benar-benar ingin memenangkan pertandingan besok. Jadi kami tidak akan mendengarkan orang-orang yang mengatakan tidak masalah jika kami tersingkir sekarang," ujarnya.

"Kami akan berusaha lolos ke semifinal. Saya tidak suka anggapan bahwa kami sudah tampil bagus dan apa pun setelah ini hanya bonus." 

Kepercayaan Diri Maroko

Brahim Diaz, pemain Timnas Maroko, berhasil mencetak gol ke gawang Kamerun dalam Piala Afrika pada dini hari WIB, Sabtu (10/01/2026).

Di sisi lain, pemain asal Maroko yang kini membela Real Madrid, Brahim Diaz, merasa yakin bahwa timnya dapat memberikan perlawanan yang kuat terhadap Prancis. "Kami akan menghadapi salah satu tim favorit juara. Namun, kami sudah membuktikan bahwa kami mampu bersaing, dan itulah alasan kami bisa berada di sini. Saya sepenuhnya percaya kepada tim ini," ungkap Diaz.

Dalam pertandingan yang akan datang, Brahim Diaz juga akan berhadapan dengan rekannya di Real Madrid, Kylian Mbappe, yang merupakan salah satu pemain kunci di lini depan tim Prancis. Pertarungan ini tentunya akan menjadi momen menarik, mengingat kedua pemain sudah saling mengenal dengan baik di klub.

 

Sumber: Yus Mei Sawitri (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya