Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menjajaki sejumlah opsi pelatih, termasuk Ole Gunnar Solskjaer dan Pep Guardiola, sebelum akhirnya menunjuk Thomas Tuchel sebagai pelatih kepala Timnas Inggris.
Kontak dengan Solskjaer disebut terjadi saat FA mencari pengganti Gareth Southgate. Namun, komunikasi itu tidak berkembang menjadi proses resmi, dan Solskjaer tidak pernah masuk daftar kandidat utama.
Advertisement
Di saat yang sama, FA juga menimbang Guardiola. Pada akhirnya, pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel, menjadi pilihan utama FA dan kemudian diangkat memimpin The Three Lions.
Kontak FA dengan Solskjaer dan Pertimbangan Guardiola
Give Me Sport menyebut pendekatan terhadap Solskjaer merupakan bagian dari penjajakan luas FA untuk posisi pelatih Timnas Inggris pasca-era Southgate. Pembicaraan tersebut tidak berlanjut ke tahap yang lebih serius.
Menurut laporan yang sama, Solskjaer tidak pernah benar-benar masuk ke radar teratas FA. Kontak awal itu hanya sebatas eksplorasi dan tidak mengarah pada proses rekrutmen formal.
Pada periode yang sama, FA turut mempertimbangkan Guardiola, yang saat itu disebut sebagai mantan manajer Manchester City, sebelum menetapkan Tuchel sebagai kandidat nomor satu. Langkah ini menunjukkan FA meninjau sejumlah nama besar sebelum mengambil keputusan final.
Adapun rekam jejak terbaru Solskjaer, ia terakhir melatih Besiktas selama delapan bulan pada 2025 sebelum meninggalkan jabatannya. Sebelumnya, sejak berpisah dengan Manchester United pada November 2021, ia tidak menangani tim mana pun meski beberapa kali dikaitkan dengan berbagai posisi kepelatihan.
Mandat Tuchel Tetap Hingga Euro 2028
Laporan Give Me Sport tersebut muncul di tengah sorotan terhadap masa depan Tuchel setelah Inggris kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026. Menurut sumber yang dikutip media tersebut, FA tidak memiliki rencana untuk melakukan pergantian pelatih.
Rencana FA disebut tetap konsisten, yakni mempertahankan Tuchel untuk memimpin Inggris hingga Euro 2028. Kekalahan dari Argentina tidak mengubah sikap tersebut.
Usai semifinal, Tuchel menegaskan komitmennya dengan menyatakan dirinya tetap 100 persen fokus menjalankan tugas sebagai pelatih Timnas Inggris. Ia juga membela keputusan taktiknya yang menjadi sorotan setelah Inggris gagal mempertahankan keunggulan satu gol atas sang juara bertahan.
Inggris kemudian menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan menempati peringkat ketiga usai mengalahkan Prancis 6-4 pada laga perebutan tempat ketiga.