Liputan6.com, Jakarta - Nasib buruk belum lepas dari Tottenham Hotspur memasuki musim 2026/2027. Usai finis di peringkat ke-17 pada musim lalu. The Lilywhites yang kini diasuh Roberto De Zerbi semakin terbenam ke dasar klasemen menuju jeda internasional bulan September di akhir pekan ke-5 Premier League.
Krisis berkepanjangan ini telah berlangsung selama lebih dari 3 musim bagi Spurs. Sejak tahun 2023, kursi kepelatihan telah berganti kepemimpinan sebanyak 4 kali. Mulai dari Ange Postecoglou, Thomas Frank, Igor Tudor, dan kini De Zerbi juga telah merasakan masa-masa pahit di klub.
Advertisement
Fakta lainnya yang lebih menyakitkan adalah bahwa sejak November 2024, klub asal London Utara tersebut baru meraih 5 kemenangan dari total 36 laga. Pada saat yang bersamaan, penyanyi bintang Amerika Serikat Beyonce sudah melaksanakan konser di Tottenham Hotspur Stadium sebanyak 6 kali.
Ratusan juta euro telah digelontorkan The Lilywhites pada bursa transfer musim panas ini. Mereka mendaratkan pemain-pemain mentereng untuk menambal lubang di skuad. Kendati demikian, kedatangan mereka tak sejalan dengan harapan tim untuk dapat bersaing di papan atas.
Terdampar di Dasar Klasemen
Tottenham memulai musim 2026/2027 dengan tekad untuk kembali ke jajaran atas Liga Inggris. Dana 300 juta euro yang dikeluarkan merupakan bukti keseriusan manajemen dalam merombak tim. Nama-nama seperti Omar Marmoush dan Savinho merapat ke tim sebagai tambahan daya gedor di lini depan.
Naasnya, dalam 5 laga perdana di Liga Inggris, The Lilywhites tak berhasil mencatat kemenangan. Bahkan, gol pertama mereka baru tercipta pada pertandingan terakhir kontra Aston Villa (19/9/2026). Bersama Fulham di peringkat 19, Spurs baru mengoleksi 2 poin saja.
Rekor Beyonce di Kandang Spurs
Walaupun stadion baru Tottenham Hotspur baru dibuka pada tahun 2019, Beyonce telah menggelar 11 konser di sana sejak tahun 2023. Angka ini menjadi rekor tersendiri bagi sang musisi, di mana kandang Spurs tersebut menjadi venue tempat ia pernah menggelar pertunjukan paling sering.
Di sisi lain, The Lilywhites sudah 2 musim beruntun terjerembab di papan bawah klasemen. Mereka bahkan hanya meraih 10 kemenangan kandang sepanjang periode tersebut. Jumlah ini tentunya sangat sedikit mengingat total pertandingan kandang mencapai 38.
Sang Pelatih Pesimis
Ditunjuk untuk menukangi Spurs pada akhir musim lalu, Roberto De Zerbi mulai mengungkapkan ketidakyakinannya terhadap masa depan skuad yang ia nahkodai. Ia mengakui bahwa menjadi juru taktik Spurs adalah yang paling berat dalam kariernya.
“Selama 14 tahun karier saya sebagai pelatih, saya belum pernah melihat tim seperti kami (Spurs),” ujar De Zerbi. “Tim ini sangat rapuh dan sangat inkonsisten,” lanjutnya.
Spekulasi soal masa depan sosok asal Italia tersebut semakin simpang siur jelang jeda internasional September ini. Meski berbagai kritik telah diarahkan kepada De Zerbi, belum ada tanda-tanda pasti bahwa manajemen The Lilywhites akan memintanya mundur dari kursi kepelatihan.