Indonesia Masih Berpeluang Tembus 20 Besar Olimpiade Catur 2026

Indonesia turut ikut serta pada ajang Olimpiade Catur 2026 yang berlangsung di Uzbekistan.

oleh ThomasDiterbitkan 25 September 2026, 12:30 WIB
Aksi pecatur Indonesia di Olimpiade Catur 2026 (Doc Percasi)

Liputan6.com, Jakarta - Kontingen catur Indonesia masih memiliki peluang memperbaiki posisi pada Olimpiade Catur 2026 di Samarkand, Uzbekistan. Memasuki tiga babak terakhir, tim putri berada di posisi 14, sedangkan tim putra menempati peringkat 48.

Sekretaris Jenderal PB Percasi, Nanang Pujalaksana, mengatakan peluang Indonesia untuk memperbaiki peringkat masih terbuka. Ia berharap para pecatur Merah Putih mampu memaksimalkan tiga babak tersisa.

"Saat ini sampai dengan babak 8 tim putri berada pada rangking 14 dari 189 negara dan tim putra rangking 48 dari 206 negara. Saat ini menyisakan tiga babak terakhir dan masih besar harapan untuk meningkatkan posisi peringkat," ujar Nanang.

Pada babak ketujuh, tim putra Indonesia harus mengakui keunggulan Ukraina yang merupakan unggulan ke-12 turnamen dengan skor 0,5-3,5. Meski kalah secara tim, IM Gilbert Elro Tarigan mencatat hasil impresif setelah menahan remis legenda catur Ukraina, GM Vasyl Ivanchuk.

Sementara itu, tim putri Indonesia meraih kemenangan penting 3-1 atas Singapura. WIM Diajeng Theresa Singgih menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang kalah setelah takluk dari WGM Qianyun Gong.

Perbaiki Posisi

Aksi pecatur Indonesia di Olimpiade Catur 2026 (Doc Percasi)

Nanang menegaskan perjuangan Indonesia belum berakhir. Selain berusaha memperbaiki posisi keseluruhan, tim Merah Putih juga masih berpeluang bersaing di kategori seed.

"Perjuangan tim Indonesia belum berakhir. Masih ada babak terakhir yang tentunya Indonesia masih berpotensi untuk memperbaiki peringkat, bahkan memungkinkan bisa juara di kategori atau Seed B," katanya.

"Mudah-mudahan kita bisa meraih hasil maksimal pada peringkat 20 besar, itu harapan kita," sambung Nanang.

Ketua PB Percasi sekaligus Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, juga memberikan dukungan kepada para pecatur Indonesia. Meski tidak dapat mendampingi langsung di Samarkand, ia mengaku terus memantau perjuangan tim.

"Ini waktunya tim catur Indonesia bisa menorehkan sejarah baru. Meski saya tidak bisa mendampingi, namun saya terus memantau dan mendoakan yang terbaik untuk tim," ujar Agustiar.

Catatan Sejarah Indonesia di Olimpiade Catur

Keikutsertaan di Samarkand menjadi bagian dari perjalanan panjang Indonesia di Olimpiade Catur. Tim putra tercatat sudah tampil 28 kali sejak debut pada Olimpiade 1960 di Leipzig, Jerman Timur.

Sementara tim putri menjalani partisipasi ke-20 sejak pertama kali tampil pada 1982 di Lucerne, Swiss.

Indonesia memiliki sejumlah catatan prestasi membanggakan. Tim putra pernah finis di posisi ke-19 pada Olimpiade 1986 di Dubai, sedangkan tim putri mencatat hasil terbaik dengan menempati peringkat ke-11 pada Olimpiade 1996 di Yerevan, Armenia.

Secara individu, sejumlah pecatur Indonesia juga pernah meraih prestasi bergengsi. GM Utut Adianto, GM Cerdas Barus, Susanto Megaranto, hingga WGM Irene Kharisma Sukandar pernah mengukir prestasi di ajang tersebut.

Kini, Indonesia masih memiliki tiga babak untuk memperbaiki posisi. Target menembus 20 besar pun masih terbuka, sekaligus menjadi kesempatan bagi para pecatur Tanah Air untuk kembali mencatatkan sejarah di panggung dunia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya