Dongkrak Prestasi Berkuda Memanah Menuju PON 2028, Indonesia Kolaborasi dengan Hungaria

International Horseback Archery Alliance (IHAA) Intensive Bootcamp digelar dengan kehadiran pelatih dari Hungaria.

oleh ThomasDiterbitkan 08 November 2026, 20:30 WIB
Dongkrak Prestasi Berkuda Memanah Menuju PON 2028, Indonesia Kolaborasi dengan Hungaria

Liputan6.com, Jakarta - Kolaborasi olahraga antara Indonesia dan Hungaria menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan prestasi cabang olahraga berkuda memanah di Tanah Air. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas atlet dan pelatih, tetapi juga membuka peluang pengembangan industri olahraga berstandar internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan International Horseback Archery Alliance (IHAA) Intensive Bootcamp yang digelar Federasi Nasional (FN) Pordasi Berkuda Memanah Indonesia pada 1-7 November 2026 di Adria Pratama Mulya (APM) Equestrian Centre, Tangerang, Banten.

Program pelatihan intensif ini diikuti 21 peserta yang berasal dari 15 provinsi di Indonesia. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat sistem pembinaan, serta mempersiapkan atlet dan pelatih menghadapi berbagai kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, turut meninjau pelaksanaan pelatihan pada Rabu (4/11/2026). Kehadirannya didampingi Ketua Bidang Kerja Sama Dalam Negeri KONI Pusat Mayjen TNI Purn Victor Simatupang serta perwakilan KONI Provinsi Banten.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Kedutaan Besar Hungaria untuk Indonesia melalui kehadiran Counsellor II Sports Affairs, Laszlo Karoly.

Hadirkan Pelatih Kelas Dunia dari Hungaria

Dongkrak Prestasi Berkuda Memanah Menuju PON 2028, Indonesia Kolaborasi dengan Hungaria

Salah satu daya tarik utama IHAA Intensive Bootcamp adalah keterlibatan Christoph Nemethy, pelatih berkuda memanah asal Hungaria yang memiliki pengalaman melahirkan atlet-atlet juara dunia.

Kehadirannya memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempelajari teknik, metode latihan, serta standar kepelatihan internasional. Selama mengikuti program, para peserta mendapatkan pembinaan intensif untuk meningkatkan kemampuan teknis, ketepatan, konsistensi, sikap, hingga pemahaman terhadap teknik berkuda memanah.

Christoph Nemethy mengapresiasi semangat dan perkembangan para peserta selama mengikuti pelatihan. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi dalam olahraga berkuda memanah.

Menurutnya, kemampuan atlet Indonesia sudah terlihat dalam berbagai kompetisi internasional, termasuk ketika berlaga di Hungaria.

Ia juga menilai kondisi iklim Indonesia yang memungkinkan latihan sepanjang tahun menjadi salah satu keunggulan untuk mengembangkan olahraga tersebut.

Christoph turut memberikan apresiasi terhadap fasilitas APM Equestrian Centre yang dinilainya memiliki standar tinggi dan menjadi salah satu pusat berkuda memanah terbaik yang pernah dikunjunginya.

Ia berharap program pelatihan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan atlet, tetapi juga mampu melahirkan lebih banyak pelatih berkualitas yang dapat menyebarkan ilmu ke berbagai daerah.

Bidik Prestasi di PON XXII/2028

Ketua Umum FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia, Triwatty Marciano, menjelaskan bahwa penyelenggaraan IHAA Intensive Bootcamp merupakan bagian dari persiapan menghadapi PON XXII/2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelatihan tersebut melibatkan perwakilan pelatih dan atlet dari berbagai provinsi. Pemilihan peserta diserahkan kepada masing-masing Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) agar pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diteruskan dan dikembangkan di daerah masing-masing.

Triwatty menegaskan, pihaknya sengaja menghadirkan Christoph Nemethy untuk meningkatkan kualitas pembinaan berkuda memanah Indonesia melalui standar kepelatihan dunia.

Selain mempersiapkan atlet menuju PON 2028, FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia juga tengah merencanakan pembangunan fasilitas latihan berstandar internasional di Nusa Tenggara Barat.

Terdapat dua opsi lokasi yang sedang dipertimbangkan, yakni Desa Lantan atau Desa Setiling. Penentuan lokasi tersebut masih menunggu keputusan Gubernur NTB.

Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi pusat berkuda memanah terbaik di Asia Tenggara sekaligus menjadi tempat kolaborasi dan pelatihan bersama pelatih internasional.

Perkuat Diplomasi dan Industri Olahraga

Kerja sama Indonesia dan Hungaria melalui olahraga berkuda memanah juga memiliki dimensi diplomasi internasional atau sport diplomacy.

Keterlibatan pelatih dari Hungaria menjadi sarana pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta metode pembinaan olahraga. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Counsellor II Sports Affairs Kedutaan Besar Hungaria, Laszlo Karoly, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia berharap hubungan Indonesia dan Hungaria melalui olahraga berkuda memanah dapat terus berkembang dan semakin kuat pada masa mendatang.

Tidak hanya menyasar prestasi atlet, kedua negara juga membuka peluang pengembangan industri olahraga, khususnya produksi perlengkapan berkuda memanah.

Rencana kerja sama tersebut mencakup pertukaran pengetahuan antara pengrajin Hungaria dan Indonesia dalam pembuatan peralatan, seperti busur, anak panah, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Melalui program tersebut, pengrajin lokal diharapkan memperoleh kesempatan untuk mempelajari teknik produksi, meningkatkan kualitas produk, serta memenuhi standar internasional.

IHAA Intensive Bootcamp sendiri merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia dan Nemethy Horseback Archery Sport Association pada 10 Agustus 2026 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Budapest, Hungaria.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya