Indonesia Juara Umum IHAA Asian Greater Championship 2026, Bawa Pulang 13 Medali dari Moskow

Indonesai sukses menjadi juara umum turnamen berkuda memanah di Moskow, Rusia, dengan raihan 13 medali.

OlehThomas
Diterbitkan 02 Oktober 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet Indonesia di pentas olahraga internasional. Kali ini, giliran cabang olahraga berkuda memanah yang mengharumkan nama Merah Putih dengan menjadi juara umum International Horseback Archery Alliance/IHAA Asian Greater Championship 2026 di Moskow, Rusia.

Indonesia tampil gemilang dalam ajang yang berlangsung pada 25-27 September 2026 tersebut. Tim Merah Putih sukses mengoleksi 7 medali emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

Capaian tersebut menempatkan Indonesia di posisi teratas, mengungguli tuan rumah Rusia dan Kazakhstan. Kejuaraan ini diikuti sekitar 40 atlet dari 12 negara dan mempertandingkan tiga kategori, yakni Young Rider, Senior, dan Junior.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman. Pada Kamis (1/10/2026), Marciano menerima kunjungan empat atlet Indonesia yang tampil di Moskow di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta.

Keempat atlet tersebut adalah Arsa Wening Arrosyad, Tio Fawaz Ananta, Hammas Syauqi Syahid, dan Dzaakir Alhanif.

"Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya memberikan apresiasi kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi membanggakan. Ini adalah salah satu prestasi yang membanggakan dan menjadi inspirasi kita semua, bahwa Berkuda Memanah berprestasi," ujar Marciano.

Dominasi Atlet Indonesia

Sumbangan medali Indonesia datang dari sejumlah nomor yang dipertandingkan. Arsa Wening Arrosyad tampil luar biasa di kategori Young Rider dengan meraih tiga medali emas dari nomor Raid 233, Tower 90, dan juara umum individu.

Pada kategori Senior, Tio Fawaz Ananta juga menyumbangkan tiga emas melalui nomor Raid 233, Tower 90, serta juara umum individu.

Sementara itu, Hammas Syauqi Syahid menyumbangkan satu emas dari nomor Hunt Track serta dua perak. Atlet termuda Indonesia, Dzaakir Alhanif, turut menyumbangkan satu perak dan tiga perunggu di kategori Junior.

Konsistensi para atlet tersebut menjadi faktor penting yang mengantarkan Indonesia ke puncak klasemen sekaligus menunjukkan perkembangan olahraga berkuda memanah Tanah Air di level internasional.

Jadi Modal Menuju Kompetisi Berikutnya

Keberhasilan di Moskow juga menjadi pengalaman penting bagi para atlet Indonesia. Mereka harus beradaptasi dengan kondisi cuaca dan lingkungan pertandingan yang berbeda, termasuk menggunakan kuda yang baru dikenal saat kejuaraan berlangsung.

Arsa Wening Arrosyad menilai persaingan berkuda memanah kini semakin berkembang karena semakin banyak negara yang menekuni olahraga tersebut.

Menurut Arsa, prestasi di Moskow tidak boleh membuat Indonesia berpuas diri. Tim Merah Putih masih memiliki target yang lebih besar di masa mendatang.

Ia juga mengungkapkan bahwa kejuaraan di Rusia menjadi pencapaian istimewa baginya. Arsa telah tiga kali bertanding di Rusia, yakni pada 2023, 2024, dan 2026, dan selalu berhasil membawa pulang medali emas.

KONI Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Marciano menilai prestasi tersebut merupakan hasil kerja sama antara atlet, pelatih, orang tua, ofisial, dan federasi. Karena itu, keberhasilan Indonesia di Moskow diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan jangka panjang.

Menurutnya, Berkuda Memanah memiliki peluang untuk terus berkembang dan suatu saat dapat melahirkan atlet yang mewakili Indonesia pada multi-event internasional.

"Prestasi ini tidak akan terbangun apabila antara pelatih, ofisial lainnya, dan atlet kolaborasinya tidak kuat," kata Marciano.

KONI juga mendorong pengembangan atlet dari berbagai kelompok usia, termasuk memperluas pembinaan atlet perempuan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kedalaman skuad Indonesia di berbagai kompetisi internasional.

Setelah sukses menjadi juara umum di Moskow, Berkuda Memanah Indonesia kini memiliki tantangan berikutnya. Tim Merah Putih dijadwalkan tampil pada IHAA Oceania Regional Championship 2026 di Australia pada Oktober mendatang.

Prestasi 7 emas, 3 perak, dan 3 perunggu di Moskow menjadi bukti bahwa olahraga berkuda memanah Indonesia memiliki potensi untuk terus berkembang dan bersaing di level dunia.