Dari Pogba hingga Antony: 10 Transfer Terburuk Manchester United yang Jadi Penyesalan Besar

Manchester United memiliki sejarah panjang dengan banyak pemain bintang yang datang. Namun, tidak sedikit dari mereka yang gagal menunjukkan performa sesuai har

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 07 Mei 2026, 18:35 WIB
Paul Pogba - Manchester United harus merogoh kocek dalam untuk memulangkan mantan pemainnya ini dari Juventus yang kala itu bernilai 94 juta Pounds. Namun sayang sekembalinya ke Old Trafford, Pogba tak pernah benar-benar mampu mengeluarkan penampilan terbaiknya. (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United dikenal sebagai salah satu tim terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Banyak legenda lahir dan meraih kesuksesan besar di Old Trafford.

Pada era Sir Alex Ferguson, Manchester United memiliki kemampuan luar biasa dalam membangun tim juara. Pergantian pemain selalu dilakukan dengan strategi matang.

Nama seperti Roy Keane, Wayne Rooney, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, hingga Cristiano Ronaldo menjadi simbol keberhasilan transfer mereka. Kehadiran pemain tersebut membawa banyak trofi ke Old Trafford.

Namun, tidak semua keputusan transfer berjalan sesuai rencana. Beberapa pembelian mahal justru berubah menjadi kegagalan besar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Manchester United bahkan sering dikritik karena kebijakan transfer yang buruk. Berikut 10 transfer terburuk Manchester United sepanjang masa.

1. Memphis Depay - 34 juta euro dari PSV

Memphis Depay. Akibat ketidaksabaran Manchester United dalam proses adaptasi Memphis Depay yang didatangkan pada awal musim 2015/2016, ia akhirnya dilepas pada Januari 2017 ke Lyon. Ia menjelma menjadi striker tajam dan Barcelona pun kepincut mendatangkannya awal musim 2021/2022. (AFP/Paul Ellis)

Memphis Depay datang ke Manchester United dengan ekspektasi sangat tinggi. Ia bahkan dipercaya mengenakan nomor punggung tujuh yang legendaris.

Tekanan besar membuat performanya tidak berkembang sesuai harapan. Ia hanya mencetak dua gol di Premier League dalam satu musim penuh.

Selain gagal di lapangan, nilai transfernya juga merosot drastis. Manchester United hanya mendapatkan kembali sekitar 16 juta euro saat menjualnya ke Lyon.

Depay akhirnya meninggalkan Old Trafford pada Januari 2017. Kepindahan itu menutup periode singkat yang mengecewakan bagi kedua pihak.

2. Radamel Falcao - Pinjaman senilai 7,6 juta euro dari Monaco

4. Radamel Falcao – Pemain asal Kolombia ini merupakan striker yang terkenal tajam dan mematikan di depan gawang saat berseragam Porto dan Atletico Madrid. Namun sayang dia gagal total saat pindah ke Manchester United. (AFP/Oli Scarff)

Manchester United meminjam Radamel Falcao dengan harapan besar pada 2014. Saat itu, ia dikenal sebagai salah satu striker terbaik dunia.

Namun, performanya jauh dari ekspektasi di Premier League. Falcao hanya mampu mencetak empat gol liga selama semusim.

Kesulitan beradaptasi dengan intensitas sepak bola Inggris menjadi masalah utama. Kondisi fisiknya juga belum sepenuhnya pulih setelah cedera serius.

Manchester United akhirnya menolak mempermanenkan transfernya. Keputusan itu diambil setelah kontribusinya dinilai sangat minim.

3. Kleberson - 8,6 juta euro dari Athletico Paranaense

Kleberson (tengah) saat tampil memperkuat Manchester United melawan Newcastle United pada laga Premier League 2004. (AFP/Paul Barker)

Kleberson datang sebagai juara Piala Dunia bersama Brasil. Manchester United berharap ia menjadi tambahan penting di lini tengah.

Sebelum pindah ke Inggris, sejumlah tim besar Eropa sempat tertarik merekrutnya. Namun, ia memilih bertahan di Brasil lebih dulu sebelum akhirnya pindah.

Cedera menjadi hambatan terbesar selama kariernya di Old Trafford. Ia kesulitan mendapatkan ritme permainan yang stabil.

Kleberson gagal menunjukkan kualitas terbaiknya bersama United. Masa baktinya di klub pun berlangsung singkat dan minim kesan.

4. Alexis Sanchez - Tukar tambah dengan Henrikh Mkhitaryan dari Arsenal

Alexis Sanchez digadang-gadang akan menjadi pemain yang mampu membawa Manchester United kembali ke puncak Liga Inggris. Namun, hal tersebut tak seperti yang direncanakan karena ia jarang dimainkan dan hanya mengoleksi 2 gol dan 4 assist di musim pertamanya. (AFP/Oli Scarff)

Alexis Sanchez datang ke Manchester United sebagai salah satu bintang Premier League. Transfer ini sempat dianggap kemenangan besar bagi klub.

Namun, performanya menurun drastis setelah meninggalkan Arsenal. Ia hanya mencetak tiga gol liga selama bermain di Old Trafford.

Gaji tinggi membuat transfer ini semakin dianggap merugikan. Sanchez dilaporkan menerima sekitar 20 juta euro per tahun.

Setelah masa peminjaman di Inter Milan, ia hengkang secara permanen. Kepindahan itu mengakhiri salah satu transfer paling gagal dalam sejarah klub.

5. Massimo Taibi - 5,3 juta euro dari Venezia

Massimo Taibi. Pemain yang berposisi sebagai kiper ini didatangkan dari Venezia pada September 1999 setelah Manchester United melepas Peter Schmeichel ke Sporting. Tampil apik di dua laga awal, namun membuat blunder di dua laga berikutnya. Januari 2000 ia dilepas ke Reggina. (AFP/Adrian Dennis)

Manchester United mengalami krisis penjaga gawang setelah Peter Schmeichel pergi. Situasi itu membuat klub merekrut Massimo Taibi secara mendadak.

Taibi sebenarnya tampil cukup baik saat debut melawan Liverpool. Ia bahkan terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

Namun, performanya kemudian menurun drastis. Kesalahan demi kesalahan membuat namanya sering masuk tayangan kompilasi blunder.

Momen paling terkenal terjadi saat gagal menghalau tembakan lemah Matt Le Tissier. Insiden itu menjadi simbol buruk kariernya di Inggris.

6. Juan Sebastian Veron - 42,6 juta euro dari Lazio

4. Juan Sebastian Veron - Gelandang Argentina ini mengawali karier di Premier League bersama Manchester United pada 2001. Selama dua musim bersama Manchester United, Veron berhasil membawa skuat The Red Devil meraih gelar juara Premier League. (AFP/Paul Barker)

Juan Sebastian Veron dikenal sebagai gelandang kelas dunia saat direkrut Manchester United. Sir Alex Ferguson ingin menambah kreativitas lini tengahnya.

Meski memiliki kualitas teknik tinggi, Veron kesulitan beradaptasi di Inggris. Tempo dan fisik Premier League menjadi tantangan besar baginya.

Ia hanya mencetak tujuh gol dari 57 laga liga bersama United. Penampilannya dinilai tidak sebanding dengan harga mahal yang dibayarkan klub.

Dua tahun kemudian, Veron dijual ke Chelsea dengan harga jauh lebih rendah. Transfer tersebut dianggap kerugian besar bagi Manchester United.

7. Harry Maguire - 87 juta euro dari Leicester City

Pemain Manchester United, Harry Maguire, berteriak semangat setelah timnya berhasil mengalahkan Liverpool di Anfield dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Minggu (19/10/2025) malam WIB.

Harry Maguire menjadi bek termahal dunia saat bergabung pada 2019. Nilai transfernya langsung memunculkan banyak pertanyaan.

Pada awalnya, performanya cukup stabil meski tidak spektakuler. Namun, kritik semakin besar setelah serangkaian kesalahan fatal terjadi.

Musim 2021-22 menjadi periode terburuk bagi Maguire. Ia kehilangan tempat utama di bawah Erik ten Hag pada musim berikutnya.

Performa Maguire memang sempat membaik belakangan ini. Namun, banyak pihak tetap menilai harga transfernya terlalu tinggi.

8. Antony - 95 juta euro dari Ajax

Antony telah resmi menjalani penampilan debutnya di Liga Inggris bersama Manchester United. Tak hanya itu, ia juga telah sukses mencetak gol perdananya saat mengalahkan Arsenal 3-1 pada Minggu (04/09/2022) kemarin. Sebelumnya, penyerang 22 tahun tersebut direkrut dari Ajax Amsterdam dengan biaya 95 juta euro. (AFP/Oli Scarff)

Antony direkrut atas permintaan langsung Erik ten Hag. Manchester United harus membayar mahal karena Ajax enggan melepas pemainnya.

Transfer tersebut akhirnya menjadi perjudian yang gagal. Antony kesulitan menunjukkan kualitas terbaiknya di Premier League.

Dalam dua musim awal, kontribusinya sangat minim. Ia hanya mencatat lima gol dan tiga assist di liga.

Peminjaman ke Real Betis justru membuat performanya membaik. Namun, United akhirnya menjualnya permanen dengan harga jauh lebih rendah.

9. Jadon Sancho - 85 juta euro dari Borussia Dortmund

Penyerang Manchester United Jadon Sancho. (Oli SCARFF / AFP)

Manchester United mengejar Jadon Sancho selama dua tahun. Klub akhirnya berhasil merekrutnya pada 2021 dengan biaya sangat besar.

Namun, karier Sancho di Old Trafford berjalan mengecewakan. Ia hanya mencetak 12 gol dari 82 pertandingan.

Masalah di luar lapangan juga memperburuk situasi. Konfliknya dengan Erik ten Hag membuatnya sempat disingkirkan dari tim utama.

Beberapa masa peminjaman tidak mampu menghidupkan kembali kariernya. Kontraknya pun dipastikan berakhir tanpa kesan berarti.

10. Paul Pogba - 105 juta euro dari Juventus

Pemain top pertama yang pernah menjadi kliennya adalah Paul Pogba. Ia pernah meyakinkan Pogba untuk hengkang dari Manchester United dari Juventus pada 2012 silam. Gara-gara transfer tersebut, Sir Alex Ferguson murka dan melarang MU untuk berurusan dengannya. Selain itu, Raiola juga menjadi sosok kepulangan sang gelandang ke Old Trafford pada tahun 2016 dengan harus merogoh kocek sebesar 100 juta Euro. (AFP/Oli Scarff)

Paul Pogba kembali ke Manchester United pada 2016 dengan status bintang dunia. Klub berharap ia menjadi simbol kebangkitan era baru.

Meski sempat menunjukkan kualitas luar biasa, performanya tidak konsisten. Pogba juga kesulitan menemukan peran ideal dalam tim.

Cedera semakin sering mengganggu kariernya di Old Trafford. Kontribusinya perlahan menurun dalam beberapa musim terakhir.

Ia akhirnya pergi secara gratis ke Juventus pada 2022. Selama periode keduanya di United, Pogba hanya memenangkan Piala Liga dan Liga Europa.

Sumber: Football Transfers

Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya