Liputan6.com, Jakarta - Manchester United dikenal sebagai salah satu tim terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Banyak legenda lahir dan meraih kesuksesan besar di Old Trafford.
Pada era Sir Alex Ferguson, Manchester United memiliki kemampuan luar biasa dalam membangun tim juara. Pergantian pemain selalu dilakukan dengan strategi matang.
Advertisement
Nama seperti Roy Keane, Wayne Rooney, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, hingga Cristiano Ronaldo menjadi simbol keberhasilan transfer mereka. Kehadiran pemain tersebut membawa banyak trofi ke Old Trafford.
Namun, tidak semua keputusan transfer berjalan sesuai rencana. Beberapa pembelian mahal justru berubah menjadi kegagalan besar.
Dalam beberapa tahun terakhir, Manchester United bahkan sering dikritik karena kebijakan transfer yang buruk. Berikut 10 transfer terburuk Manchester United sepanjang masa.
1. Memphis Depay - 34 juta euro dari PSV
Memphis Depay datang ke Manchester United dengan ekspektasi sangat tinggi. Ia bahkan dipercaya mengenakan nomor punggung tujuh yang legendaris.
Tekanan besar membuat performanya tidak berkembang sesuai harapan. Ia hanya mencetak dua gol di Premier League dalam satu musim penuh.
Selain gagal di lapangan, nilai transfernya juga merosot drastis. Manchester United hanya mendapatkan kembali sekitar 16 juta euro saat menjualnya ke Lyon.
Depay akhirnya meninggalkan Old Trafford pada Januari 2017. Kepindahan itu menutup periode singkat yang mengecewakan bagi kedua pihak.
2. Radamel Falcao - Pinjaman senilai 7,6 juta euro dari Monaco
Manchester United meminjam Radamel Falcao dengan harapan besar pada 2014. Saat itu, ia dikenal sebagai salah satu striker terbaik dunia.
Namun, performanya jauh dari ekspektasi di Premier League. Falcao hanya mampu mencetak empat gol liga selama semusim.
Kesulitan beradaptasi dengan intensitas sepak bola Inggris menjadi masalah utama. Kondisi fisiknya juga belum sepenuhnya pulih setelah cedera serius.
Manchester United akhirnya menolak mempermanenkan transfernya. Keputusan itu diambil setelah kontribusinya dinilai sangat minim.
3. Kleberson - 8,6 juta euro dari Athletico Paranaense
Kleberson datang sebagai juara Piala Dunia bersama Brasil. Manchester United berharap ia menjadi tambahan penting di lini tengah.
Sebelum pindah ke Inggris, sejumlah tim besar Eropa sempat tertarik merekrutnya. Namun, ia memilih bertahan di Brasil lebih dulu sebelum akhirnya pindah.
Cedera menjadi hambatan terbesar selama kariernya di Old Trafford. Ia kesulitan mendapatkan ritme permainan yang stabil.
Kleberson gagal menunjukkan kualitas terbaiknya bersama United. Masa baktinya di klub pun berlangsung singkat dan minim kesan.
4. Alexis Sanchez - Tukar tambah dengan Henrikh Mkhitaryan dari Arsenal
Alexis Sanchez datang ke Manchester United sebagai salah satu bintang Premier League. Transfer ini sempat dianggap kemenangan besar bagi klub.
Namun, performanya menurun drastis setelah meninggalkan Arsenal. Ia hanya mencetak tiga gol liga selama bermain di Old Trafford.
Gaji tinggi membuat transfer ini semakin dianggap merugikan. Sanchez dilaporkan menerima sekitar 20 juta euro per tahun.
Setelah masa peminjaman di Inter Milan, ia hengkang secara permanen. Kepindahan itu mengakhiri salah satu transfer paling gagal dalam sejarah klub.
5. Massimo Taibi - 5,3 juta euro dari Venezia
Manchester United mengalami krisis penjaga gawang setelah Peter Schmeichel pergi. Situasi itu membuat klub merekrut Massimo Taibi secara mendadak.
Taibi sebenarnya tampil cukup baik saat debut melawan Liverpool. Ia bahkan terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.
Namun, performanya kemudian menurun drastis. Kesalahan demi kesalahan membuat namanya sering masuk tayangan kompilasi blunder.
Momen paling terkenal terjadi saat gagal menghalau tembakan lemah Matt Le Tissier. Insiden itu menjadi simbol buruk kariernya di Inggris.
6. Juan Sebastian Veron - 42,6 juta euro dari Lazio
Juan Sebastian Veron dikenal sebagai gelandang kelas dunia saat direkrut Manchester United. Sir Alex Ferguson ingin menambah kreativitas lini tengahnya.
Meski memiliki kualitas teknik tinggi, Veron kesulitan beradaptasi di Inggris. Tempo dan fisik Premier League menjadi tantangan besar baginya.
Ia hanya mencetak tujuh gol dari 57 laga liga bersama United. Penampilannya dinilai tidak sebanding dengan harga mahal yang dibayarkan klub.
Dua tahun kemudian, Veron dijual ke Chelsea dengan harga jauh lebih rendah. Transfer tersebut dianggap kerugian besar bagi Manchester United.
7. Harry Maguire - 87 juta euro dari Leicester City
Harry Maguire menjadi bek termahal dunia saat bergabung pada 2019. Nilai transfernya langsung memunculkan banyak pertanyaan.
Pada awalnya, performanya cukup stabil meski tidak spektakuler. Namun, kritik semakin besar setelah serangkaian kesalahan fatal terjadi.
Musim 2021-22 menjadi periode terburuk bagi Maguire. Ia kehilangan tempat utama di bawah Erik ten Hag pada musim berikutnya.
Performa Maguire memang sempat membaik belakangan ini. Namun, banyak pihak tetap menilai harga transfernya terlalu tinggi.
8. Antony - 95 juta euro dari Ajax
Antony direkrut atas permintaan langsung Erik ten Hag. Manchester United harus membayar mahal karena Ajax enggan melepas pemainnya.
Transfer tersebut akhirnya menjadi perjudian yang gagal. Antony kesulitan menunjukkan kualitas terbaiknya di Premier League.
Dalam dua musim awal, kontribusinya sangat minim. Ia hanya mencatat lima gol dan tiga assist di liga.
Peminjaman ke Real Betis justru membuat performanya membaik. Namun, United akhirnya menjualnya permanen dengan harga jauh lebih rendah.
9. Jadon Sancho - 85 juta euro dari Borussia Dortmund
Manchester United mengejar Jadon Sancho selama dua tahun. Klub akhirnya berhasil merekrutnya pada 2021 dengan biaya sangat besar.
Namun, karier Sancho di Old Trafford berjalan mengecewakan. Ia hanya mencetak 12 gol dari 82 pertandingan.
Masalah di luar lapangan juga memperburuk situasi. Konfliknya dengan Erik ten Hag membuatnya sempat disingkirkan dari tim utama.
Beberapa masa peminjaman tidak mampu menghidupkan kembali kariernya. Kontraknya pun dipastikan berakhir tanpa kesan berarti.
10. Paul Pogba - 105 juta euro dari Juventus
Paul Pogba kembali ke Manchester United pada 2016 dengan status bintang dunia. Klub berharap ia menjadi simbol kebangkitan era baru.
Meski sempat menunjukkan kualitas luar biasa, performanya tidak konsisten. Pogba juga kesulitan menemukan peran ideal dalam tim.
Cedera semakin sering mengganggu kariernya di Old Trafford. Kontribusinya perlahan menurun dalam beberapa musim terakhir.
Ia akhirnya pergi secara gratis ke Juventus pada 2022. Selama periode keduanya di United, Pogba hanya memenangkan Piala Liga dan Liga Europa.
Sumber: Football Transfers