Michael Carrick Bangun Dinasti di Manchester United, 4 Pemain Ini Bakal Ditendang

Manchester United perlu menjual empat pemain musim panas ini untuk membangun tim yang dapat menciptakan skuad tangguh di masa depan.

Diterbitkan 17 Juni 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United melewati musim 2025/2026 dengan banyak tantangan. Meskipun awalnya menunjukkan kemajuan yang lambat di bawah bimbingan Ruben Amorim, keadaan menjadi semakin buruk  yang menyebabkan Setan Merah terjerumus kembali ke dalam kekacauan.

Namun, di Old Trafford, situasi mulai berubah menjadi lebih positif, menciptakan sebuah narasi kebangkitan dan harapan baru bagi klub.

Michael Carrick tiba di Manchester United dengan harapan yang tidak terlalu tinggi setelah kepergian mendadak Ruben Amorim pada bulan Januari. Akan tetapi, mantan gelandang timnas Inggris ini mampu mengangkat performa Setan Merah menjadi salah satu yang terbaik di liga setelah kedatangannya, sekaligus memimpin kebangkitan yang mengantarkan klub ke posisi ketiga di Premier League.

Pencapaian ini cukup signifikan, mengingat United sebelumnya mengakhiri musim di peringkat ke-15. Meski tidak meraih trofi dan hanya bermain dalam jumlah pertandingan terendah dalam sejarah modern klub, Manchester United menyongsong bursa transfer musim panas 2026 dengan penuh optimisme.

Transformasi yang dilakukan Carrick sangat terlihat jelas. Dalam 17 pertandingan yang ditanganinya, MU berhasil meraih 12 kemenangan dan mengumpulkan 39 poin.

Optimisme ini membuat Carrick akhirnya diangkat sebagai pelatih kepala permanen. Ia menerima kontrak berdurasi dua tahun beberapa hari sebelum pertandingan terakhir musim ini.

Sebelum memulai proyek baru di bawah Michael Carrick, MU perlu melepaskan beberapa pemain yang dianggap tidak lagi memberikan kontribusi yang diharapkan. Saat ini, skuad masih dihuni oleh beberapa pemain yang kesulitan untuk tampil konsisten, memiliki riwayat cedera yang buruk, atau berada di posisi yang membutuhkan peningkatan kualitas yang signifikan.

Oleh karena itu, berikut adalah empat pemain yang harus dijual oleh Manchester United pada musim panas ini jika mereka ingin membangun skuad yang mampu menciptakan dinasti baru di masa depan.

1. Matthijs de Ligt

Matthijs de Ligt menghadapi situasi yang sulit di Manchester United, di mana masalah kebugaran menghambat kontribusinya secara signifikan. Bek tengah asal Belanda ini telah absen sejak 30 November 2025 akibat cedera punggung bawah, dan ketika ia tampak semakin dekat untuk kembali, ia mengalami kemunduran kecil bulan lalu.

Pelatih Michael Carrick belum memberikan informasi mengenai kapan De Ligt akan kembali bermain. Ia hanya menyampaikan bahwa "karena sifat cederanya, sulit untuk memberikan perkiraan waktu yang spesifik."

Pemain berusia 26 tahun tersebut baru tampil dalam 13 pertandingan liga musim ini dan berhasil mencetak satu gol. Namun, ketidakhadirannya sejak November telah mengganggu komposisi lini belakang Manchester United, terutama dengan kondisi Harry Maguire dan Lisandro Martínez yang juga tidak dapat bermain.

Di tengah upaya tim untuk membangun fondasi kesuksesan jangka panjang di bawah kepemimpinan Carrick, MU sangat membutuhkan pemain bertahan yang lebih dapat diandalkan dan mampu menjaga kebugarannya selama musim yang berat.

Selain itu, absennya De Ligt diyakini akan memberikan kesempatan bagi Leny Yoro untuk berkembang. Bek muda asal Prancis ini diharapkan dapat menjadi pelapis utama bagi Harry Maguire dan diproyeksikan sebagai penerus jangka panjang di posisi bek tengah kanan.

2. Altay Bayindir

Karier Altay Bayindir di Manchester United dipenuhi dengan ketidakstabilan. Kiper asal Turki tersebut tidak berhasil memanfaatkan kesempatan untuk menjadi pilihan utama MU pada awal musim 2025/2026, terutama setelah Ruben Amorim memutuskan untuk mencadangkan Andre Onana.

Pemain berusia 28 tahun itu tidak mampu menunjukkan dampak yang signifikan di lapangan dan akhirnya harus menyerahkan posisinya kepada Senne Lammens. Lammens, yang tidak pernah kehilangan tempatnya di bawah mistar gawang, membuat Bayindir semakin tertekan.

Selama enam penampilan di liga, kiper Turki ini kebobolan 11 gol sebelum akhirnya kehilangan tempatnya, yang menjadikannya sebagai salah satu sorotan utama bagi manajemen klub. Dengan Senne Lammens kini menjadi pilihan utama yang tidak terbantahkan setelah menjalani musim debut yang mengesankan, posisi Bayindir di Old Trafford semakin tidak diperlukan.

3. Joshua Zirkzee

Kiprah Joshua Zirkzee di Manchester United belum menunjukkan perkembangan yang signifikan, dan tekanan yang dihadapinya semakin meningkat sepanjang musim 2025/2026. Sejak bergabung dari Bologna, Zirkzee mengalami kesulitan dalam mencetak gol secara konsisten dan sering kali terlihat tidak sejalan dengan strategi permainan yang diterapkan oleh United.

Meskipun ia sesekali mendapatkan pujian atas permainan kombinasi dan kemampuannya dalam menghubungkan lini serang, kurangnya ketajaman dalam penyelesaian akhir sering kali membuatnya menjadi sasaran kritik dari para pendukung di Old Trafford. Penyerang asal Belanda ini hanya menjadi starter dalam lima dari 26 penampilannya di Premier League, dengan total waktu bermain yang hanya mencapai 645 menit sepanjang musim lalu.

Masalah dalam mencetak gol memang terus menghantui pemain berusia 25 tahun tersebut, dan saat ini tampaknya sudah saatnya bagi Setan Merah untuk mempertimbangkan untuk melepasnya. Kembali ke Serie A bisa menjadi pilihan yang cukup logis bagi penyerang asal Belanda ini, mengingat ia mungkin akan menemukan kembali performa terbaiknya di liga yang pernah ia jalani sebelumnya.

4. Manuel Ugarte

Karier Manuel Ugarte di Manchester United sejak kedatangannya dari Paris Saint-Germain pada Agustus 2024 penuh dengan ketidakstabilan. Gelandang asal Uruguay tersebut mengalami kesulitan untuk memberikan kontribusi yang signifikan di Inggris, dan tingkat keterlibatannya dalam tim semakin menurun di bawah setiap pelatih dalam dua musim terakhir.

Ruben Amorim pernah mengungkapkan bahwa Ugarte perlu meningkatkan performanya, mengakui adanya tantangan yang dihadapi sang gelandang. Pada musim 2025/2026, Ugarte hanya bermain dalam 24 pertandingan, di mana ia hanya menjadi starter sebanyak 10 kali dengan total waktu bermain 1.005 menit, tanpa mencetak gol atau assist. Kebutuhan Manchester United untuk memperkuat lini tengah semakin mendesak, terutama setelah kepergian Casemiro dengan status bebas transfer.

Ugarte sering melakukan kesalahan dalam pengoperan atau kehilangan bola, sehingga tidak berhasil menemukan ritme permainan yang baik. Seorang gelandang bertahan yang tidak mampu menguasai permainan di tengah lapangan tentu akan menghadapi kritik dari para penggemar dan analis sepak bola. Menjual Ugarte dapat memberikan kesempatan bagi Setan Merah untuk berinvestasi pada gelandang lain yang benar-benar dapat melengkapi Bruno Fernandes dan membantu mewujudkan visi jangka panjang yang diinginkan oleh Michael Carrick.

Minat terhadap Ugarte juga cukup tinggi. Laporan terbaru menyebutkan bahwa Everton dan Crystal Palace menunjukkan ketertarikan untuk merekrutnya. Dengan situasi ini, langkah selanjutnya bagi Ugarte dan Manchester United akan sangat menentukan bagi masa depan keduanya.

 

Sumber: Yus Mei Sawitri (Bola.com)