Liputan6.com, Jakarta - Harapan Real Madrid untuk menutup musim 2025/2026 dengan trofi akhirnya benar-benar sirna. Kekalahan dari Barcelona di laga El Clasico menjadi pukulan telak yang memastikan Los Blancos mengakhiri musim tanpa satu pun gelar.
Bermain di Camp Nou dalam lanjutan pekan ke-35 LaLiga, Senin (11/5/2026) dini hari WIB, Madrid harus mengakui keunggulan rival abadinya dengan skor 0-2. Hasil tersebut sekaligus mengunci gelar juara LaLiga untuk Barcelona.
Advertisement
Dengan tiga pertandingan tersisa, Madrid yang berada di posisi kedua klasemen hanya mengoleksi 77 poin. Raihan itu sudah tidak mungkin lagi mengejar Barcelona yang kokoh di puncak dengan 91 poin.
Musim Pahit Real Madrid
Kekalahan di markas Barcelona terasa semakin menyakitkan karena menjadi penutup musim yang penuh kekecewaan bagi skuad ibu kota Spanyol tersebut.
Setelah gagal di LaLiga, Madrid sebelumnya juga tersingkir lebih awal di Copa del Rey usai kandas di babak 16 besar.
Tak hanya itu, mereka juga harus puas menjadi runner-up di Piala Super Spanyol. Sementara di Liga Champions, langkah Kylian Mbappe dan kolega terhenti di babak perempat final.
Kekecewaan Alvaro Arbeloa
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya usai pertandingan. Ia bahkan menyinggung keputusan wasit terkait insiden di kotak penalti Barcelona yang dianggap merugikan timnya.
“Bagi saya jelas ada sikutan, tapi meski demikian, selamat untuk Barca atas gelar juara liganya hari ini,” ujar Arbeloa seperti dikutip dari Football Espana.
Meski musim berakhir tanpa trofi, Arbeloa meminta para pemainnya tetap menjaga harga diri klub dan menunjukkan karakter Real Madrid.
“Musim kami berakhir hari ini tapi kami tidak boleh menyerah. Kami mempertahankan sesuatu yang jauh lebih besar daripada kami semua, lambang Real Madrid. Kami harus menunjukkan bahwa kami benar-benar terluka,” tegasnya.
Wajar Jika Suporter Marah
Arbeloa juga memahami kekecewaan besar yang dirasakan para pendukung Madrid setelah tim gagal bersaing di berbagai ajang musim ini.
“Kami tidak bisa mengatakan banyak hal karena kami paham rasa frustrasi dan kemarahan suporter. Kami hanya bisa menatap masa depan dan belajar apa yang salah musim ini,” lanjut Arbeloa.
Musim tanpa gelar ini menjadi salah satu periode paling mengecewakan bagi Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir. Tekanan kini dipastikan akan mengarah kepada manajemen dan tim pelatih untuk melakukan evaluasi besar-besaran jelang musim baru.