Suporter Brasil Desak Carlo Ancelotti Mundur, Nama Pelatih Ini Jadi Pengganti Idaman

Kekalahan tak terduga Timnas Brasil oleh Norwegia di 16 besar Piala Dunia 2026 memicu kemarahan besar di kalangan suporter terhadap Carlo Ancelotti.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 07 Juli 2026, 08:30 WIB
Penyerang Brasil bernomor punggung 10, Neymar (tengah), berbicara dengan rekan setimnya yang dilirik oleh pelatih kepala Brasil asal Italia, Carlo Ancelotti (kanan), selama sesi latihan di Fasilitas Latihan Columbia Park di Morristown, New Jersey pada 22 Juni 2026, selama turnamen Piala Dunia 2026. (Mauro Pimentel/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kekalahan mengejutkan Brasil dari Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 telah memicu reaksi kemarahan di kalangan suporter. Pelatih Carlo Ancelotti menjadi target kritik setelah Selecao mengalami hasil buruk tersebut.

Di awal turnamen, Ancelotti dianggap sebagai sosok yang berpotensi mengakhiri penantian Brasil untuk kembali meraih gelar juara dunia, yang terakhir kali diraih pada tahun 2002. Namun, harapan itu hancur setelah Brasil harus menerima kekalahan 1-2 dari Norwegia.

Striker Norwegia, Erling Haaland, tampil gemilang dengan mencetak dua gol yang membawa timnya meraih kemenangan. Di sisi lain, Tim Samba hanya berhasil memperkecil ketertinggalan melalui penalti yang dieksekusi oleh Neymar pada masa injury time, yang ternyata tidak cukup untuk menyelamatkan mereka dari eliminasi di turnamen ini.

Walaupun menghadapi tekanan yang sangat besar, Ancelotti menegaskan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk mundur dari posisinya sebagai pelatih.

"Kami harus terus bekerja, berkembang, dan menemukan ide-ide baru. Saya percaya kekalahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah siklus baru," ujar pelatih asal Italia tersebut, seperti yang dikutip dari The Sun.

 

Diminta Mundur

Carlo Ancelotti, pelatih Brasil, memimpin latihan sebelum kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ekuador. Sesi latihan berlangsung di Sao Paulo, Brasil, pada Selasa, 3 Juni 2025.

Nyatanya, pernyataan yang disampaikan Ancelotti belum mampu meredakan kemarahan para pendukung Brasil. Di platform media sosial X, banyak penggemar secara langsung meminta agar Federasi Sepak Bola Brasil segera memecat mantan pelatih Real Madrid tersebut.

"Dia harus dipecat," tulis seorang suporter. Tidak hanya itu, ada juga penggemar lain yang melontarkan kritik lebih tajam dengan menyatakan, "Ancelotti, ini sepenuhnya salahmu," yang menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam.

Selain itu, seorang pengguna X lainnya berpendapat bahwa pelatih seharusnya mengambil langkah untuk mundur. "Kalau masih punya rasa tanggung jawab, dia harus mengundurkan diri malam ini juga," ungkapnya.

Ironisnya, tekanan tersebut ditujukan kepada salah satu pelatih paling berprestasi dalam sejarah sepak bola. Dengan catatan prestasi yang luar biasa, Ancelotti telah meraih lima gelar Liga Champions serta berbagai trofi liga domestik, dan berhasil menjadi juara liga di lima negara yang berbeda. Meskipun demikian, kegagalan tim Brasil untuk melaju jauh di Piala Dunia 2026 membuat posisi Ancelotti mulai dipertanyakan oleh banyak pihak.

Sarankan Tunjuk Pep Guardiola

Pep Guardiola, manajer Manchester City. (AFP/Darren Staples)

Di tengah banyaknya kritik yang mengalir, sejumlah penggemar Brasil dengan serentak mengusulkan nama Pep Guardiola sebagai pengganti Carlo Ancelotti. "Datangkan Pep Guardiola, masih ada waktu," ungkap salah satu pendukung. Suporter lainnya juga menambahkan, "Pelatih untuk Piala Dunia 2030 adalah Pep Guardiola!"

Selain itu, seorang penggemar Brasil lainnya menulis, "Pep Guardiola, tolong selamatkan kami." Sebenarnya, nama Guardiola pernah menjadi salah satu kandidat pelatih Timnas Brasil sebelum federasi memutuskan untuk menunjuk Ancelotti tahun lalu.

Saat ini, pelatih asal Spanyol tersebut tidak terikat kontrak setelah menyelesaikan sepuluh tahun masa jabatannya di Manchester City. Meskipun demikian, belum ada kepastian mengenai kesediaan Guardiola untuk kembali melatih dalam waktu dekat. Banyak kalangan yang memperkirakan bahwa ia akan mengambil jeda lebih lama dari dunia kepelatihan sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

 

Sumber: Yus Mei Sawitri (Bola.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya