Gejolak Transfer Elliot Anderson: Man United Ubah Target, Man City Pimpin Perburuan

Manchester United memilih mundur dan beralih ke target lain setelah Manchester City siap menebus Elliot Anderson dengan tawaran fantastis di atas Rp2,5 Triliun.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 16:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Langkah Manchester United dalam perburuan tanda tangan Elliot Anderson kini menemui jalan buntu yang kurang menguntungkan. Pemain tengah andalan Nottingham Forest yang baru menginjak usia 23 tahun tersebut awalnya diproyeksikan sebagai pilar utama dalam proyek restrukturisasi sektor tengah Setan Merah.

Kendati demikian, dinamika di lantai bursa transfer musim panas kali ini berputar dengan sangat cepat. Rival sekota mereka, Manchester City, justru bergerak lebih agresif dan kini berada di posisi terdepan untuk mengamankan servis sang pemain.

Di pihak lain, manajemen Forest tetap berpegang teguh pada pendirian mereka terkait nilai jual sang gelandang. Manajemen klub menetapkan mahar sebesar £105 juta sebagai harga mati yang wajib ditebus oleh tim mana pun yang berminat.

Skuad Man United sendiri sebenarnya telah berhasil mendaratkan gelandang Ederson ke Old Trafford. Walau begitu, manajemen merasa amunisi di sektor sentral masih memerlukan tambahan, setidaknya satu hingga dua sosok baru lagi.

Manchester City tampil sebagai peminat yang paling agresif dalam mengejar tanda tangan Elliot Anderson. Sang jawara bertahan dilaporkan sempat mengajukan proposal pembuka di angka £80 juta, namun tawaran tersebut langsung mentah di tangan Nottingham Forest.

Pasca-penolakan tersebut, manajemen The Citizens sama sekali tidak menurunkan intensitas perburuan mereka. Tim yang dinakhodai Josep Guardiola ini bahkan tengah menyusun proposal anyar dengan nominal yang jauh lebih menggiurkan demi memuaskan ekspektasi Forest.

Sejumlah laporan internal mengklaim bahwa kubu City sangat optimistis dapat menyegel transfer ini dalam waktu dekat.

“Manchester City sedang menyiapkan tawaran resmi baru yang akan segera dikirim ke Nottingham Forest untuk Elliot Anderson. Mereka percaya diri bisa menyelesaikan kesepakatan setelah memimpin perburuan sejak Maret. Manchester United masih tertarik, tetapi City berada di depan dan lebih optimistis,” terang Fabrizio Romano.

Tekanan masif yang dilancarkan oleh kubu City membuat posisi tawar mereka kian dominan dalam proses diplomasi antar-klub. Kondisi tersebut secara otomatis membuat para kompetitor lain semakin tertinggal jauh di belakang.

Manchester United Mulai Mengubah Arah Kebijakan

Beralih ke sisi Manchester United, konstelasi internal mulai bergeser seiring dengan perkembangan saga transfer Anderson. Walau nama sang gelandang sempat nangkring di urutan teratas daftar belanja, kini fokus manajemen Setan Merah mulai dialihkan ke opsi gelandang lain.

Perubahan haluan ini dipicu oleh dominasi mutlak yang ditunjukkan City sepanjang proses negosiasi berjalan. United menyadari bahwa kans mereka untuk memenangi persaingan kian menipis seiring dengan meningkatnya nilai tawaran yang disodorkan oleh rival sekota.

“Manchester City adalah favorit jelas dalam perburuan ini. Manchester United masih tertarik dan terus memantau situasi, tetapi perhatian mereka kini telah beralih ke target alternatif di lini tengah,” ungkap ahli transfer TEAMtalk, Fraser Fletcher.

Lewat pergeseran skala prioritas ini, manajemen United kini mulai menyisir dan menganalisis beberapa kandidat lain yang dinilai lebih masuk akal untuk diboyong ke Old Trafford.

Harga Tinggi dan Posisi Nottingham Forest

Nottingham Forest selaku pemilik sah sang pemain saat ini menjadi pihak yang memegang kendali penuh atas jalannya saga transfer. Klub tersebut sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda akan melunasi atau menurunkan tuntutan finansial mereka yang berada di angka £105 juta.

Sikap kaku dari manajemen Forest ini memaksa jalannya komunikasi bisnis antar-klub menjadi sangat alot. Kondisi ini menuntut Manchester United maupun Manchester City untuk merombak ulang formula pendekatan mereka demi bisa menyentuh angka valuasi tersebut.

Pada peta persaingan saat ini, City menjadi pihak yang dinilai paling sanggup dan siap untuk memenuhi tuntutan selangit dari Forest. Di sisi lain, United memilih untuk menurunkan tensi pendekatan mereka lantaran adanya ketidakcocokan harga serta penyesuaian kebutuhan tim.

Apabila tidak ada gejolak atau kejutan besar dalam beberapa waktu ke depan, rivalitas transfer ini diprediksi akan segera mengerucut kepada satu tim pemenang saja di bursa transfer musim panas ini.