Penyerang Manchester United Masih Heran Gagal Masuk Timnas Inggris di Piala Dunia 1998

Andy Cole tak terima dicoret Inggris dari Piala Dunia 1998, meski mencetak 25 gol bersama Manchester United dan merasa lebih layak dari yang lainnya.

Diterbitkan 24 September 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Inggris memiliki sederet penyerang berkualitas pada era 1990-an. Nama-nama seperti Alan Shearer, Teddy Sheringham, Ian Wright, hingga Michael Owen menjadi pilihan di lini depan The Three Lions. Namun, di tengah persaingan tersebut Andy Cole merasa dirinya tidak mendapatkan kesempatan yang seharusnya layak ia terima.

Mantan penyerang Manchester United itu gagal masuk skuad Inggris untuk piala dunia 1998 di Prancis. Keputusan pelatih Glenn Hoddle tersebut menjadi salah satu pengalaman membekas dalam perjalanan karier internasional Cole.

Dilansir dari GiveMeSport, Cole mengakhiri musim 1997/1998 dengan mencetak 25 gol di seluruh kompetisi bersama Manchester United. Jumlah itu melampaui catatan gol Alan Shearer, Teddy Sheringham, dan Ian Wright pada musim tersebut. Meski begitu, produktivitasnya tidak cukup untuk mengamankan tiket ke turnamen empat tahunan itu.

Dalam podcast The Beautiful Game, Cole mengungkapkan keyakinannya bahwa ia pantas dibawa ke Piala Dunia 1998. Ia merasa kontribusinya untuk Manchester United sudah cukup untuk membuatnya masuk ke dalam daftar pilihan Hoddle, bahkan tanpa harus menggantikan pemain tertentu.

Andy Cole Merasa Lebih Layak Masuk Skuad Inggris

Persaingan lini depan Inggris menjelang Piala Dunia 1998 berlangsung ketat. Michael Owen berhasil mencetak 18 gol di Premier League dan mendapatkan tempat di skuad. Sementara itu Chris Sutton dan Dion Dublin, yang juga mengamankan 18 gol, justru tidak dipilih oleh Hoddle.

Cole sendiri mencetak 15 gol di Premier League sepanjang musim tersebut. Jika menghitung keseluruhan kompetisi, kumpulan golnya bersama Manchester United mencapai angka 25. Catatan itu membuatnya merasa memiliki alasan kuat untuk berada di antara para penyerang yang dibawa Inggris ke Prancis.

Dikutip dari podcast The Beautiiful Game, Cole menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menggantikan siapa pun. Ia merasa telah memberikan kontribusi besar untuk Manchester United dan mencetak lebih dari 20 gol pada musim tersebut. Menurutnya, pencapaian itu sudah cukup untuk membuat dirinya layak mendapatkan tempat di skuad.

Andy Cole Singgung Politik di Balik Pencoretan

Kekecewaan Cole tidak berhenti pada keputusan pencoretan tersebut. Ia juga menyinggung dugaan adanya politik dalam sepak bola yang menurutnya berperan dalam kegagalannya masuk skuad Inggris. Cole mengaku hanya bisa tertawa ketika mengetahui namanya tidak tercantum dalam daftar pemain yang dibawa ke Prancis.

Dalam pernyataannya di podcast tersebut, Cole mempertanyakan jumlah gol yang dicetak para penyerang Inggris lainnya pada musim itu. Ia merasa kumpulan 25 golnya seharusnya menjadi pertimbangan penting. Cole juga menyebut bahwa dirinya yakin bisa tampil di Piala Dunia 1998 jika bukan karena faktor politik yang ia singgung.

Karier Internasional Andy Cole Tak Berjalan Mulus

Perjalanan Cole bersama timnas Inggris memang tidak berlangsung sesuai harapan. Meski menjadi salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah Premier League, ia hanya mencatatkan satu gol dari 15 penampilan bersama The Three Lions. Kesempatan tampil di Piala Dunia pun tidak pernah datang.

Menurut GiveMeSport, pengalaman kurang menyenangkan Cole bersama timnas Inggris bahkan sudah terasa sejak debutnya. Ia pernah mengungkapkan bahwa Teddy Sheringham tidak menyambutnya dengan berjabat tangan ketika dirinya memasuki lapangan. Cole mengaku merasa sangat malu atas kejadian tersebut, yang kemudian menjadi awal perselisihan panjang di antara keduanya.

Cole dan Sheringham bahkan tidak berbicara satu sama lain selama empat tahun bermain bersama di Manchester United. Dalam wawancara dengan The Daily Telegraph, Cole mengungkapkan bahwa insiden debut tersebut begitu membekas hingga sempat membuatnya kehilangan keinginan untuk bermain. Kisah itu menambah panjang perjalanan pahit Cole bersama timnas Inggris, yang hingga kini masih diingat lewat kegagalannya tampil di Piala Dunia 1998.