Juventus Gagal ke Liga Champions, Luciano Spalletti Singgung Kurangnya Kepribadian Tim

Luciano Spalletti menilai Juventus kekurangan karakter usai ditahan Torino 2-2. Ia juga mengkritik pernyataan Torino jelang Derby della Mole.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 11:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Luciano Spalletti mengkritik karakter permainan Juventus setelah ditahan Torino 2-2 pada laga terakhir Serie A 2025-2026. Hasil itu membuat Juventus hanya finis di posisi keenam dan lolos ke Liga Europa.

Derby della Mole di Stadion Grande Torino berlangsung dramatis karena sempat tertunda satu jam akibat bentrokan suporter kedua tim. Situasi semakin panas setelah seorang pendukung Juventus harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Juventus sebenarnya sempat unggul dua gol sebelum Torino mampu bangkit dan menyamakan skor. Seusai pertandingan, Spalletti menyoroti mental para pemainnya yang dinilai belum cukup kuat dalam laga penting.

Pelatih asal Italia itu juga mengkritik pernyataan Torino sebelum pertandingan yang melarang atribut hitam-putih masuk ke stadion. Menurut Spalletti, pesan tersebut justru memperkeruh suasana di tengah upaya memperbaiki citra sepak bola Italia.

Spalletti Soroti Mental Pemain Juventus

Juventus gagal mempertahankan keunggulan dua gol saat menghadapi Torino dalam laga derby penutup musim. Hasil tersebut membuat Bianconeri harus puas finis di luar empat besar Serie A.

Spalletti menilai timnya kehilangan karakter ketika berada dalam situasi sulit. Ia menegaskan laga seperti derby menjadi ukuran sejati mental seorang pemain.

"Saya adalah pelatih yang harus mengevaluasi apa yang terjadi. Kami sebenarnya mengendalikan pertandingan, tetapi dalam laga seperti inilah karakter seseorang terlihat dan bagaimana mental kami sebenarnya," ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia..

"Tidak sama memiliki dua poin lebih banyak atau dua poin lebih sedikit. Dalam pertandingan seperti ini, Anda harus mencari sesuatu yang lebih dari diri sendiri," lanjut Spalletti.

Pemain Tanpa Karakter Dinilai Tak Layak Bermain untuk Juventus

Spalletti menegaskan Juventus membutuhkan pemain dengan mental kuat untuk kembali bersaing di papan atas. Ia menyebut karakter sama pentingnya dengan kualitas teknik dan fisik.

Menurutnya, performa Juventus musim ini terlalu naik turun karena tidak semua pemain mampu tampil konsisten dalam tekanan besar. Juventus pun disebut perlu mencari pemain berkepribadian kuat pada bursa transfer musim panas.

"Semua orang memiliki keraguan ketika turun ke lapangan. Ketika Anda terus terikat pada keraguan itu, maka Anda menjadi ragu-ragu dan harus segera mengambil keputusan," kata Spalletti.

"Jika Anda memiliki terlalu banyak keraguan, berarti Anda tidak punya karakter yang cukup, dan Anda tidak bisa bermain untuk Juventus karena itulah yang membuat perbedaan," tegas Spalletti.

Juventus Disebut Butuh Tambahan Pemain Bermental Kuat

Spalletti mengungkapkan bahwa dirinya sudah berdiskusi dengan Damien Comolli dan jajaran manajemen terkait kebutuhan tim. Juventus disebut harus meningkatkan kualitas karakter di dalam skuad.

Ia juga menyinggung inkonsistensi performa Juventus sepanjang musim ini. Spalletti menilai timnya kadang mampu tampil hebat, tetapi di laga lain justru tampil buruk.

"Hal-hal seperti ini sudah kami bicarakan dengan Comolli dan yang lainnya. Kami membutuhkan pemain yang bisa meningkatkan level karakter tim," ujar Spalletti.

"Itulah sebabnya terkadang kami memainkan pertandingan yang sangat bagus, tetapi di kesempatan lain kami tenggelam begitu saja seperti batu," sambung Spalletti.

Spalletti Kritik Pernyataan Torino soal Suporter Juventus

Sebelum pertandingan dimulai, Torino mengirim pesan kepada pembeli tiket bahwa atribut hitam-putih tidak diperbolehkan masuk stadion. Juventus sebelumnya sudah merespons keras kebijakan tersebut.

Spalletti menilai larangan tersebut tidak pantas disampaikan menjelang laga sebesar Derby della Mole. Ia juga menyampaikan dukungan kepada suporter Juventus yang dirawat di rumah sakit.

"Kami semua menunggu kabar dari rumah sakit dan berharap suporter itu bisa segera pulih," kata Spalletti.

"Jika sehari sebelum pertandingan ada pernyataan absurd yang melarang warna hitam-putih di tribun, maka masalahnya ada pada mereka yang ingin mengecualikan warna tertentu. Mengatakan seorang anak tidak boleh memakai syal hitam-putih adalah hal yang absurd," tutup Spalletti.

Sumber: Football Italia

Persaingan Sengit di Liga Italia