Menelisik Penyebab Juventus dan AC Milan Gagal Lolos ke Liga Champions Musim Ini

Juventus dan AC Milan gagal ke Liga Champions akibat performa inkonsisten dan buang banyak poin melawan tim papan bawah Serie A. Simak ulasan statistiknya!

Diterbitkan 26 Mei 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kegagalan mengamankan tempat di Liga Champions harus dialami oleh Juventus dan AC Milan akibat performa yang tidak konsisten sepanjang kompetisi Serie A. Berdasarkan data statistik, kedua klub raksasa Italia ini justru kehilangan terlalu banyak poin penting saat berhadapan dengan tim-tim di luar posisi enam besar klasemen.

Persoalan ini menjadi pembeda yang sangat kontras dalam persaingan memperebutkan posisi empat besar Serie A. Ketika para kompetitor lain mampu bermain solid saat bersua klub papan bawah, Juventus dan Milan malah sering tersandung dalam pertandingan yang di atas kertas seharusnya bisa mereka menangkan dengan mudah.

Ironisnya, Milan sebenarnya menorehkan performa yang terbilang oke sewaktu bertarung dengan sesama klub raksasa Serie A. Sayangnya, rentetan hasil negatif melawan tim kecil membuat Rossoneri kehilangan momentum berharga pada pekan-pekan paling krusial musim ini.

Situasi yang hampir serupa juga dialami oleh Juventus sepanjang roda kompetisi bergulir. Tim yang berbasis di Turin tersebut tidak mampu mempertahankan konsistensi performa ketika ditantang oleh lawan-lawan dari papan bawah klasemen.

Juventus Kehilangan Banyak Poin Penting

Apabila dibandingkan dengan Milan, rekam jejak Juventus kala bersua tim di luar peringkat enam besar sebenarnya masih sedikit lebih bagus. Sepanjang musim, Bianconeri berhasil mengamankan 57 poin dari total maksimal 84 poin yang bisa diraih.

Walaupun demikian, angka poin yang melayang tersebut masih tergolong terlalu besar bagi klub dengan target menembus zona Liga Champions. Bahkan, Juventus tercatat sampai dua kali ditahan imbang oleh Hellas Verona, klub yang pada akhir musim harus menerima kenyataan terdegradasi.

Kelemahan Juventus pun kian terekspos sewaktu mereka berhadapan dengan rival sengit di Serie A. Mereka dipaksa menyerah dua kali oleh Como dalam dua pertemuan, serta masing-masing menelan satu kekalahan saat berjumpa Napoli dan Inter Milan.

Rentetan hasil minor tersebut berujung pada hilangnya banyak poin krusial dalam perebutan takhta papan atas. Faktor inkonsistensi yang akut ini pada akhirnya menjadi penyebab utama mengapa mereka gagal mengakhiri musim di zona Liga Champions.

AC Milan Lebih Parah saat Hadapi Tim Kecil

Kondisi yang jauh lebih mengkhawatirkan justru menimpa Milan di sepanjang musim Serie A. Dari total potensi 84 poin yang bisa dikumpulkan saat melawan klub-klub di luar posisi enam besar, mereka hanya sanggup mendulang 51 poin.

Artinya, Rossoneri telah menyia-nyiakan total 33 poin potensial dari laga-laga yang di atas kertas bisa mereka amankan. Akibat situasi ini, posisi mereka di tabel klasemen secara perlahan terus merosot mendekati akhir musim.

Padahal, Milan sempat menunjukkan konsistensi dengan bertahan di area empat besar sejak pekan keempat kompetisi dimulai. Namun, asa tersebut seketika hancur berantakan pada pekan pamungkas usai ditumbangkan 1-2 oleh Cagliari di Stadion San Siro.

Hasil buruk di markas sendiri juga mereka rasakan ketika menjamu Cremonese, Parma, Udinese, dan Atalanta. Catatan merah ini menjadi bukti nyata bahwa Milan tidak mampu mengoptimalkan laga kandang saat menghadapi tim-tim yang secara kualitas berada di bawah tingkat mereka.

Uniknya, rapor penampilan Milan ketika bersua penghuni posisi enam besar musim ini terbilang cukup mengesankan. Mereka mampu meraup 19 poin dari total 30 poin yang diperebutkan, dan tercatat cuma menelan satu kekalahan saat melakoni laga tandang ke markas Napoli pada April lalu.

Kontrasnya performa tersebut menyingkap akar masalah utama yang dihadapi oleh Milan dan Juventus sepanjang musim ini. Ketidakmampuan mendulang poin penuh dari pertandingan-pertandingan yang dianggap enteng pada akhirnya menjadi batu sandungan yang sangat mahal bagi kedua raksasa Serie A tersebut.

 
  • Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A adalah sebuah divisi tertinggi liga sepak bola di Italia
    Serie A
  • Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Serie-A adalah kasta tertinggi liga sepakbola di Italia yang dimulai pada Agustus 2016
    Liga Italia
  • Juventus adalah klub sepakbola asal Italia
    Juventus Football Club S.p.A atau yang biasa dikenal dengan Juventus atau Juve adalah klub sepak bola profesional asal Italia.
    Juventus
  • AC Milan adalah salah satu klub tersukses di Serie A Italia dengan raihan 18 trofi
    AC Milan adalah klub sepak bola Italia dengan sejarah panjang prestasi, namun saat ini menghadapi masa transisi dan tantangan di bursa transfer serta penentuan pelatih baru.
    AC Milan
  • liputan6
    AC Milan menjalani musim 2025/2026 yang mengecewakan, gagal lolos ke Liga Champions, dan berujung pada perombakan besar di jajaran manajemen serta pelatih.
    Profil AC Milan
  • liputan6
    Musim 2025/2026 Liga Italia berakhir dengan pertandingan krusial yang menentukan nasib tim, termasuk AC Milan, dalam perebutan posisi di kompetisi Eropa.
    Jadwal AC Milan