Konflik Internal Memanas: Florentino Perez Siap Panggil Kylian Mbappe Terkait Masalah Disiplin

Florentino Perez turun tangan jadwalkan pertemuan khusus dengan Kylian Mbappe menyusul memanasnya konflik internal sang striker dengan pelatih Alvaro Arbeloa.

Diterbitkan 16 Mei 2026, 17:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gejolak di internal Real Madrid tampaknya kian meruncing setelah keretakan hubungan antara Kylian Mbappe dengan sang pelatih, Alvaro Arbeloa, dilaporkan terus memburuk selama beberapa minggu belakangan. Kondisi tidak kondusif di dalam ruang ganti tersebut bahkan dinilai sudah tidak dapat ditutup-tutupi lagi pasca-bentrokan kontra Real Oviedo di Santiago Bernabeu pada pertengahan pekan ini.

Friksi yang semula hanya menjadi konsumsi domestik klub kini telah meluas dan diketahui oleh masyarakat luas. Menyadari dampak buruknya, jajaran manajemen Los Blancos langsung mengambil tindakan cepat guna mengantisipasi agar perselisihan tidak semakin runyam.

Para petinggi klub dilaporkan merasa cemas jika perseteruan ini bakal mengganggu keseimbangan tim yang sedang mengarungi kompetisi musim ini. Oleh sebab itu, Real Madrid mulai menerapkan kebijakan tegas demi meredam gejolak yang ada.

Florentino Perez selaku Presiden Klub dikabarkan bakal mengintervensi langsung polemik ini. Langkah tersebut diambil demi mengembalikan suasana kondusif di dalam skuad sekaligus menegakkan kembali aturan kedisiplinan pemain.

Menanti Ketegasan Florentino Perez

Berdasarkan rilis dari Diario AS, Florentino Perez dalam waktu dekat akan mengadakan agenda pertemuan privat bersama Kylian Mbappe. Agenda utama dari pembicaraan tersebut adalah menyoroti gestur serta perilaku sang penyerang yang belakangan ini dianggap mulai memicu problem.

Pada mulanya, rencana tatap muka tersebut hanya diproyeksikan sebagai obrolan santai sebelum sang pemain bertolak menuju ajang Piala Dunia. Perez kala itu sekadar ingin melayangkan peringatan minor atas beberapa tindakan indisipliner yang dilakukan Mbappe.

Namun, peta situasi berubah drastis setelah perselisihan di ruang ganti tersebut bocor ke hadapan publik. Pihak manajemen kini memandang persoalan ini sebagai agenda darurat yang mesti lekas dituntaskan demi memproteksi stabilitas performa tim.

Melalui pertemuan ini, Perez juga berencana meminta kejelasan perihal komitmen jangka panjang Mbappe untuk musim depan, sembari kembali menggarisbawahi regulasi internal klub. Kendati sempat melontarkan pujian bahwa Mbappe merupakan pilar terbaik yang dimiliki Real Madrid, Perez tetap memberikan peringatan keras bahwa tidak ada satu pun pemain yang posisinya tidak tergantikan di Santiago Bernabeu.

Duduk Perkara Friksi Mbappe dan Alvaro Arbeloa

Disharmoni yang terjadi antara Mbappe dan Alvaro Arbeloa disinyalir dipicu oleh akumulasi dari tiga kejadian beruntun dalam beberapa minggu terakhir. Penyerang berkebangsaan Prancis tersebut bahkan dilaporkan sempat mengomparasikan metode kepelatihan Arbeloa dengan jur taktik terdahulu.

Dalam beberapa kesempatan, Mbappe mengisyaratkan bahwa dirinya merasa jauh lebih berkembang ketika Real Madrid masih dinakhodai oleh Xabi Alonso. Secara tersirat, sikap tersebut mempelihatkan resistensinya atas kebijakan manajemen yang menyudahi masa bakti Alonso.

Puncak kekesalan Mbappe akhirnya diluapkan secara transparan selepas laga pamungkas berakhir. Dirinya sengaja meladeni awak media untuk memberikan tanggapan atas perlakuan yang ia terima dari Arbeloa.

Mbappe merasa bahwa Arbeloa sengaja mendepak dirinya dari skema utama Los Blancos dan kini hanya menempatkannya sebagai opsi penyerang keempat dalam tim. Merespons klaim sepihak tersebut, Arbeloa dengan tegas langsung menepis kebenaran dari pernyataan sang pemain.

Â