Anthony Gordon Menepati Janji Masa Kecilnya: Dari Merseyside Hingga Berseragam Barcelona

Barcelona resmi mengamankan jasa penyerang sayap asal Inggris tersebut dengan mahar transfer mencapai 80 juta euro.

Diterbitkan 05 Juni 2026, 17:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anthony Gordon kini berada di puncak perjalanan karier profesionalnya. Barcelona resmi mengamankan jasa penyerang sayap asal Inggris tersebut dengan mahar transfer mencapai 80 juta euro, nilai yang menunjukkan besarnya keyakinan raksasa Spanyol itu terhadap kemampuan dan masa depannya.

Bagi sebagian penggemar sepak bola, transfer ini mungkin terlihat sebagai langkah yang datang secara tiba-tiba. Namun bagi Gordon, kesempatan mengenakan seragam Barcelona sebenarnya merupakan impian yang telah ia simpan dan yakini sejak usia dini.

Jauh sebelum dikenal sebagai pemain tim nasional Inggris dan salah satu andalan Newcastle United, Gordon sudah membayangkan dirinya bermain di stadion-stadion terbesar Eropa. Bertahun-tahun kemudian, angan-angan masa kecil itu akhirnya terwujud.

Impian Camp Nou yang Telah Dipupuk Sejak Dini

Pada acara perkenalannya sebagai pemain anyar Barcelona, Gordon langsung menarik perhatian publik. Bukan hanya karena status transfernya yang fantastis, tetapi juga karena kemampuannya menjawab pertanyaan media menggunakan bahasa Spanyol dengan sangat lancar.

Pemain berusia 25 tahun itu kemudian menjelaskan bahwa kemahirannya berbahasa Spanyol bukan hasil proses yang singkat. Ia sengaja mempelajarinya sejak lama karena memiliki keyakinan bahwa suatu hari nanti akan berkarier di Barcelona.

"Saya ingin menguasai bahasa Spanyol karena sejak kecil saya percaya suatu saat akan bermain untuk Barca," kata Gordon.

"Saya bahkan sering mengatakan kepada fisioterapis saya di Newcastle bahwa saya akan bermain untuk Barcelona suatu hari nanti. Karena itulah saya mulai belajar bahasa Spanyol."

Kepercayaan diri semacam itu sudah melekat dalam dirinya sejak usia muda. Bahkan ketika masih menimba ilmu di akademi, Gordon dikenal sebagai sosok yang selalu yakin mampu mencapai level tertinggi dalam dunia sepak bola.

Pernah Tersingkir dari Liverpool, Kemudian Bersinar di Everton

Jalan menuju kesuksesan yang diraih Gordon saat ini tidak selalu berjalan mulus. Ketika berusia 11 tahun, ia harus menerima kenyataan pahit setelah dilepas oleh akademi Liverpool, klub yang sejak kecil didukungnya.

Kesempatan baru datang ketika Everton memutuskan merekrutnya setelah memantau aksinya bersama klub amatir Whiston Juniors. Meski demikian, proses bergabungnya Gordon ke Everton juga tidak berlangsung tanpa hambatan.

Pencari bakat Everton, Ian Duke, pernah menggambarkan Gordon sebagai pemain bertubuh kecil yang perkembangan fisiknya tertinggal dibandingkan pemain lain seusianya. Namun sejak awal, kualitas teknis yang dimilikinya sudah terlihat menonjol.

Orang-orang yang percaya terhadap potensinya harus bekerja keras untuk meyakinkan berbagai pihak bahwa Gordon pantas berada di lingkungan akademi Everton. Pada akhirnya, keyakinan tersebut terbukti tepat.

Gordon kemudian menjalani debut profesional bersama Everton saat masih berusia 16 tahun dalam pertandingan Liga Europa menghadapi Apollon Limassol. Tak lama berselang, Carlo Ancelotti memberinya kesempatan tampil sebagai starter untuk pertama kalinya di Premier League dalam Derby Merseyside.

Proses Panjang yang Membentuk Mentalitasnya

Kemampuan alami yang dimiliki Gordon bukan satu-satunya faktor yang membawanya menuju level elite. Dalam proses perkembangannya, ia juga ditempa untuk memahami arti disiplin, konsistensi, dan kerja keras.

Ketika masih menempuh pendidikan di Alsop High School, Gordon disebut membutuhkan arahan agar lebih fokus terhadap perkembangan kariernya. Situasi serupa juga sempat terjadi saat ia bermain di tim U-23 hingga akhirnya menembus skuad utama Everton.

Pelatih akademi David Unsworth bersama Rafa Benitez termasuk figur yang terus mengingatkan pentingnya menjaga etos kerja, fokus, dan intensitas permainan sepanjang pertandingan.

Di tengah berbagai proses tersebut, Gordon tumbuh menjadi simbol kebanggaan bagi para pendukung Everton. Ia merupakan putra daerah yang berhasil mewujudkan impian tampil untuk klub kota kelahirannya.

Kedekatannya dengan Frank Lampard juga memberikan pengaruh besar. Mantan kapten Chelsea itu menjadi salah satu sosok yang berperan dalam membantu perkembangan permainan dan mentalitas Gordon selama membela Everton.

Menemukan Versi Terbaiknya di Newcastle United

Apabila Everton menjadi tempat Gordon dibentuk, maka Newcastle United adalah panggung yang mengubahnya menjadi pemain kelas atas.

Karakter permainan yang diterapkan Eddie Howe sangat sesuai dengan kualitas yang dimilikinya. Kecepatan, energi tinggi, kemampuan melakukan pressing, dan kecerdasan mencari ruang membuat Gordon menjadi elemen penting dalam sistem permainan Newcastle.

Perjalanannya di St James' Park memang tidak langsung berjalan sempurna. Pada musim pertamanya, ia sempat menunjukkan rasa kecewa ketika digantikan dalam laga menghadapi Brentford.

Namun perkembangan Gordon terus berlanjut berkat dukungan dari orang-orang di sekelilingnya. Pasangannya Annie, agen Adam Dugdale, serta pelatih performa Danny Donachie menjadi bagian penting dalam perjalanan karier tersebut.

Donachie menggambarkan Gordon sebagai pemain yang selalu ingin belajar dan mampu mengubah kritik maupun keraguan menjadi motivasi tambahan.

Menurutnya, kekuatan terbesar Gordon bukan sekadar hasrat untuk berkembang, tetapi kemampuannya bertahan dalam situasi sulit dan menghadapi tekanan yang sering kali membuat pemain lain kehilangan arah.

Dari Bintang Inggris U-21 Menuju Panggung Camp Nou

Salah satu momen paling menentukan dalam karier Gordon hadir saat membela Inggris di Piala Eropa U-21 tahun 2023. Penampilannya yang impresif mengantarkannya meraih penghargaan pemain terbaik turnamen.

Kesuksesan tersebut menjadi pijakan penting bagi peningkatan performanya di level klub. Pada musim berikutnya, Gordon tampil luar biasa dan menjelma menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Newcastle.

Ia membukukan 11 gol serta 10 assist di Premier League, catatan yang kemudian membawanya menjalani debut bersama tim nasional senior Inggris pada Maret 2024.

Hingga kini, Gordon telah mencatatkan 17 penampilan internasional dan menyumbangkan dua gol untuk The Three Lions.

Namanya memang sempat beberapa kali dikaitkan dengan sejumlah klub elite Eropa. Namun pada akhirnya, Barcelona menjadi pelabuhan berikutnya dalam perjalanan karier sang winger. Klub asal Catalonia itu melihat kombinasi kualitas, usia matang, dan potensi besar yang dimiliki Gordon.

Kemampuannya berbicara dalam bahasa Spanyol serta menyapa para pendukung menggunakan bahasa Catalan saat acara perkenalan menjadi bukti bahwa perpindahan ini bukan keputusan yang lahir dalam semalam. Bagi Gordon, momen mengenakan seragam Barcelona adalah hasil dari keyakinan yang telah ia bangun dan persiapkan sejak masih anak-anak.