Spanyol Borong 8 Penghargaan di Ballon d'Or 2026

Ballon d'Or 2026 memang direbut Harry Kane, namun sejumlah gelar lain diambil oleh Spanyol.

OlehThomas
Diterbitkan 28 Oktober 2026, 10:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sepak bola Spanyol mencatatkan sejarah di ajang Ballon d'Or 2026. Dari total 13 penghargaan yang diberikan dalam malam penganugerahan di London Palladium Theatre, Senin (26/10/2026), delapan di antaranya berhasil dibawa pulang oleh pemain, pelatih, atau klub asal Spanyol.

Dominasi tersebut menegaskan kuatnya pengaruh Spanyol dalam sepak bola dunia, khususnya pada kategori pemain muda, penjaga gawang, dan pelatih terbaik. Seluruh penghargaan di enam kategori putra dan putri pada tiga bidang tersebut berhasil dimenangkan oleh perwakilan Spanyol.

Salah satu sorotan utama datang dari bintang FC Barcelona, Lamine Yamal. Pemain muda tersebut kembali meraih Trofi Kopa kategori putra, sekaligus mencatatkan prestasi istimewa dengan memenangkannya untuk ketiga kali secara beruntun.

Sementara itu, penghargaan pemain muda terbaik kategori putri kembali menjadi milik Vicky López. Pemain Barcelona tersebut sukses mempertahankan gelar yang diraihnya pada tahun sebelumnya.

Dominasi Spanyol juga terlihat dalam kategori penjaga gawang terbaik. Unai Simon dari Athletic Club memenangkan Trofi Yashin putra, sedangkan Cata Coll dari Barcelona meraih penghargaan serupa di kategori putri.

Bagi Simon, penghargaan tersebut menjadi pencapaian istimewa setelah melewati musim 2025/2026 yang impresif. Penampilan apiknya bersama tim nasional Spanyol turut menjadi sorotan, terutama ketika membantu negaranya meraih gelar Piala Dunia dengan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen.

Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Féminin Ketiga

Prestasi bersejarah juga ditorehkan Alexia Putellas. Bintang sepak bola putri asal Spanyol tersebut kembali dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia setelah memenangkan Ballon d'Or Féminin 2026.

Gelar tersebut menjadi trofi Ballon d'Or Féminin ketiga dalam karier Putellas. Pencapaian itu sekaligus memperpanjang dominasi pemain Spanyol dalam penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola putri.

Dalam enam musim terakhir, penghargaan tersebut selalu jatuh ke tangan pemain Spanyol. Putellas dan Aitana Bonmatí menjadi dua nama yang mendominasi persaingan sejak 2021.

Meski kini memperkuat London City Lionesses, Putellas tetap memberikan apresiasi kepada Barcelona. Ia menegaskan bahwa pencapaiannya tidak terlepas dari dukungan rekan setim, staf pelatih, dan seluruh elemen klub yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Dominasi Barcelona

Barcelona juga tampil dominan dalam kategori klub. FC Barcelona Femení dinobatkan sebagai Klub Putri Terbaik Tahun Ini setelah menjalani musim 2025/2026 yang gemilang.

Tim asuhan Pere Romeu tersebut berhasil mengamankan empat trofi, termasuk gelar Liga F dan Liga Champions Wanita UEFA. Keberhasilan itu semakin memperkuat status Barcelona sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola putri Eropa.

Romeu turut mendapatkan penghargaan Pelatih Terbaik Sepak Bola Putri berkat kontribusinya membawa Barcelona melewati musim yang sukses.

Sementara itu, penghargaan Pelatih Terbaik Sepak Bola Putra diberikan kepada Luis de la Fuente. Pelatih tim nasional Spanyol berusia 65 tahun tersebut mendapat pengakuan atas perjalanan panjangnya di sepak bola Spanyol, termasuk kiprahnya membina berbagai kelompok usia sebelum mencapai posisi puncak bersama tim senior.

Harry Kane Menangkan Ballon d'Or Putra

Meski Spanyol mendominasi sebagian besar kategori, penghargaan Ballon d'Or putra 2026 menjadi milik striker Bayern Munchen dan tim nasional Inggris, Harry Kane.

Kane berhasil mengungguli sejumlah pemain terbaik dunia dalam perebutan penghargaan individu paling prestisius di sepak bola putra tersebut.

Penyerang asal Inggris itu menjadi salah satu wakil Inggris yang meraih penghargaan dalam malam penganugerahan di London.

Di sisi lain, persaingan papan atas Ballon d'Or putra juga diwarnai dominasi pemain yang berkiprah di LaLiga EA SPORTS. Kylian Mbappe menempati posisi kedua, disusul Lamine Yamal di peringkat ketiga dan Rodri di posisi keempat.

Bagi Mbappe, posisi runner-up menjadi pencapaian terbaiknya sepanjang mengikuti perebutan Ballon d'Or.

Sementara itu, Yamal kembali menunjukkan kematangannya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di dunia. Ia telah dua kali finis di tiga besar Ballon d'Or sebelum menginjak usia 20 tahun.

Capaian tersebut semakin mempertegas potensi pemain Barcelona itu untuk menjadi salah satu kandidat utama dalam perebutan penghargaan individu pada masa mendatang.

Persaingan Ballon d'Or 2027 Diprediksi Memanas

Performa Mbappe dan Yamal pada awal musim 2026/2027 turut menjadi perhatian. Keduanya menunjukkan penampilan menjanjikan yang berpotensi membawa mereka kembali bersaing dalam perebutan Ballon d'Or tahun depan.

Dominasi Spanyol pada edisi 2026 pun menjadi gambaran keberhasilan negara tersebut dalam mengembangkan talenta, baik di sektor putra maupun putri.

Dengan keberhasilan delapan wakilnya membawa pulang penghargaan, sepak bola Spanyol menutup malam penganugerahan Ballon d'Or 2026 dengan catatan membanggakan.

Di tengah dominasi tersebut, kemenangan Harry Kane menunjukkan bahwa persaingan untuk menjadi pemain terbaik dunia tetap terbuka bagi bintang dari berbagai negara dan kompetisi.

Perhatian kini beralih ke musim 2026/2027. Dengan munculnya persaingan baru di antara nama-nama besar seperti Kane, Mbappe, dan Yamal, perebutan Ballon d'Or berikutnya berpotensi menghadirkan persaingan yang semakin ketat.