Anggaran Asian Games 2026 Dipangkas, KOI Ajak Purbaya Bertemu

Anggaran untuk Asian Games 2026 ikut terdampak efisiensi. KOI sudah bersurat agar bisa bertemu dengan Menkeu Purbaya.

OlehThomas
Diterbitkan 13 Mei 2026, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 2026 terganggu. Efisensi anggaran berdampak pada dipangkasnya dana untuk pelatnas Asian Games 2026. Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari siap bersinergi lintas pemangku kepentingan termasuk dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa demi memastikan keberlanjutan pembiayaan olahraga nasional.

Seperti diketahui beberapa cabang olahraga terpaksa menghentikan sementara pelatnas Asian Games 2026 akibat anggaran yang dipangkas.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Raja Sapta mencoba mengajak bertemu Purbaya. Okto, sapaan akrab Raja Sapta, telah mengirim surat kepada Purbaya untuk bisa bertemu langsung dengan KOI dan pengurus federasi olahraga.

"Setelah Rapat Anggota KOI kemarin, hasil hasil kesepakatannya adalah kita harus bisa berkomunikasi langsung dengan regulator dalam hal ini pengambil kebijakan tentang pembiayaan anggaran. Saya komunikasi dengan cabor dan mereka sepakat supaya bisa diberi kesempatan berkomunikasi langsung dengan Pak Purbaya," terang Okto kepada wartawan di Senayan, Selasa (12/5/2026).

"KOI telah bersurat per hari Senin (11/5/2026). Surat dikirimkan kepada Menteri Keuangan pak Purbaya. Kita sekarang menunggu kalah dikasih kesempatan berkomunikasi pasti akan jauh lebih baik. Saya yakin sekali pak Purbaya akan membuka diri," sambung Okto.

Kebutuhan Latihan dan Uji Tanding

Bila Purbaya setuju bertemu membahas anggaran olahraga nasional di tahun 2026, KOI akan menekankan pemahaman mendasar mengenai kebutuhan atlet, khususnya terkait program latihan dan uji coba pertandingan di dalam maupun luar negeri.

“Kebutuhan utama atlet adalah latihan yang berkualitas. Latihan tidak cukup hanya di dalam negeri, tetapi juga harus diiringi dengan pemusatan latihan di luar negeri dan uji tanding di level internasional. Ini penting agar kita tidak tertinggal dari negara lain, baik di Asia Tenggara, Asia, maupun dunia,” ungkap Okto.

KOI sendiri semakin besarnya tanggung jawab dalam mengawal pembinaan atlet nasional di tengah meningkatnya tuntutan prestasi global. Apalagi kini anggota KOI sudah mencapai 74 cabang olahraga menyusul bergabungnya padel dan cheerleading sejak akhir pekan kemarin.

Indonesia juga sudah ditunggu sejumlah event besar olahraga hingga 2028 nanti. Ada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Youth Olympic Games Dakkar 2026, Asian Indoor Martial Art Games Riyadh 2026, SEA Games Malaysia 2027, hingga Olimpiade Los Angeles 2028.

“Banyak sekali kegiatan yang membutuhkan komitmen bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi kolaborasi seluruh stakeholder olahraga nasional,” tegas Okto.

KOI Yakin Keadaan Membaik

 

Okto yakin permasalahan anggaran yang mengganggu persiapan Asian Games 2026 ini bisa segera diselesaikan. Sebab Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dikenal sangat suka dengan olahraga.

“Kami melihat antusiasme Presiden yang luar biasa terhadap olahraga. Ini harus didukung oleh kebijakan lintas sektor, termasuk di kementerian yang mampu mengantarkan atlet Indonesia meraih prestasi terbaik di level dunia,” kata Okto lagi.

“Setiap pemimpin tentu memiliki perspektifnya masing-masing. Kami juga memiliki pandangan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Harapannya, melalui dialog ini, kita dapat menemukan titik temu terbaik untuk kemajuan olahraga Indonesia,” tutup Okto.