PB AI Temui Gubernur Koster Bahas Kesiapan Bali Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Renang Internasional

PB Akuatik Indonesia bertemu Gubernur Bali Wayan Koster membahas persiapan Bali Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Renang Internasional, diharapkan dongkrak pariwisata.

OlehThomas
Diterbitkan 20 Mei 2026, 17:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pulau Dewata Bali kembali dipercaya menjadi pusat perhatian dunia olahraga air dengan menjadi tuan rumah serangkaian kejuaraan renang internasional bergengsi. Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) secara intensif berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kesuksesan penyelenggaraan ajang-ajang tersebut. Upaya ini diharapkan dapat semakin mengukuhkan posisi Bali sebagai destinasi utama sport tourism global.

Dalam rangka persiapan tersebut, PB Akuatik Indonesia Pusat bersama PB AI Provinsi Bali telah melakukan audiensi resmi dengan Gubernur Bali Wayan Koster pada Rabu, 20 Mei 2026. Pertemuan penting ini fokus membahas kesiapan Bali sebagai tuan rumah dua kejuaraan renang perairan terbuka internasional pada Juni 2026.

Ketua Harian PB AI, Harlin E Rahardjo, mengatakan Gubernur Bali memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

"Beliau (Gubernur Koster) sangat mendukung kejuaraan ini, dan juga berpesan bahwa event ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan sport tourism di Bali," kata Harlin.

Persiapan Kejuaraan Renang Internasional 2026 di Bali

Audiensi antara PB Akuatik Indonesia dengan Gubernur Bali Wayan Koster pada 20 Mei 2026 menjadi langkah konkret dalam mematangkan persiapan dua ajang kelas dunia. Kejuaraan yang akan digelar adalah A-STREAM Open Water Swimming Series dan 12th Asian Open Water Swimming Championships 2026. Kedua event ini dijadwalkan berlangsung pada 13–15 Juni 2026.

Lokasi yang dipilih untuk penyelenggaraan kejuaraan renang perairan terbuka ini adalah Pantai Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pemilihan Pantai Jimbaran didasarkan pada karakteristik perairannya yang cocok untuk renang alam terbuka dan ombak yang relatif tenang, sehingga menjamin keamanan para perenang.

Ketua Harian PB AI, Harlin E Rahardjo, memproyeksikan kejuaraan ini akan menarik partisipasi dari lebih dari 17 negara, dengan total atlet diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang. Jumlah pengunjung diprediksi akan jauh lebih besar, termasuk ofisial tim dan keluarga peserta, yang secara signifikan akan meningkatkan okupansi pariwisata Bali.

"Apalagi peserta dari kejuaraan ini mencapai lebih dari 17 negara. Jadi ada sekitar 300-400 orang yang akan ikut belum lagi official dan juga keluarganya," imbuhnya.

Penyelenggaraan kejuaraan renang internasional ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Panitia berencana mengintegrasikan unsur olahraga dengan pertunjukan kesenian tradisional Bali serta melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Bali sebagai Destinasi Sport Tourism Unggulan

Selain pertandingan olahraga, panitia juga akan menghadirkan berbagai kesenian khas Bali selama penyelenggaraan acara. Tidak hanya itu, pelaku UMKM lokal juga akan dilibatkan untuk memamerkan dan menjual produk-produk khas Pulau Dewata.

"Jadi nanti selain dari event olahraga ada juga disuguhkan kesenian-kesenian khas Bali. Kemudian juga nanti kita harapkan mereka bisa berbelanja oleh-oleh khas Bali," jelasnya.

Ketua PB AI Provinsi Bali, Komang Takuaki Banuartha, menambahkan pihaknya juga menyiapkan sejumlah destinasi wisata yang dapat dikunjungi para peserta selama berada di Bali.

"Jadi kita akan mengarahkan mereka juga selain berlomba tapi juga menikmati makanan, menikmati keindahan alam dan keindahan wisata, tempat-tempat wisata. Dan juga tidak lupa mereka bisa beli oleh-oleh di Bali. Mudah-mudahan dengan dukungan bapak Gubernur ini bisa sukses eventnya dan lancar semuanya," ungkapnya.

Agenda Rutin Tahunan

Komang menjelaskan kejuaraan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang berpindah-pindah negara. Tahun ini, Indonesia dipercaya oleh Asian Akuatik untuk menjadi penyelenggara. Menurutnya, penunjukan Bali sebagai tuan rumah menjadi kehormatan tersendiri sekaligus menunjukkan daya tarik Pulau Dewata di mata dunia internasional.

"Ini memang suatu kehormatan dan ini salah satu yang terbesar dari kepesertaan karena mungkin dari daya tarik Bali ini," ujarnya.

Ia menambahkan peserta tidak hanya berasal dari negara-negara Asia, tetapi juga dari Australia hingga warga asing yang tinggal di Bali.

"Nanti akan ada dari Australia kali. Jadi yang dekat Australia ada, terus ada orang-orang asing yang sedang tinggal di Bali juga akan ikut. Jadi akan banyak, terutama negara-negara tetangga itu banyak yang ikut," jelasnya.