Ajang Lari di Indonesia Capai 600-an, Menpora Sebut Bisa Jadi Potensi Pariwisata Olahraga

Menurut Erick Thohir, masyarakat sadar betul olahraga itu investasi.

Diterbitkan 15 September 2026, 19:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menpora RI Erick Thohir menyebut, bila gelaran lari atau running event di Indonesia pada tahun ini mencapai 600-an. Hal ini menunjukan lari bukan lagi sekedar ajang olahraga, melainkan membangun sektor ekonomi dan pariwisata.

Menurutnya, olahraga sering kali masih dipandang sebelah mata hanya sebagai pos pengeluaran atau biaya. Padahal itu investasi strategis yang sangat krusial bagi masa depan bangsa.

​"Masyarakat sadar betul olahraga itu investasi. Investasi karakter bangsa. Dengan berolahraga, kita dibentuk menjadi pribadi yang resilient—mau bekerja keras, mau berjuang dan disiplin. Tidak ada bangsa yang maju tanpa generasi yang baik dan sehat," ujar Erick Thohir, saat menghadiri konferensi pers Alfamart Run 2026, di Kota Tangerang, Senin (14/9).

Menpora juga menyebut, potensi industri olahraga dan pariwisata olahraga di Indonesia bisa lebih digencarkan lagi. Menurutnya, potensi industri olahraga dunia saat ini mencapai Rp 8.000 triliun, sementara Indonesia baru menggarap sekitar Rp 40 triliun atau 0,5 persen dari porsi global.

​"Melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta atau private sector, olahraga terbukti mampu memberikan dampak ekonomi balasan, economic impact yang nyata, baik melalui keterlibatan UMKM, konsumsi produk, hingga pembukaan lapangan kerja," tuturnya.

 

Jersey Bahan Daur Ulang

​Dalam kesempatan yang sama, Menpora juga mengapresiasi konsistensi Alfamart yang kembali menggelar Alfamart Run 2026 pada Minggu, 18 Oktober mendatang di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Ajang yang bertepatan dengan ulang tahun ke-25 Alfamart ini memadukan unsur sport, entertainment, keberlanjutan lingkungan, serta pemberdayaan UMKM.

Menurut Solihin, selaku Director of Corporate Affairs di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Alfamart Run 2026 diikuti 5.000 peserta untuk kategori 5K dan 10K.

"Untuk tahun ini, peserta yang sudah sampai finish, akan mendapatkan goodie bag seberat 50 kilogram senilai lebih dari Rp4 juta,"tuturnya.

​Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan juga diusung melalui penggunaan jersei berbahan daur ulang dari 12 botol plastik bekas ukuran 1,5 liter untuk setiap peserta, serta pengelolaan sampah terpadu selama acara berlangsung.