Sambut Hari Sumpah Pemuda 2026, Kemenpora Siapkan Indonesia Youth Summit

Kemenpora akan mengadakan Indonesia Youth Summit untuk menyambut Sumpah Pemuda tahun 2026.

OlehThomas
Diterbitkan 14 Oktober 2026, 10:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersiap menggelar Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 untuk memperkuat peran generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) yang jatuh pada 28 Oktober 2026.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan, persiapan Indonesia Youth Summit 2026 tengah dilakukan dan kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung setelah Asian Para Games 2026.

Hal itu disampaikan Erick dalam konferensi pers di lobi Kemenpora, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

"Menyambut 28 Oktober mendatang, Kemenpora tengah mempersiapkan penyelenggaraan ajang Indonesia Youth Summit 2026 yang diselenggarakan setelah Asian Para Games 2026," ujar Erick.

Dalam pelaksanaannya, Kemenpora bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menjaring pemuda-pemudi potensial dari berbagai wilayah di Indonesia. Dari total 5.100 peserta yang terdata, sekitar 160 orang telah diseleksi untuk mengikuti program pemusatan atau camp bersama.

Program ini dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, sekaligus membahas berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan.

Bahas Ekonomi Hijau hingga Kesehatan Mental

Erick menjelaskan, Indonesia Youth Summit 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda interaktif. Para peserta terpilih bakal mengikuti diskusi dan lomba debat yang mengangkat isu-isu strategis, mulai dari ekonomi hijau, kesetaraan gender, hingga kesehatan mental.

Kemenpora juga berencana menghadirkan perwakilan kepemudaan dari Singapura untuk melakukan benchmarking atau bertukar pengalaman. Langkah ini diharapkan dapat memperluas perspektif peserta mengenai pengembangan potensi pemuda di tingkat regional.

Menurut Erick, tantangan generasi muda saat ini tidak lagi sebatas membangun semangat kebangsaan. Pemuda juga perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman dan memanfaatkan peluang bonus demografi yang dimiliki Indonesia.

"Dahulu kita bicara tentu kebangsaan, tetapi sekarang bagaimana ke depan kita juga harus melihat dari perspektif yang berbeda di mana bonus demografi yang kita alami hari ini," kata Erick.

Ia menegaskan, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar generasi muda mampu mengambil peran dalam pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Supaya kualitas kepemudaan ini dalam mengisi masa depan ekonomi kita memang benar-benar bisa menjadi sebuah kesatuan yang sangat penting," ujarnya.

Kemenpora Bidik Talenta Muda Diaspora

Selain memperkuat kapasitas pemuda di dalam negeri, Kemenpora juga mulai menjajaki upaya untuk merangkul diaspora muda Indonesia yang memiliki keahlian dan pengalaman di luar negeri.

Erick menilai, para saintis, peneliti, dan tenaga ahli dari berbagai bidang berpotensi memberikan kontribusi dalam meningkatkan kemampuan serta pengetahuan generasi muda Indonesia.

Ia turut menyinggung wacana dwi-kewarganegaraan yang disampaikan Presiden sebagai salah satu momentum untuk membuka peluang keterlibatan talenta Indonesia di luar negeri.

Menurut Erick, ke depan pemerintah ingin mendorong lebih banyak diaspora berkontribusi dalam pengembangan kapasitas pemuda, baik melalui transfer pengetahuan, pengalaman, maupun keahlian profesional.

"Tentu di tahun depan kita mulai coba menarik diaspora yang bisa memberikan kontribusi lebih kepada tentu capability, knowledge, dan lain-lain untuk para pemuda yang ada," pungkas Erick.

Melalui Indonesia Youth Summit 2026 dan rencana pelibatan diaspora, Kemenpora berharap generasi muda memiliki ruang lebih luas untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan kompetensi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan pembangunan Indonesia di masa mendatang.