Cari Bibit Baru, Kejuaraan Renang Antarsekolah Diikuti 900 Lebih Perenang Berbakat

Kejuaraan renang Antarsekolah akan berlangsung di Stadion Akuatik GBK pada akhir bulan Oktober 2026.

OlehThomas
Diterbitkan 16 Oktober 2026, 06:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Semangat anak muda untuk mencetak prestasi di dunia olahraga bakal terlihat dalam BINUS Cup XI Swimming Championship. Kejuaraan renang antarsekolah yang digagas siswa SMA BINUS School Simprug ini akan menghadirkan lebih dari 900 perenang dari 375 sekolah di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2026).

Ajang tersebut tidak sekadar menjadi wadah bagi perenang muda untuk menguji kemampuan. Kompetisi ini juga menargetkan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori Lomba Renang oleh Pelajar Terbanyak dalam Waktu Satu Hari.

Di balik penyelenggaraan kompetisi berskala besar ini, terdapat sosok Sebastian Sudirman, siswa kelas 11 SMA BINUS School Simprug yang bertindak sebagai ketua panitia. Berbekal pengalamannya sebagai atlet renang, Sebastian ingin menghadirkan panggung kompetisi yang lebih terbuka bagi pelajar dari berbagai sekolah.

Menurut Sebastian, kejuaraan ini lahir dari keinginannya menyediakan kesempatan bagi siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) untuk merasakan atmosfer pertandingan renang resmi.

"Kompetisi ini terbuka bagi siswa SD, SMP, dan SMA dari berbagai sekolah. Melalui kejuaraan ini peserta mendapat pengalaman bertanding resmi, kesempatan mengukur kemampuan diri, dan ruang untuk menjunjung sportivitas. Peserta paling muda dan yang baru pertama kali bertanding pun dapat merasakan berlomba di arena yang sama dengan atlet nasional," jelas Sebastian.

 

Wadah Pembibitan Atlet Renang Muda

BINUS Cup XI Swimming Championship dirancang untuk memperkuat pembibitan atlet renang sejak usia sekolah sekaligus meningkatkan minat anak-anak terhadap olahraga air.

Para peserta akan dibagi ke dalam beberapa kelompok umur, yakni SD kelas 1–3, SD kelas 4–6, SMP kelas 1–3, serta SMA kelas 1–3. Perlombaan mencakup nomor perorangan dan estafet.

Pertandingan menggunakan kolam short course sepanjang 25 meter dengan 10 lintasan dan sistem heat. Panitia juga menyiapkan penghargaan bagi para peserta, mulai dari medali Heat Winner untuk juara pertama setiap heat, penghargaan Event Winner untuk setiap nomor, hingga sertifikat bagi seluruh peserta.

Dengan format tersebut, kompetisi diharapkan memberikan pengalaman berharga bagi perenang pemula maupun atlet muda yang telah memiliki jam terbang di arena pertandingan.

Berawal dari Keraguan, Sebastian Pilih Membuktikan

Menggelar kejuaraan dengan melibatkan ratusan sekolah bukan perkara mudah, terlebih ketika sebagian besar pekerjaan persiapan dilakukan oleh siswa yang tetap harus menjalankan kewajiban akademik.

Sebastian mengakui, gagasan mengadakan kompetisi renang antarsekolah berskala besar sempat mendapat keraguan dari guru dan teman-teman sebayanya. Namun, ia memilih menjadikan tantangan tersebut sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa pelajar juga mampu menginisiasi kegiatan olahraga berskala besar.

"Bagi saya, kenyataan ini tantangan. Saya bertanya pada diri sendiri, kenapa Jakarta tidak punya panggung renang antarsekolah yang terbuka untuk semua?" ujar Sebastian.

"Banyak yang meragukan kami. Saya memilih untuk membuktikannya lewat tindakan, bukan kata-kata," lanjut Sebastian.

Pengalaman Sebastian sebagai atlet turut menjadi landasan lahirnya ide tersebut. Ia pernah mengikuti pertandingan internasional di Singapura dan Malaysia, serta meraih posisi kedua di Jakarta Open Championship dan posisi ketiga di KRAPDA.

Dari pengalamannya itu, Sebastian melihat masih terbatasnya kesempatan mengikuti kompetisi renang antarsekolah bergengsi. Ia mencontohkan ajang IASAS (Interscholastic Association of Southeast Asia Schools) yang hanya dapat diikuti oleh sejumlah kecil sekolah internasional.

Kondisi tersebut mendorongnya menghadirkan kompetisi yang dapat menjangkau lebih banyak pelajar, tanpa membatasi kesempatan berdasarkan latar belakang sekolah.

Bidik Rekor MURI, Targetkan 3.000 Penonton

Selain melibatkan lebih dari 900 perenang dari 375 sekolah, penyelenggara memperkirakan sekitar 3.000 penonton akan memadati arena untuk menyaksikan persaingan para perenang muda.

Seluruh perlombaan akan berlangsung dalam satu hari. Pada hari pelaksanaan, hasil penyelenggaraan juga akan diverifikasi langsung oleh pihak MURI sebagai bagian dari upaya pemecahan rekor.

"Kami berharap dukungan dari semua pihak sehingga pelaksanaan lomba renang ini bisa berjalan sesuai rencana. Kejuaraan ini juga menjadi upaya pemecahan Rekor MURI untuk kategori 'Lomba Renang oleh Pelajar Terbanyak dalam Waktu Satu Hari'," terang Sebastian.

Lebih dari sekadar mengejar catatan rekor, Sebastian ingin menunjukkan bahwa anak muda memiliki kemampuan untuk menginisiasi kegiatan besar, berkolaborasi, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa remaja mampu mewujudkan hal-hal besar ketika diberi kesempatan sekaligus menunjukkan bahwa siswa dapat berprestasi di bidang akademik dan non-akademik secara bersamaan," jelasnya.

Ia pun berharap BINUS Cup XI Swimming Championship dapat menjadi awal bagi lahirnya lebih banyak kompetisi renang antarsekolah yang terbuka dan berkelanjutan.

"Dulu ini hanya mimpi. Sekarang, pada 31 Oktober nanti, ratusan anak dari berbagai sekolah akan berenang di panggung yang dulu kami bayangkan," ucap Sebastian.