Sambut Piala Dunia 2026, Festival Sepak Bola Rakyat di Makassar Diikuti Ratusan Peserta

Sebulan jelang Piala Dunia 2026, ratusan pesepakbola muda ikut Festival Sepak Bola Rakyat yang kali ini diadakan di Makassar.

OlehThomas
Diterbitkan 25 Mei 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Antusiasme tinggi ditunjukkan para pegiat sepak bola usia muda di Makassar dan sekitarnya dalam ajang Festival Sepak Bola Rakyat 2026. Kegiatan yang digelar Garuda Gemah Nusantara (GGN) melalui brand Cuwitan Digital bersama Coca-Cola Indonesia itu berlangsung pada 21-23 Mei 2026 di Lapangan Sepak Bola Telkom Makassar, Sulawesi Selatan.

Makassar menjadi kota keempat penyelenggaraan Festival Sepak Bola Rakyat 2026 setelah Jakarta, Labuan Bajo, dan Palu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan semangat sepak bola dunia kepada masyarakat Indonesia sekaligus membuka ruang bagi talenta muda daerah untuk berkembang.

Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan semarak FIFA World Cup 2026 ke tengah masyarakat.

“Kami bangga bisa meneruskan kolaborasi strategis ini sebagai bagian dari komitmen Coca-Cola Indonesia dalam menghadirkan euforia Piala Dunia 2026 2026 lebih dekat ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Praktisi sepak bola nasional, Ratu Tisha Destria, menilai pengembangan atlet sejak usia dini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari federasi, pemerintah, sektor swasta hingga komunitas akar rumput.

Menurut dia, pembinaan talenta muda tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim.

“Peran sektor swasta sangat penting dalam menghadirkan program yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi generasi muda. Kami mengapresiasi Coca-Cola Indonesia serta Cuwitan Digital yang menghadirkan wadah edukatif bagi peserta usia 15 hingga 18 tahun,” kata Ratu Tisha.

Jadi Panggung Talenta Muda Daerah

Direktur PT Garuda Gemah Nusantara (GGN) sekaligus pemilik brand Cuwitan Digital, Rizky Aidi, menyebut festival ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak daerah untuk mengejar mimpi di dunia sepak bola.

“Ini bukan sekadar turnamen. Ini adalah panggung bagi anak-anak daerah untuk bermimpi lebih tinggi. Melalui Cuwitan Digital, kami ingin memastikan bakat-bakat ini tidak hanya terasah di lapangan, tetapi juga memiliki ruang di ranah digital,” ujar Rizky.

Ia menambahkan, sebelum digelar di Makassar, Festival Sepak Bola Rakyat 2026 telah melibatkan 675 peserta dari 32 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Labuan Bajo, Jakarta, dan Palu.

Tak hanya menghadirkan turnamen antar-SSB, festival ini juga diisi seminar kepelatihan bersama coach Ricky Riskandi dan Fabio Oliviera. Ricky Riskandi diketahui pernah menjadi asisten pelatih Timnas Putri Indonesia, sementara Fabio Oliviera merupakan mantan asisten pelatih Timnas Indonesia pada 2012.

Sebanyak 48 pelatih mengikuti seminar tersebut. Selain itu, coaching clinic juga digelar dengan melibatkan 65 peserta dari berbagai SSB di Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan.

Ratusan Peserta Ikut Turnamen

Festival Sepak Bola Rakyat Makassar 2026 juga diramaikan turnamen U-15 yang diikuti 160 peserta dan 32 ofisial pelatih dari 32 SSB dan SMA di Sulawesi Selatan.

Selain itu, terdapat turnamen mini soccer 8x8 yang diikuti 360 peserta dan 48 pelatih. Tingginya partisipasi peserta menjadi bukti besarnya antusiasme masyarakat terhadap pembinaan sepak bola usia dini.

Tidak hanya fokus pada aktivitas olahraga, festival ini juga menghadirkan bazaar UMKM guna mendukung pertumbuhan ekonomi komunitas lokal. Acara turut diramaikan podcast bertajuk Nobar (Ngobrol Bola Ramean) yang menghadirkan figur sepak bola nasional.

Salah satu peserta, Muhammad Riyan dari SMA Negeri 6 Makassar, mengaku senang bisa mengikuti ajang tersebut karena memberinya pengalaman bertanding melawan sekolah lain.

“Saya sangat beruntung dengan adanya Festival Sepak Bola Rakyat, karena saya mendapat jam terbang untuk bisa menghadapi sekolah lainnya dan mengetahui kekuatan mereka,” ujar Riyan.

Setelah Makassar, Festival Sepak Bola Rakyat 2026 dijadwalkan berlanjut ke Kota Manado pada 25-27 Juni 2026.