Liputan6.com, Jakarta - Keputusan pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, untuk tidak memasukkan nama Paulo Dybala dalam daftar pemain untuk Piala Dunia 2026 menjadi sorotan utama. Pengumuman ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Dybala adalah bagian integral dari tim yang berhasil meraih gelar juara Piala Dunia 2022. Absennya Dybala memunculkan pertanyaan besar mengenai strategi dan arah baru yang akan diambil Scaloni menjelang turnamen akbar tersebut.
Sebagai salah satu pahlawan di Piala Dunia sebelumnya, tidak dipanggilnya Dybala menimbulkan spekulasi dan kekecewaan di kalangan penggemar. Mantan pemain Juventus yang kini bersinar bersama AS Roma ini diharapkan dapat kembali memperkuat lini serang Albiceleste. Namun, Scaloni memiliki pertimbangan tersendiri yang ia ungkapkan secara langsung, menjelaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa alasan kuat.
Penjelasan Scaloni ini menjadi kunci untuk memahami dinamika di balik pemilihan skuad Argentina. Ia tidak hanya menyoroti performa individu pemain, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor lain yang lebih luas, termasuk regenerasi tim dan kondisi fisik para pemain. Keputusan ini menunjukkan bahwa Scaloni tengah merancang strategi jangka panjang untuk menjaga dominasi Argentina di kancah sepak bola internasional.
Advertisement
“Paulo adalah pemain hebat, itu tidak perlu diragukan lagi. Dia menjalani comeback luar biasa bersama timnya, membawa Roma lolos ke Liga Champions dengan performa yang sangat bagus dalam beberapa pertandingan terakhir,” ujar Scaloni.
“Seperti biasa, ada pemain-pemain baru yang datang dan menunjukkan hal-hal penting. Dalam kasus kami, ada pemain yang mulai mapan di posisi tersebut dan pantas memperoleh kesempatan. Karena itu kami memutuskan memberi peluang kepada pemain lain,” ungkap Scaloni.
Sorotan Absennya Dybala dari Skuad Argentina
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4274054/original/018720100_1672133024-000_334M6TY.jpg)
Paulo Dybala tidak masuk dalam daftar Timnas Argentina untuk Piala Dunia 2026. Keputusan ini sontak menjadi perbincangan hangat, mengingat kontribusinya yang tak terlupakan saat Argentina menjuarai Piala Dunia 2022. Dybala, yang tampil sebagai salah satu eksekutor penalti di final, kini harus rela tidak menjadi bagian dari persiapan tim.
Absennya Dybala juga sejalan dengan tidak dipanggilnya beberapa nama lain dari skuad juara 2022. Franco Armani, Juan Foyth, Alejandro Gomez, dan Angel Correa juga tidak masuk daftar sementara, sementara Angel Di Maria telah resmi pensiun dari tim nasional. Hal ini mengindikasikan adanya perombakan signifikan dalam tubuh Albiceleste.
Media-media Eropa mengaitkan pencoretan Dybala dengan serangkaian cedera dan penurunan performa yang dialaminya. Dybala dilaporkan absen dalam 19 pertandingan pada musim 2025-2026 bersama AS Roma, menunjukkan adanya masalah kebugaran yang serius. Kondisi fisik pemain menjadi salah satu pertimbangan krusial bagi Scaloni dalam menentukan pilihan skuadnya.
Advertisement
Faktor Lain di Balik Keputusan Pelatih
Selain masalah cedera dan performa, pertimbangan taktis juga memainkan peran penting dalam keputusan Scaloni. Dybala sendiri pernah mengakui kesulitan bermain di tim nasional karena posisinya yang mirip dengan Lionel Messi di sisi kanan serangan. Hal ini mungkin menjadi bagian dari strategi Scaloni untuk menciptakan variasi taktik dan tidak terlalu bergantung pada satu gaya bermain.
Persaingan di lini depan Argentina semakin ketat, dengan munculnya talenta-talenta baru yang siap bersaing. Scaloni kini memberikan ruang lebih besar kepada pemain muda seperti Thiago Almada dan Nico Paz. Regenerasi skuad ini bertujuan untuk mempersiapkan Argentina menghadapi masa depan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada Lionel Messi.
Keputusan ini menunjukkan bahwa Scaloni tidak segan-segan membuat pilihan sulit demi kepentingan jangka panjang tim. Meskipun Dybala adalah pemain berkualitas, kebutuhan tim untuk beradaptasi dan berkembang menjadi prioritas utama. Ini adalah langkah berani dari seorang pelatih yang ingin memastikan Argentina tetap kompetitif di level tertinggi.
Fokus pada Pemain Muda dan Strategi Baru
Lionel Scaloni kini memfokuskan perhatian pada pengembangan pemain muda dan implementasi strategi baru. Dengan memanggil sejumlah pemain muda dan debutan, ia menunjukkan adanya peremajaan skuad yang signifikan. Tujuannya adalah untuk membangun tim yang lebih seimbang dan tidak terlalu bergantung pada satu atau dua pemain kunci, termasuk Lionel Messi.
Pelatih berusia 48 tahun itu ingin mempersiapkan perubahan gaya permainan agar Argentina memiliki fleksibilitas taktis yang lebih besar. Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa Albiceleste dapat beradaptasi dengan berbagai lawan dan situasi pertandingan. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan fondasi yang kuat untuk kesuksesan jangka panjang.
Regenerasi skuad dan strategi baru ini merupakan bagian dari visi Scaloni untuk menjaga Argentina di puncak sepak bola dunia. Dengan memberikan kesempatan kepada talenta-talenta muda, ia berharap dapat menemukan kombinasi terbaik yang akan membawa Argentina meraih kejayaan di Piala Dunia 2026 dan turnamen-turnamen mendatang. Ini adalah era baru bagi Timnas Argentina, dengan fokus pada inovasi dan keberlanjutan performa.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4766036/original/025582500_1709873150-AP24067702776065.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1332244/original/042398700_1472543705-AS_Roma_logo__2013_.svg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)