Lawan Paraguay, Amerika Serikat Berharap Christian Pulisic

Christian Pulisic menjadi salah satu sosok penting di skuat Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 16:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jelang laga pertama tuan rumah Amerika Serikat (AS) lawan Paraguay, Sabtu (13/6), di Piala Dunia 2026, Christian Pulisic jadi sorotan.

Sebagai kapten sekaligus figur paling berpengalaman dan populer di skuad AS, ekspektasi besar langsung mengangkasa terhadap pemain AC Miilan ini.

Publik sepak bola The Stars & Stripes sangat berharap sang megabintang mampu menjadi pembeda dan membawa perubahan besar bagi timnya di laga yang akan digear di Stadion Los Angeles ini.

Bermain di hadapan publik sendiri sebagai tuan rumah turnamen sepak bola termegah di jagat raya adalah sebuah privilese sekaligus ujian mental yang sangat berat. Sejarah mencatat, hanya segelintir pemain hebat yang pernah merasakan sensasi tekanan ekstrem seperti ini—sebut saja legenda seperti Zinedine Zidane, Michael Ballack, hingga Neymar.

Kini, di usianya yang menginjak 27 tahun, giliran Pulisic yang harus merasai beban sejarah tersebut. Beruntung, ia tidak sendirian; rekan-rekan setimnya sangat memahami posisi sulit sang kapten dan siap berdiri bersama untuk bahu-membahu memikul ekspektasi satu negara.

 

Pemain Penting

Gelandang AS, Tyler Adams, melihat perjalanan Pulisic sejak usia muda sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia mengingat bagaimana Pulisic sudah menjadi pemain penting sejak debut senior bersama tim nasional AS pada 2016.

“Bahkan saya tidak bisa membayangkan beban yang ada di pundaknya. Sejak usia sangat muda, dia adalah harapan sepak bola Amerika,” ujar Adams.

Pulisic tidak menghindari tekanan yang datang menjelang laga pembuka Piala Dunia 2026. Ia justru menilai tantangan besar ini sebagai kesempatan yang sudah lama ia inginkan.“Saya merasa tidak ada perbedaan beban. Saya hanya merasa ada banyak pemain bagus di sekitar saya. Saya tidak merasa harus melakukan semuanya sendiri,” kata Pulisic.

Karier klub Pulisic menjadi alasan utama mengapa publik AS menaruh kepercayaan besar kepadanya. Ia pernah meraih Liga Champions bersama Chelsea pada 2021 sebelum melanjutkan perjalanan bersama AC Milan.

 

Bukan Lawan Muda

Laga melawan Paraguay sendiri menjadi ujian awal yang tidak mudah bagi Amerika Serikat. Paraguay datang dengan pertahanan kuat, serangan balik berbahaya, serta generasi pemain muda yang menjanjikan.

Pulisic merasa pengalaman masa lalu membantunya tampil lebih tenang. “Pertandingan ini terasa seperti laga besar, tetapi saya sedikit lebih rileks karena pernah berada di situasi seperti ini,” tuturnya.

Dengan dukungan publik tuan rumah, Pulisic ingin membawa AS melangkah lebih jauh. Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa generasi baru sepak bola Amerika mampu bersaing di level tertinggi.